
Ketika sudah menerima semua hadiahnya Rei langsung membungkusnya dan menjadikan satu. Kemudian memasukkannya pada tas sekolah nya yang lumayan besar sehingga bisa tersimpan rapi. Semua hadiah itu akan ia berikan pada Alea sepulang sekolah nanti. Saat Rei mencabut kunci motornya disitulah Alea datang. Alea langsung turun dari mobil dan berlari ke arah Rei. "Kenapa sih dek? " tanya Rei saat Alea sudah berada di sampingnya. Alea tidak menjawab tapi malah menoleh ke belakang untuk memastikan mobil Rocky sudah pergi. Namun pikirannya salah, Rocky malah masih diam di tempat sambil terus memandang nya dari dalam mobil.
"Aish ngapain dia masih disitu" Gerutu Alea.
"Udah lah dek gak usah dilihatin. Mending kamu masuk kelas sana daripada telat. Vina kayak nya udah masuk duluan" Rei juga mengenal Vina karena Alea sempat memperkenalkan mereka. Alea mengangguk tapi ketika melihat tas Rei yang kembung Alea tersenyum lebar. "Itu isi nya buat aku lagi kan? " Alea menyengir sambil menepuk tas Rei yang penuh itu.
"Iya buat kamu semua kecuali satu" jawab Rei.
Alea mengangkat sebelah alisnya tapi dia tidak mau ambil pusing dan langsung pergi ke kelas nya meninggalkan Rei sendirian. Dengan susah payah Rei menggendong tas nya itu dan langsung menuju lorong kelas nya.
.
.
.
"Gue boleh minta satu hal ga sama lo"
Gadis itu menoleh dengan penuh tanda tanya. Kemudian dia mengangguk mengizinkan orang tersebut berbicara.
"Mulai sekarang lo panggil gue kakak, gue pengen di panggil kakak sama lo. dan gue juga mau mulai sekarang kita pake Aku-kamu bukan lo-gue. Bisa gak? " Valdo terus melihat ke arah Nana. Semalaman ia berpikir seperti itu dan ia ingin menjadi seorang kakak bagi Nana.
"Gue setuju, eh maksudnya aku setuju"
Valdo tersenyum manis kemudian turun dari mobilnya dan membuka pintu mobil untuk Nana. Mereka sudah berada di lingkungan sekolah. SMA Nusa Bangsa. Sesuai dengan janjinya, hari ini Valdo mendaftarkan Nana di salah satu SMA Elit yang juga merupakan sekolah Aiden. Nana langsung turun dari mobil dan menatap takjub sekolah yang akan masuki. Rambutnya yang cantik beterbangan ketika angin sepoi sepoi menghembus ke arah mereka. Valdo menggenggam tangan Nana kemudian membawa nya masuk ke dalam sekolah. Nana juga semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Valdo ketika semua orang melihat nya.
"Kenapa sih mereka lihatin aku? " ucap Nana dengan risih.
Valdo terkekeh pelan sambil terus berjalan. "Pastinya karena kamu murid baru disini jadi mereka mungkin penasaran. Apa lagi murid baru nya cantik seperti kamu"
"Udah gak usah dibahas, yuk kita ke ruang kelapa sekolah"
"Kok kelapa sih kak" Nana tertawa mendengar kekeliruan Valdo. Padahal Valdo memang sengaja, dia takut Nana masih trauma dengan panggilan kepala sekolah jadi Valdo mencari aman dengan menyebutnya Kelapa sekolah.
"Dasar nyebelin" ucap Nana.
Selang beberapa menit kemudian Valdo dan Nana Tiba di ruang kepala sekolah. Mereka mengetuk pintu dan langsung masuk. Valdo bersyukur ketika mengetahui kepala sekolah nya adalah seorang wanita. Artinya ia tidak perlu mengkhawatirkan Nana lagi. "Eh pak Valdo, silahkan duduk pak" Sambut Bu Endang selaku kepala sekolah tersebut.
Sambil mengucap terima kasih Valdo dan Nana langsung duduk di tempat yang disediakan. "Saya sudah menyiapkan kelas untuk Nana. dan sebentar lagi akan ada seorang siswi yang akan menjemput Nana dan mengantarnya ke kelas" ucap Bu Endang.
"Dan untuk seragam barunya Nana bisa mengambil nya langsung di koperasi sekolah. Sampai disini mungkin Nana ada yang ingin ditanyakan? " Pandangan bu Endang langsung tertuju pada Nana yang sedari tadi hanya diam saja.
"T... tidak ada bu" jawab Nana dengan sopan.
Bu Endang mengangguk mengerti. Tak lama kemudian Siswi yang dimaksud Bu Endang akhirnya datang juga. "Nah itu dia siswi yang Saya maksud"
"Alea, sekarang kamu bawa Nana ke kelas kamu"
"Saya gak kenal Nana Bu?" ucap Alea dengan polosnya.
Jangan lupa Alea Dan Bu Endang adalah tom and Jerry di sekolah. Alea selalu berurusan dengan Bu Endang jika dia membuat masalah.
"Maksud saya kamu bawa siswi ini ke kelas kamu. Dia juga akan segera jadi teman kamu" ucap Bu Endang berusaha sabar. Menghadapi Alea ternyata lebih sulit dari apa yang ia bayangkan.
"Saya bawanya pake apa Bu? Saya gak punya mobil" jawab Alea dengan entengnya.
"Pake tangan sama kaki kamu" jawab Bu Endang dengan judes.
"Berat Bu, Saya gak kuat. Biar ibu saja"
"ALEA ALASKARA STEVANO" Bu Endang langsung menggebrak meja sehingga membuat Valdo dan Nana terkejut. Alea langsung menarik tangan Nana dengan lembut dan membawanya kabur. Tapi sebelum keluar pintu Alea masih sempat menoleh. "Jangan marah marah bu nanti jodohnya sama pak kumis loh" Alea mengedipkan matanya kemudian segera pergi dengan Nana.
Bu Endang langsung tersenyum ketika melihat ke arah Valdo. "Maklum pak, siswi itu sedikit nakal"
Valdo hanya tertawa canggung kemudian ia segera menyelesaikan urusan sekolah Nana dan segera keluar. Valdo berharap Nana akan betah di sekolah, ini.