Hot Daddy

Hot Daddy
Pesta ulang tahun



Angga dan Gabriel sudah tiba di gedung tempat dimana teman Angga merayakan ulang tahun. Angga langsung memarkirkan mobilnya kemudian turun dari mobil. Dengan gentle nya dia juga membukakan pintu untuk Gabriel. Angga langsung mengulurkan tangannya pada Gabriel. Sebelum menerima uluran tangan Angga, Gabriel menatap Angga. Angga mengangguk sambil tersenyum. Baru setelah itu Gabriel menerima uluran tangannya. Sekarang Gabriel berdiri dengan sempurna di samping Angga. "Lingkarkan saja tangan kamu di lengan saya" ucap Angga sambil menoleh pada Gabriel. "Tidak usah pak, lebih baik kita jalan biasa saja" Angga mengangguk kemudian mereka berdua masuk ke dalam. Saat tiba di dalam, Angga langsung disambut oleh teman temannya. Mereka semua sangat menantikan kehadiran Angga sekarang. Terlebih sang pemilik acara. Seorang wanita bertubuh ramping langsung memeluk Angga dan bercipika cipiki. "Selamat ulang tahun ya, aku harap di umurmu yang begitu dewasa ini sifat kamu juga bertambah dewasa." ucap Angga.


Wanita itu mengangguk sambil tersenyum. "Dulu kamu pernah bilang kalau aku sudah dewasa kamu akan menikahiku. Apa kamu masih ingat itu?" wanita itu mengatakannya tanpa beban, Gabriel sedikit terkejut mengetahui hal itu. Tapi dia bersikap santai saja. Angga langsung melirik ke arah Gabriel dia takut Gabriel salah paham kemudian malah jadi menolaknya. "Ceri, itu hanya janji anak anak. Aku tidak serius mengatakannya. Waktu itu kita masih kecil dan aku juga tidak bisa berpikir dengan baik." ucap Angga menjelaskan. Wanita yang bernama Ceri itu langsung tertawa ketika mendengar apa yang dikatakan Angga tadi. "Angga angga lagian siapa juga yang mau nikah sama kamu, aku hanya bercanda. Dan lagi pula aku juga sudah mempunyai calon suami. Dia sangat mencintaiku, aku tidak punya niat untuk meninggalkannya"


Perasaan Angga lega sekarang. "Oh iya Cer, ini kenalin. Dia Gabriel" Ceri yang menyadari Angga membawa seorang wanita langsung menoleh. "Hai, Aku ceri. Kamu siapanya Angga?" tanya Ceri sambil tersenyum manis. Gabriel langsung menjawab. "Aku Gabriel temannya pak Angga" jawabnya. "Oh iya Gabriel, saya mau bertemu dengan yang lain dulu. Kamu disini saja bersama Ceri" ucap Angga, belum sempat Gabriel menjawab Angga sudah pergi menghilang dari tempatnya. "Daripada kamu hanya diam disini mending ikut aku yuk, aku mau ngenalin kamu pada semua teman temanku" Ceri sangat antusias sekali dengan Gabriel. Sifatnya yang humble membuatnya gampang akrab dengan orang lain. Dan sekarang Ceri juga ingin akrab dengan Gabriel, teman dari teman masa kecilnya itu. Yah siapa lagi kalau bukan Angga. Angga dan Ceri memang berteman sejak mereka masih kecil dan sampai sekarang mereka juga masih berteman. Apalagi hubungan ayah mereka juga sangat baik.


Gabriel diajak ke sebuah ruangan dimana tempat itu adalah ruangan Ceri sebagai pemilik pesta hari ini. Ceri menarik tangan Gabriel untuk masuk tapi Gabriel menggeleng ragu. "Aku nunggu disini saja sepertinya di dalam banyak teman temanmu. Aku tidak ingin mengganggu mereka dengan kedatanganku yang tiba tiba seperti ini" ucap Gabriel dengan ragu. "Enggak enggak pokoknya kamu harus masuk ke dalam. Aku tidak bisa membiarkan temannya Angga di luar sendirian. Ayo kita masuk"ucap Ceri lagi. Karena tidak enak untuk menolak lagi akhirnya Gabriel pun ikut masuk bersama Ceri. Di dalam ruangan itu juga penuh dengan dekorasi yang mewah bahkan lebih dari pada ruangan tamu yang Gabriel lihat di awal tadi. "Hei semuanya, lihat siapa yang aku bawa kesini?" Semua orang yang ada di dalam ruangan utama langsung menoleh dan melihat Ceri yang membawa satu wanita lagi di sampingnya. Dan lebih mengejutkannya lagi diantara mereka ada satu orang yang Gabriel sangat mengenalinya. Dani. "Kak Dani?" sapa Gabriel ketika melihat Dani.


"Loh Gabriel, kamu kok bisa ada disini?" tanya Dani balik. Ceri saling melihat ke arah keduanya secara bergantian. "Kalian saling mengenal?" tanya Ceri pada keduanya. "Kak Dani itu dia tunangannya sahabatku" jawab Gabriel. Ceri mengangguk mengerti lalu mengajak Gabriel duduk bergabung bersama yang lainnya.


Gabriel memilih untuk duduk di samping Dani, karena hanya Dani lah yang dia kenal disini. "Kakak disini sama siapa?" tanya Gabriel sambil menolehkan kepalanya pada Dani. "Aku ngajak Shila tapi dia lagi ke toilet sebentar. Kamu sendiri? Kenal Ceri dari mana?" Gabriel hanya menghela nafasnya kemudian menjawab. "Aku sama sekali tidak mengenalnya aku disini hanya karena diajak pal Angga saja"  jawab Gabriel. "Angga? Dosen yang menyukaimu itu?" tanya Dani lagi. Gabriel mengangkat sebelah alisnya kemudian melihat ke arah Dani"Darimana kakak tahu?"


"Doni pernah cerita padaku"


Doni pernah cerita padaku


Doni pernah cerita padaku


Doni pernah cerita padaku


Seketika kalimat itu langsung terngiang ngiang di telinga Gabriel. Dani melirik reaksi Gabriel, dari awal dia sudah yakin kalau sebenarnya Gabriel juga memilili perasaan yang sama pada  saudara kembarnya itu. Tapi sayangnya Doni malah bersikap pengecut dan tidak menunjukkan keberaniannya. Doni hanya bisa bercerita padanya tanpa harus membuktikan pada Gabriel. "Kak?" suara panggilan seseorang mengalihkan perhatian mereka berdua. Shila datang bersama seseorang di sampingnya. "Kalian kok bisa barengan?" tanya Gabriel ketika melihat Angga yang bersama Shila. "Tadi kami sempat mengobrol sebentar dan oh iya pak Angga juga cerita kalau dia bersama lo malam ini"


Dani memberi kode pada Shila untuk duduk di sampingnya, Shila mengerti dia langsung duduk di samping Dani. "Saya ingin mengajakmu berdansa di luar? Apa kamu mau berdansa dengan saya?" Shila langsung berbisik pada Gabriel. "Sudah terima saja, kapan lagi lo bisa dansa sama pak Angga. Dan satu hal yang perlu lo tahu, Kak Doni ada disini juga. Dia memperhatikanmu dari jauh" Shila menunjuk ke arah dimana Doni benar benar memperhatikan Gabriel. Gabriel melihatnya dia benar benar sadar kalau Doni melihatnya. "Jadi gimana Gabriel?"


"Iya saya mau pak" Jawaban Gabriel membuat Angga tersenyum. Kemudian dia mengajak Gabriel turun ke lantai bawah untuk berdansa dengannya.