
Via menunggu Arini di toilet wanita, ia sudah tidak sabar melihat aksi yang dilakukan Arini. Beberapa menit kemudian Arini keluar dari kamar mandi dengan kondisi sudah berganti pakaian. Arini memakai Gaun yang baru saja ia beli, gaun itu sangat ketat di tubuhnya hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya. Apalagi di bagian punggung dan Dada nya cukup terbuka. "Gimana?" tanya Arini.
Via menatap Arini dengan tatapan yang mengagumkan. Arini sudah seperti artis papan atas aja atau mungkin lebih. Kecantikannya sangat memukau. "Perfect, penampilan lo udah benar benar bagus. Ayo kita sudah ditunggu sama Shila dan Gabriel. Kita bertiga akan membantu rencana lo ini"
Arini mengangguk, penampilannya yang sangat glamour ini menarik perhatian semua orang. "Ayo" ucap Arini. Arini dan Via pergi ke tempat dimana Shila dan Gabriel menunggu. Entah apa yang akan mereka lakukan untuk membantu Arini. Tak jauh berbeda dengan Via, Shila dan Gabriel juga terpana melihat penampilan Arini. Arini benar benar berbeda. "Vi, kok Arini cantik banget ya?" gumam Shila sambil menumpu dagunya dengan kedua tangannya.
"Ya iyalah, lo pikir siapa lagi. Udah cepet sekarang kalian ikuti rencana gue. Arini menerima tawaran seseorang untuk menjadi model iklan, nah sekarang tugas kalian berjalan di dekat Om Arsen. Lo berdua harus menggosipkam tentang Arini. Dan yang penting Om Arsen harus mendengar apa yang kalian gosipkan. Paham?"
"Emangnya buat apa Sih Vi?" tanya Gabriel yang juga diangguki Shila, pasalnya Via belum sempat memberi tahu apa apa pada mereka. Via langsung mengajak mereka untuk membantu Arini begitu saja. "Nanti gue ceritain. Rin, coba lo telfon orang itu udah sampe mana"
Tak sempat mengambil ponselnya, orang yang ditunggu tunggu telah datang. Seorang pria paruh baya yang sekiranya berumur 50 tahun datang menghampiri mereka. Pria itu adalah Jacky, pengusaha di bidang periklanan. Dan kebetulan ia mencari seseorang yang bisa mengiklankan pakaian pakain yang sudah diiklankan padanya. "Halo Nak, lama sudah tidak berjumpa, bagaimana kabarmu?"
Arini langsung menoleh ke belakang dan melihat ke arah pria yang bernama Jacky itu. "Halo Om, kabar saya baik. Jadi gimana? Saya belum tahu konsep tentang iklannya" ucap Arini tanpa basa basi lagi, ia tidak boleh membuang buang waktu dengan basa basi dengan Jacky. "Konsepnya adalah berpasangan, karena hari ini saya sedang mengiklankan pakaian dewasa couple, seperti gaun yang kamu pakai itu. Saya juga akan menggunakan gaun itu untuk iklan ini juga."
Arini mengangguk. "Lalu untuk pasangannya bagaimana Om? Saya hanya sendirian disini. Masa saya harus berpasangan sama teman teman saya" ucap Arini sambil menunjuk ke arah teman temannya. Jacky tertawa pelan. "Kamu tenang saja, saya sudah menyiapkan model prianya. Sebentar lagi dia datang"
Seorang pria berjalan dengan terburu menghampiri meja mereka. Arini menyipitkan matanya, sepertinya ia pernah melihat pria itu. Saat pria itu membuka kaca mata hitamnya baru Arini sadar, Pria itu adalah Langit Alvero, idolanya kaum wanita. Bahkan Ia dan ketiga teman temannya juga mengidolakannya. "Nah, Arini, dia yang akan menjadi model prianya. Jadi kamu akan berpasangan dengan dia"
Langit yang tengah dikawal dua body guard itu langsung duduk bergabung bersama mereka. Shila, Via, dan Gabriel berusaha untuk tidak menjerit. Idola yang biasanya mereka lihat di internet dan Televisi, sekarang duduk di depan mereka. Jantung mereka berdetak dengan kencang melihat betapa tampannya wajah langit.
Arini benar benar gugup, karena sedari tadi Langit terus memandangnya. Jacky yang menyadari suasana itu langsung membuka suaranya. "Jadi Langit, apa kamu bersedia menjadi model iklan papa bersama Arini?"
"Papa? Jadi Om Jacky ini papanya Langit? Kok aku baru tahu?" batin Arini. Langit melepaskan tatapannya dari Arini kemudian berbalik menatap Jacky. "Atur saja, Langit terima." jawabnya. Jacky bernafas lega, ia khawatir takut Langit menolaknya mentah mentah. Via menyenggol lengan Arini. "Beruntung banget lo Rin, coba aja gue yang ada di posisi lo sekarang"
"Ssstt Diam, nanti langit dengar" bisik Arini.
"Baiklah, ayo kita siap siap. Kita akan melakukan pemotretan di lantai 5, tempatnya sudah disiapkan. Kalian tinggal mempersiapkan diri saja" Jacky mengisyaratkan Arini dan Langit agar berjalan mengikutinya. "Gue pergi dulu, kalian cepatin jalanin rencananya" ucap Arini dengan nada pelan.
Langit yang berada di samping Arini terus menatapnya, sedari tadi ia masih belum berkenalan secara resmi dengan wanita itu. "Sebelum pemotretan gue pengen kita kenalan secara resmi. Nama gue langit? Kalau lo punya televisi lo pasti tahu siapa gue" Langit mengakhiri dengan kekehannya.
Arini tersenyum pada Langit. "Gue Arini, gue tahu kok siapa lo. Gue kan juga ngefans sama lo" Selain menjadi aktor, langit juga penyanyi terkenal. Langit diibaratkan idol korea tapi versi indonesia. Langit bisa segalanya termasuk ngedance dan Rapp. Arini masih tidak menyangka saja, kalau dia akan melakukan pemotretan bersama Langit. Apalagi konsepnya adalah dengan menggunakan pakain dewasa couple.
"Oh ya? Senang rasanya disukai oleh fans secantik kamu" candanya. Baru pertama kalinya Langit melihat ada orang yang mengidolakan dirinya, tapi saat melihat dirinya masih bersikap biasa. Berbeda dengan fans yang lainnya, sekali melihat dia pasti ada aja teriakan yang mereka lontarkan. Arini tertawa kecil, menurutnya Langit adalah orang yang ramah. Meskipun dia seorang Artis tapi dia bersikap layaknya seorang teman. "Gue juga senang lo nyapa gue seperti ini. Mungkin kalau fans lo ada disini mereka pasti iri sama gue"
Shila, Via dan Gabriel mencari keberadaan Arsen. Selang beberapa menit kemudian mereka menemukan Arsen sedang berada di salah satu toko perhiasan bersama Linda. Dari yang mereka lihat, sepertinya Arsen sedang membelikan Linda perhiasan. "Ayo kita masuk, kita pura pura aja beli perhiasan sambil ngomongin Arini. Usahakan menarik perhatian om Arsen" Shila dan Gabriel mengangguk mengerti.
Mereka bertiga masuk ke dalam toko perhiasan, mereka tepat berada di sebelah Arsen. Via pura pura memilih perhiasan bersama dengan Gabriel. Shila melirik Arsen yang sepertinya mulai bosan dengan Linda yang meminta ini itu. "Via, Arini beruntung banget ya bisa menjadi model iklan bersama langit?"
Via menoleh pada Shila, ia tersenyum penuh Arti sambil menyenggol Gabriel yang pura pura bertanya tentang kalung. "Iya, katanya sih pas pemotretan nanti mereka pake gaya dewasa, kebayang gak sih? Kalau Arini dengan pakaiannya yang sedikit terbuka harus berpelukan bersama langit."
"Nih, tadi gue dikirimin satu foto Arini sama langit pas sesi satu tadi" Gabriel menunjukkan sebuah foto di ponselnya pada kedua sahabatnya. Arsen yang berada di sebelah mereka tentu saja bisa melihat gambar itu dengan jelas. Matanya menunjukkan kilat amarah melihat Arini yang duduk di pangkuan seorang pria dengan pakaiannya yang kurang bahan. Apalagi pria itu juga merangkul pinggang Arini"
"Wow, Hot banget sih. Mereka cocok banget ya?"
Arsen berjalan ke arah mereka lalu menarik Via hingga berhadapan dengan Arsen langsung. "Dimana Arini sekarang?" Via tertawa dalam hatinya Akhirnya Arsen kepancing juga. "Saya tidak tahu om, tapi sepertinya Arini tadi pergi ke lantai 5 sama langit."
"Siapa langit?'
"Idolanya Arini, Dia Aktor sekaligus penyanyi terkenal om." tanpa berpikir lagi Arsen langsung pergi meninggalkan Linda yang masih belum selesai belanja. Ia sudah tidak peduli lagi dengan wanita itu, yang ia pikirkan saat ini adalah Arini.
Via, Gabriel dan Shila saling bertos ria masing masing. Rencana mereka berhasil, sekarang Mereka tinggal menyaksikan adegan selanjutnya. "Mbak, ini gimana? Mbak dari tadi nanya nanya kalung ini. Jadi beli enggak?" ucap wanita yang menjaga toko itu.
Gabriel hanya cengengesan. "Enggak jadi mbak, tiba tiba duit saya dibawa tuyul. Maaf ya mbak" Wanita itu mendengus sambil menatap Gabriel dengan sinis.