Hot Daddy

Hot Daddy
S.2 EPS 3. Derita Rei



Alea menunduk di depan Arsen, Aiden dan Arini. Sedangkan Rei daritadi dia hanya duduk santai sambil menertawakan Alea sekali kali. Tentu saja dia tertawa dalam hati, mana berani Rei mengetawai Alea di depan pawangnya. Apalagi sekarang mereka seperti keluar tanduknya. "Kenapa kamu bisa hampir tertabrak tadi?" tanya Arsen sambil bersedekap dada. Dia seperti itu bukannya marah tapi Arsen ingin bersikap tegas kepada semua anak anaknya. Arsen tidak pernah pilih kasih kepada mereka. Ia membagikan kasih sayangnya dengan Adil. Apalagi untuk Alea. Alea menuduk sambil memainkan tangannya, jika dia berbohong Arsen mungkin saja akan mengetahui dari Rocky. Dan jika dia jujur resikonya mungkin Alea tidak boleh keluar lagi selama waktu yang ditentukan Arsen. Alea mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Arini dengan bermaksud meminta pembelaan. "Jawab aja sayang, ini semua demi kebaikan kamu. Daddy hanya ingin melindungin kamu. Jawab yang jujur yah"


"Hilih jujur apanya? Kebiasaan Adek kan bohong mulu" cibir Rei sambil memakan cemilannya dengan tenang. Aiden melirik Rei dan melemparkan tatapan tajam ke arahnya sehingga membuat Rei kicep seketika. Alea menghela nafasnya kemudian dia angkat bicara. "Tadi Alea sebenarnya cuma pengen liat orang yang lagi nyanyi aja tapi Alea salah. Alea nyebrangnya gak liat jalan makanya hampir ketabrak. Tapi Alea gak papa kok Dad, Mom. Karena tadi Om Rocky yang narik Alea sehingga Alea gak kenapa napa" jawab Alea dengan jujur. Arsen mengangguk kemudian dia bergantian melihat ke arah Aiden. "Ini juga salah kamu Aiden, Daddy sudah pernah berpesan sebelumnya. Kalau lagi sama Alea jangan melalukan hal yang lainnya. Cukup jaga dia aja" ucap Arsen. Alea langsung berdiri dan duduk di samping Aiden. "Tapi ini bukan salah Abang Dad, ini salah Alea" Arini hanya menggelengkan kepalanya, Alea pasti akan selalu membela Aiden meskipun Aiden salah. Tiba tiba bel rumah mereka berbunyi. "Mommy buka pintu dulu" ucap Arini sambil meninggalkan mereka.


Alea bergelayut manja di lengan Aiden tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan Rei yang sedang meledeknya. Rei menunjukkan wajah jeleknya kemudian menjulurkan lidahnya ke arah Alea. Alea hanya menunjukkan wajah masamnya. Dia sedang tidak ingin melihat wajah Rei sekarang. Rei benar benar menyebalkan di matanya.


Arini membukakan pintu tak lama kemudian suara khas anak kecil terdengar di telinganya. "Auntyyyy" Arini langsung dipeluk. Ternyata yang datang adalah Max dan Via. "Eh ada Leon, 


Apa kabar sayang?" ucap Arini pada bocah berusia sekitar tiga tahunan itu. "Baik Aunty" jawab Leon dengan wajah menggemaskannya.  Arini langsung mengangkat Leon ke gendongannya sambil mencium pipinya. "Leon doang nih yang disambut, emaknya enggak" ucap Via dengan nada bercanda. Arini langsung menoleh ke arah Via. "Iya iya ayo masuk kebetulan anak anak juga lagi ngumpul sama Mas Arsen" Max mengangguk kemudian dia mengajak Via untuk masuk ke dalam. "Alea lihat nih siapa yang datang?" Alea dan yang lainnya mengangkat kepala secara bersamaan. Melihat ada Leon mata Alea langsung berbinar. "Dedek Leon"  Alea langsung melepaskan tangan Aiden di pundaknya kemudian turun dan menghampiri Leon. Dengan sigap Arini langsung menurunkan Leon. Alea sangat senang jika dia kedatangan Leon karena Alea sangat menyukai anak kecil apalagi yang menggemaskan seperti Leon.


Memang Rei pernah membuat Leon menangis karena ulahnya. "Sindir aja terus" batin Rei dalam hati.


"Boleh tapi mainnya hati hati ya" jawab Via dengan senyuman manisnya. "Siap Aunty" Dengan tidak sabaran Alea mengajak Leon untuk pergi ke kamarnya. Dia melewati Rei lalu kemudian dia mempunyai ide jahil di kepalanya. "Yuk Leon kita ke kamar" Rei hanya mengabaikannya dia berpikir mungkin Alea hanya fokus pada Alea saja. Dengan sengaja Alea melewati Rei dan menginjak kaki Rei begitu saja. "ADEK, KAKI ABANG SAKIT BEGO" tanpa sadar Rei menyebut kata terlarang yang sangat dilarang oleh Arini. Alea hanya cekikikan kemudian langsung pergi begitu saja. Sedangkan Rei mengelus kakinya yang baru saja diinjak Alea. "Dasar kaki gajah" tambah Rei lagi.


"Rei, ini peringatan terakhir dari Mommy ya. Jangan menyebut kata bego lagi pada Alea."


"Hmm belain aja terus, memang ya cewek tidak pernah salah. Jika cewek salah maka cowok yang lebih salah" Rei berdiri kemudian langsung pergi ke kamarnya. Arsen hanya menghela nafasnya melihat kelakuan anak anaknya. "Keponakan gue tuh" ucap Max sambil tertawa. Max benar benar melihat sifatnya ada pada diri Rei.  "Semoga aja Leon juga mirip seperti kamu" tambah Arsen dengan senyum miring di bibirnya. Via mencubit lengan Max. "Kamu sih Mas"