
Hari ini di rumah Arsen sangat ramai tidak seperti biasanya dan itu dikarenakan kehadiran Nichole dan juga Sunshine. Sunshine sedang menggantikan Arini untuk membereskan kamar sedangkan Bi Mina dia yang memasak di dapur. "Kak, ini spreinya mau ditaruh dimana" tanya Sunshine sambil melipat Sprei kasur bermotif bunga. "Taruh di bak cuci aja biar nanti bi Mina yang mencucinya" jawab Arini sambil membersikan tempat lainnya. Sunshine pun mengangguk dia langsung menaruh sprei kotor itu di bak cuci kemudian dia berhenti sejenak dan menatap sekeliling kamar itu. Semuanya sudah bersih dan rapi. "Ngomong ngomong sekarang kakak udah berapa bulan hamilnya?" tanya Sunshine.
Arini langsung menaruh kemoceng yang ia pegang kemudian duduk di kasurnya. Dia menunduk dan melihat tonjolan perutnya sendiri. "Masih jalan dua bulan Sun" ucap Arini. Sunshine mengangguk lalu dia mendekat dan berjongkok di hadapan Arini. Sunshine menyentuh perut Arini dengan hati hati. "Emang gak berat apa kak tiap hari jalan kesana kesini dalam keadaan perut kayak gini" Arini tersenyum lalu menggeleng. 'Itu lah keistimewaan seorang ibu Sun, suatu saat kamu pasti akan mengalaminya juga. Oh iya ngomong ngomong kamu punya pacar kok gak ngabarin aku sih?" Arini dan Sunshine benar benar sangat akrab. Mereka berdua sama sama diangkat oleh Arsen. Sunshine adalah adik angkatnya dan Arini adalah putri angkatnya.
Mereka berdua akur sejak dulu, saling bertukar pendapat atau cerita. Dan Sunshine juga sangat akrab dengan mendiang Istri Arsen dulu. "Ya gak enak gitu kak, lebih baik cerita langsung seperti ini biar feel nya lebih terasa" jawab Sunshine sambil cengegesan. Arini langsung menjitak kepalanya. "Sekarang ayo cerita semuanya dari awal sampai akhir" Sunshine mengangguk lalu dia mengeluarkan satu kalimat yang berlanjut menjadi ratusan anak kalimat.
Sedangkan di bawah, ketiga pria penghuni rumah itu sedang melakukan olahraga. Otot perut dan otot lengan mereka terlihat dengan jelas karena mereka melakukan olahraga tanpa menggunakan pakaian. Mereka melakukan olahraga di halaman luar rumah Arsen, karena disana tempatnya sangat nyaman dan cahaya mataharinya juga cukup membantu. "Push up 500 kali lagi, kalau kamu benar benar menyukai Sunshine" tantang Arsen pada Nichole yang sudah bernafas ngos ngosan. Nichole tidak terbiasa melakukan olahraga tapi hari ini ia dipaksa oleh Arsen dan Max untuk berolahrga.
"Masih capek kak" jelas Nichole. Arsen menoleh pada Max kemudian mengangguk. Max maju beberapa langkah dan sekarang posisinya tepat berada di depan Nichole. "Kamu yakin tidak mau? Sunshine sangat menyukai yang seperti ini soalnya" Max memamerkan perut Six pack nya dan otot bisepnya, Nichole hanya bisa menatapnya dengan iri. Perutnya memang tidak seindah milik Max dan Arsen. Karena perut Nichole masih terisi dengan sedikit lemak.
"Baiklah, aku akan melakukannya" Akhirnya Nichole memutuskan untuk melakukannya. Dia lebih baik kehilangan tenaga untuk olahraga daripada kehilangan Sunshine. Nichole khawatir Sunshine akan mencari pria yang jauh lehih sempurna darinya. "Hmm bagus lanjutkan, kalau bisa 500 itu harus selesai dalam 10 menit" ucap Arsen sambil bersedekap dada. Max langsung menoleh pada Arsen. "Singkat banget, lima belas menit lah, dia masih bocah Sen mana kuat dia seperti kita" Max sengaja mengatakan hal itu agar memancing semangat dari Nichole. Dan benar saja Nichole langsung mempercepat gerakannya hingga Arsen saja tidak bisa menghitung pergerakannya.
Arsen tidak rela jika Arini sampai melihat Nichole.
"Yah hilang deh pemandangan gratisnya" gumam Arini di samping Sunshine. Sunshine hanya memutar bola matanya malas. Bagaimana bisa Arini mengabaikan tubuh indah Arsen, tubuh pacarnya saja tidak seperti mereka. "Liatin tuh suami kamu kak, kayaknya dia cemburu sampe ngelempar handuk segala" ucap Sunshine. Arini tertawa geli sebenarnya dia tidak melihat ke arah Nichole, tapi ke arah Arsen. Hanya saja Sunshine dan Arsen berpikiran seperti itu. Arini hanya membiarkannya saja. "Ya sudah kita masuk yuk, biarkan mereka. Lebih baik kita bantu nyiapin sarapan hari ini" ajak Arini.
"Ya udah, aku juga bantu ya kak"
"Iya kah kamu harus belajar supaya nanti kalau kamu udah nikah ka?u sudah siap semuanya" Sunshine hanya tersenyum malu malu lalu mengikuti langkah arini untuk pergi ke dapur.