Hot Daddy

Hot Daddy
Siapakah dia?



Keesokan harinya, Arsen bangun lebih awal dari biasanya. Dia sudah menghidupkan alarm agar terbangun sesuai dengan harapannya. Dan benar saja sebelum jam empat pagi Arsen sudah bangun. Hari ini dia akan mencari tahu siapa pelaku yang menguntitnya di beberapa hari yang lalu. Arsen sudah mendapatkan satu petunjuk sekarang dia ingin mencari bukti yang lebih jelas lagi. Setelah selesai membersihkan diri di kamar mandi, Arsen berpakaian lengkap seperti biasa. Hanya saja dia tidak menggunakan jas. Arsen mengambil remote kemudian menurunkan suhu Ac di kamarnya agar arini tidak terlalu kedinginan. Dengan begitu Arini pasti akan semakin tidur dengan nyenyak. Arsen mengambil kunci mobilnya dari dalam laci kemudian mengantonginya. "Kalau memang dia yang menguntitku, lantas apa tujuannya?" Gumam Arsen sebelum dia keluar dari kamarnya.


Rumah masih dalam keadaan gelap Saat Arsen keluar kamar, semua penghuninya masih dalam keadaan tertidur. Jadi Arsen bisa langsung keluar tanpa harus membuat obrolan bersama dengan mereka. Tapi saat Arsen berjalan beberapa langkah dia melihat sebuah Jaket yang dikenalinya. Jaket itu sama persis dengan jaket orang yang menguntitnya. Tapi milik siapa jaket ini?" Arsen memutuskan untuk mengambil ponselnya dan memotretnya dengan ponselnya. Dia akan bertanya pada Max atau Nichole nanti. Karena tudak mungkin juga jaket itu dipakai perempuan seperti Sunshine. Setelah itu Arsen benar benar pergi dari rumahnya.


Lima menit setelah Arsen pergi, Max datang dan mengambil jaket yang tadi itu. Dia langsung membawanya ke kamar. Sebenarnya tadi itu adalah jaketnya Max, dia baru saja mengembalikan sepeda motor yang ia pinjam di waktu itu pada temannya. Max dengan muka bantalnya langsung masuk ke dalam kamarnya dan melompat di atas kasur. Matanya sudah tidak kuat lagi menahan rasa kantuk yang luar biasa. Akhirnya Max tumbang juga di atas kasur. Dia tidak tahu saja gara gara keteledorannya mungkin akan berakibat fatal bagi dirinya sendiri.


.


.


Setelah itu Arini pergi ke kamar mandi untuk menggosok giginya, semalam sebelum tidur dia tak sempat menggosok gigi karena ulah Arsen. Arini berdecak melihat bekas bekas Arsen yang masih tersisa di sekitar lehernya. Itu artinya dia harus mengurai rambutnya lagi. "Dasar mas Arsen, udah dibilang jangan bikin tanda disitu tapi masih tetep aja" Arini mencuci wajahnya kemudian menggosok gigi. Setelah itu dia mulai membuka ikatan rambutnya dan menutupi lehernya. Setelah selesai baru lah Arini keluar daru kamar dan pergi ke kamar Bi Mina untuk mengajak Bi Mina berbelanja karena Persediaan stok bahan makanan sudah hampir habis.


"Non, sudah bangun?" tanya Bi Mina yang baru saja keluar dari kamarnya. "Sudah Bi, oh iya yang lain pada kemana Bi? Kok rumah sepi sekali hari ini?" tanya Arini lagi. Bi Mina mengangguk lalu menjawab. "Kalau Tuan Arsen saya tidak tahu Non, Non Sunshine sama Tuan Nichole juga barusan pergi. Dan tuan Max masih belum bangun juga dari kamarnya. Mungkin masih mengantuk Non? Soalnya pulangnya tadi subuh" Arini mengernyitkan keningnya. Tumben sekali Uncle nya pulang subuh, biasanya dia tidak pernah seperti ini. Ah sudah lah nanti Arini tanyakan pada Via saja. Lebih baik sekarang dia bersiap siap untuk pergi ke minimarket bersama Bi Mina. "Bi, aku mandi dulu ya, habis itu kita belanja bahan makanan untuk sebulan ke depan"


"Biar bibi saja Non, non kan lagi hamil. Nanti kalau sampai Tuan Arsen marah gimana? Kan Bibi juga yang kena  non" ucap Bi Mina. "Udah bibi tidak usah khawatir. Pokoknya hari ini aku mau ikut belanja sama bibi. Soal Mas Arsen nanti aku sendiri yang akan bilang. Jadi bibi mau kan belanja bareng aku?" Bi Mina sedikit ragu tapi akhirnya ia mengangguk juga. Dengan begitu Arini langsung kembali ke kamarnya dan bergegas untuk mandi. Tidak pernah terfikirkan olehnya kemana Arsen pergi, Arini hanya berpikir mungkin saja Arsen punya kesibukan di kantor yang mengharuskannya pergi pagi pagi sekali.