Hot Daddy

Hot Daddy
Sekedar peringatan



Keesokan harinya pagi pagi sekali Arsen sudah tidak ada di rumah. Arini sempat kebingungan karena Arsen yang sudah tidak ada di rumah sepagi ini. Berulang kali dia menanyakan pada Max tapi Max menjawabnya dengan gelengan kepala. Arini hanya menghela nafasnya kemudian dia mulai bersiap siap untuk memandikan si kembar. Dengan bantuan bi Mina, Arini membawa si kembar ke tempat yang biasa ia gunakan untuk memandikan mereka. "Disini saja Non?" tanya Bi Mina pada Arini. "Iya Bi, oh iya bibi tolong ambilkan handuk si kembar ya. Tadi aku lupa yang mau bawa kesini" ucap Arini sambil melihat wajah Bi Mina. Bi Mina mengangguk lalu kemudian dia pergi untuk mengambil handuk si kembar. Arini mulai mengambil posisi duduk seperti biasa. Seandainya Arsen belum pergi mungkin dia juga dibantu Arsen pagi ini. Tapi sayangnya Arsen sudah pergi tanpa harus berpamitan padanya


.


.


Arsen menyusup ke dalam hutan sendirian, dia pergi ke hutan hanya untuk memastikan sesuatu. Arsen memakai topengnya seperti biasa. Meskipun dia sudah tidak pernah lagi bersama dunia gelapnya akan tetapi anak buahnya masih tetap setia dengan Arsen. Mereka tidak goyah walaupun tanpa kehadiran Arsen. Dan mereka juga berharap kalau Arsen bisa kembali lagi bersama mereka. Arsen memasuki wilayah hutan yang paling dalam. Suasananya sangat gelap sekali meskipun hari sudah pagi. Arsen mengambil pistolnya kemudian menembakkannya ke atas sehingga suara tembakan pun terdengar dengan keras di  hutan itu. Semua burung langsung beterbangan karena mendengar suara tembakan Arsen. Bahkan sepasang suami istri juga mulai penasaran dengan suara itu. Mereka langsung keluar dan mencari sumber suara itu. Arsen menyeringai ketika orang yang dicarinya muncul juga. "Aku datang kembali Mario" ucap Arsen dengan suara beratnya. Arsen membuka topengnya kemudian membuangnya ke tanah. Sekarang wajahnya sudah terpampang jelas di hadapan Mario dan Cinta selaku orang tua kandung Arini dan juga mertuanya.


Cinta semakin jengah dengan kesombongan Arsen. Dengan cepat dia mengambil tangan Arsen kemudian menggigitnya dengan kuat hingga mengeluarkan banyak darah. Tapi sayangnya ekspresi Arsen masih sama saja. Dia tetap datar meskipun tangannya digigit sampai terluka. Cinta melepaskan tangan Arsen kemudian menjilat sisa sisa darah yang ada di bibirnya sendiri. "Bagaimana? Apa itu kurang tuan yang sombong? Anggap saja itu adalah sambutan dari kami" ucap Cinta pada Arsen. Arsen tersenyum licik kemudian dia berbisik pada Mario. "Itu bukan sambutan kalian melainkan kematian istrimu. Kamu tahu sebelum aku datang kesini aku sudah mengoleskan racun di tanganku untuk berjaga jaga jika sewaktu waktu kalian menyerangku. Dan ternyata istrimu lah yang menginginkan pertama kali."


Mario langsung panik dia langsung melihat keadaan istrinya. Tapi yang ia lihat Cinta masih baik baik saja. Arsen berbisik lagi. "Racunnya akan bekerja setelah dua belas jam dan lihatlah setelah itu. Perlahan lahan dia akan mati meninggalkanmu seorang diri" Mario langsung menyerang Arsen. Dia langsung menghantamkan tangannya pada wajah Arsen. Arsen sempat terhuyung ke belakang kemudian dia membalas pukulan Mario tepat di matanya. Racun yang ada di jari tangan Arsen juga mengenai matanya. Arsen tersenyum puas.


Meskipun racun itu tidak berefek pada mata setidaknya itu bisa membuatnya sedikit kesakitan. Cinta langsung menolong suaminya. Dia menatap wajah Arsen dengan penuh dendam. "Tunggu saja pembalasan dariku, aku tidak akan pernah membiarkan kalian bahagia. Termasuk kau dan anak setan itu" Dengan tertatih tatih cinta membawa Mario pergi dari hadapan Arsen. Arsen tersenyum sinis kemudian melepaskan sarung tangan kulitnya. Dia tidak mungkin menaruh racun di tangannya sendiri. Dia meletakkan racunnya melalui sarung tangannya itu. Akan tetapi tetap saja tangannya berdarah akibat gigitan Cinta.  "Mereka tidak boleh diremehkan" batin Arsen.