
Arsen menendang batu itu hingga terlempar pada wajah Mario. Meskipun dia fokus dengan Cinta tapi insting Arsen begitu kuat dan tajam sehingga dia bisa mengetahui gerak gerik musuhnya. Mario langsung mengerang kesakitan karena batu itu jatuh tepat di bagian matanya. Darah pun langsung mengalir dari matanya. Cinta hanya melihatnya dengan syok. Dia juga tidak bisa berbuat apa apa karena saat ini Arsen sudah mengendalikannya. "Sudah kuperingatkan kepada kalian untuk tidak bermain main denganku. Tapi kalian malah mengabaikan peringatanku. Kalian datang kembali untuk merusak kehidupan yang sudah lama kuperbaiki" ucap Arsen sambil memandang Cinta dan Mario dengan penuh kebencian. Mata Mario rusak sebelah akibat batu besar yang dipegangnya sendiri tadi. Arsen langsung melempar cinta ke bawah hingga terjatuh di samping Mario. Cinta langsung terbatuk batuk kemudian dia memeluk Mario dari samping. Cinta merasa tidak tega pada Mario karena kondisinya saat ini. "Kamu tidak bisa melakukan ini pada kami Arsen, bagaimana pun juga Bella yang saat ini menjadi istri kamu adalah anak kandung kami. Aku yang melahirkan dia. Dan sekarang kamu akan membunuh orang yang sudah melahirkan istri kamu" ucap Cinta pada Arsen. Bella yang dia maksud adalah Arini. Bella adalah nama dari Cinta untuk Arini. Dan Arsen mengubahnya karena nama itu tidak pantas baginya. Apalagi diberikan oleh orang tua yang begitu kejam seperti mereka.
"Orang tua kandung? Sekarang drama apa lagi yang akan kalian mainkan. Aku tidak peduli mau status kalian orang tua kandung atau apa. Yang aku pedulikan hanya lah keselamatan keluargaku termasuk Arini dan Anak anakku. Siapa yang berani mengusik kehidupanku maka orang itu harus disingkirkan" Arsen benar benar tegas ketika mengatakan hal itu. Mario mengulurkan tangannya pada Cinta dan memegang tangannya. "Jangan sampai kamu mengemis pada orang seperti dia, biarkan dia melakukan hal sesuka hatinya." ucap Mario dengan terbata bata. Rasa sakit di matanya membuatnya lemah tak berdaya. Cinta menggelengkan kepalanya dengan kuat. "Aku tidak mengemis aku hanya memberi tahukan pada orang bodoh ini siapa kita."
"Sudah cukup basa basi kalian" Arsen mengambil pistol yang ia simpan di balik bajunya. Mata Cinta terbelalak ketika melihat pistol itu. Pistol itu adalah pistol yang paling canggih di dunia. Sekali menembak pelurunya bisa langsung menembus ke tubuh. Dan pistol itu juga terkenal dengan nama pistol mematikan. Karena banyak orang yang terkena tembakan pistol itu dan berujung kematian. Mario berusaha untuk bangkit kemudian dia memeluk Cinta. Mario berusaha melindunginya meskipun keadaannya sendiri tidak memungkinkan untuk melindunginya. "Bunuh saja aku dan biarkan istriku hidup. Dia sedang hamil" ucap Mario sambil memegang perut Cinta. Cinta dengan mata berkaca kaca langsung menoleh pada Mario. Mario sampai rela berbohong hanya untuk menyelamatkan dirinya. "Tidak, bunuh aku juga. Aku sedang tidak hamil. Dia berbohong"
Arsen dengan terang terangan menyindir mereka. Dia dengan santainya merokok sambil melihat kedua orang itu yang berada di bawahnya. Lalu Arsen mengecek jam tangannya, waktu yang dia berikan sudah habis. Arsen membuang rokokmya kemudian memegang pistolnya dengan benar. "Waktu kalian habis, sekarang bersiaplah"
Mario dan Cinta langsung memejamkan matanya secara bersamaan. Kemudian terdengarlah suara tembakan. DORRRRRRRRR!