
Beberapa hari kemudian, sejak insiden Arsen diikuti oleh seseorang yang misterius, Arsen sudah jarang keluar rumah kecuali untuk pergi ke kantor. Bukannya takut, Arsen hanya ingin menjaga Arini yang berada di rumah. Dia akan memastikan sendiri siapa nama pria itu. Jangan pikir kalian tidak tahu jika Arsen hanya pura pura bodoh, dia mengabaikan seseorang yang dicurigainya pasti karena ada suatu Alasan yang sangat logis. dan alasan ini masih disimpan sendiri oleh Arsen.
Saat lagi Asyik Asyiknya merokok, Arini keluar dari kamar. dengan cepat Arsen mepempar rokoknya ke sembarang arah kemudian mengambil koran dan bersikap seolah olah dia sedang membaca koran. Arini yang melihat Arsen duduk dengan tenang langsung berjalan menghampirinya dengan membawa sesuatu di tangannya.
"Mas, kamu apain dalaman aku sih? Kok semunya bolong bolong gini" Arsen memegang korannya sambil menggelengkan kepalanya. "Biar dadamu bisa nafas, kasian kalau sesak" Jawab Arsen. Kemudian Arini masuk ke dalam kamar lagi dan keluar lagi dengan membawa beberapa dalaman yang sudah bolong gara gara Arsen itu. "Tuh lihat Mas, maksudnya apa sih? Kenapa coba tengah tengah bra ku bolong gini." Arsen membuyarkan fokusnya lalu memilih menatap ke arah Arini.
"Ini namanya seni Sayang, lihat deh lucu gak?" Arsen mulai membuat dada Arini memakai hal itu. Yang lainnya tertidur tapi mereka hanya sibuk dengan dunia mereka sendiri. Arini menghela nafas lelah kemudian dia langsung memeluk Arsen dengan heran. Bayinya selalu tidak mau jauh dari Arsen, tiap kali kemana pun Arsen pasti akan dicari. "Empuk banget, tidak sia sia aku melubanginya" batin Arsen. Sambil memeluk Arini tangan Arsen yang nakal juga menghinggap di puncak dada Arini. Dia mengelus kepala Arini sambil juga mencubit gemas puncak itu. Arsen memutar dan memilinnya dengan baik. "Sayang" bisik Arsen dengan mesra.
Arini menurunkan tangannya kemudian dia memasukkan tangannya ke dalam Boxer Arsen, dia sangat membutuhkan Boxer daripada ****** ***** karena. "Hangatnya" gumam Arsen ketuki Arinu mulai mempermainkan miliknya. Arsen tidak mau kalah dengan Arini, dengan cepat dia langsung menarik dada Arini dan mengulum tepat di bagian puncaknya. Arini yang terkaget pun langsung melepaskan tangannya. Tapi kemudian dia memasukkannya kembali. Percintaan pun semakin memanas, Arsen mulai membuka kancing baju arini, dia melepaskan semuanya sambil menikmatinya "Buka semua pakaianmu" ucap Arsen pada Arinu. Dengan cepat Arini langsung membuka pakaiannya. Mulai dari pakaian atas hingga pakaian bawah. Sekarang tubuh Arini sudah mulai polos tanpa ada yang menutupinya sedikit pun.
Setelah itu Arsen mulai menindih tubuh Arini. Dia menggenggam kedua tangan Arini dan meletakkan di atas kepalanya.. Sekarang Arsen menikmati pemandangan itu. Sekarang sudah saatnya dia mencelupkan batangnya ke dalam untuk sebentar.
"Aku akan memasukimu" ucap Arsen lalu dia memposisikan dirinya dengan baik. Dengan tidak terlalu menekan Arini dan melakukannya dengan lembut. Arsen tidak akan minta hal yang aneh aneh lagi yang penting dia bisa memasukkan itunya walau hanya sebentar. Lagi pula Arini sedang hamil jadi dia tidak bisa berbuat lebih walaupun menginginkannya. Dan selanjutnya terjadilah proses perkembang biakan manusia. Mereka sama sama melenguh kenikmatan dan terus melakukannya dengan cepat. saling menyebut nama juga saling mengeluarkan cairan.