Hot Daddy

Hot Daddy
Menjelang Akhir



Via dan Arini turun bersamaan. Mereka berjalan dengan sangat Anggun. Arini memakai sebuah Dress yang memang sudah disiapkan Arsen untuknya. Sedangkan Via dia memilih pakaiannya sendiri. Via memilih Dress yang juga bisa dipakai oleh ibu hamil sepertinya. Max benar benar menggelengkan kepalanya melihat betapa seksi nya istrinya itu. Menggunakan Dress dengan perut yang membesar. "Kalian sudah siap?" tanya Arsen pada kedua wanita tersebut yang notabenenya adalah istri dan adik iparnya. "Sudah Mas" jawab Arini. Arsen mengangguk lalu dia menitipkan Rei pada Max sedangkan Aiden digendong Arini sendiri. Alea, dia tidak mau lepas dari gendongan Arsen. Padahal tadinya Arsen yang akan menggendong Aiden.  Arsen sudah menyiapkan dua mobil untuk mereka. Satu mobil untuk keluarga kecilnya dan satu mobil lagi untuk Max dan Via. Mereka akan pergi dengan supir yang memang sengaja Arsen pekerjakan untuk hal itu. "Bi, aku titip rumah dulu ya. Kami akan pulang sekitar jam 12 malam nanti" pesan Arsen pada Bi Mina. Bi Mina mengangguk seraya membantu Arini sampai masuk ke dalam mobil. Max membukakan pintu untuk Via sambil menggendong Rei. "Rei biar aku saja yang gendong mas" ucap Via pada Max. "Perut kamu sudah besar, lebih baik aku saja." ucap Max. Via pun mengangguk lalu kemudian Max juga ikut masuk ke dalam duduk di samping Via.


"Jalan pak" ucap Arsen pada supirnya. "Baik tuan" Setelah itu kedua mobil tersebut segera berjalan meninggalkan halaman rumah Arsen.


.


.


Jam 7 malam semua karyawan sudah berkumpul di kantor. Rocky sibuk memantau pesta itu. Dia tidak mau ada sedikit kekurangan dalam pesta itu karena ini adalah pertama kalinya Arsen mengadakan pesta di kantor. Penampilan Rocky hari ini juga terlihat sangat berbeda dari sebelumnya. Dia menggunakan setelan jas yang mahal yang mungkin hanya ia gunakan untuk malam ini saja. Selain mengundang semua karyawan Arsen juga  mengundang beberapa kolega bisnisnya. Dia sudah mempersiapkannya dari jauh jauh hari. Mobil Arsen dan Max sudah tiba di kantor. Rocky yang melihat itu langsung keluar untuk menyambut kedatangan Ceo sekaligus direktur mereka. Rocky meminta semuanya untuk tetap tenang dulu sebelum Arsen benar benar masuk ke lobi kantor. Supir membukakan pintu untuk Arsen dan Arini. Begitu pun juga Max dan Via. Arini dan Arsen langsung turun dari mobil secara bersamaan. Pandangan Arini langsung berpusat pada kantor yang sudah didekorasi semuanya. Dan semuanya tampak indah meskipun hanya dilihat dari luar. "Ini semua Mas yang nyiapin?" tanya Arini sambil menoleh pada Arsen. Arsen mengangguk. "Dan selebihnya itu diurus oleh Rocky dan yang lainnya" Jawab Arsen. Selain Arini Via juga mengatakan hal yang sama tentang kantor Arsen. Semuanya tampak begitu menakjubkan. Kesannya begitu mewah tapi juga sederhana. "Ayo kita masuk" ajak Arsen pada Max dan Via.


"Baiklah"


"Iya Mas kalau gitu aku sama Via pergi dulu"


"Mari Bu" ucap Rocky sambil menunduk. Tanpq sengaja mata Rocky bertatapan dengan Alea yang juga menatapnya. "Bayi yang cantik" Gumam Rocky.