
Matahari mulai masuk ke dalam ruangan, cahayanya menembus ke dalam sehingga mengganggu waktu tidurnya seseorang. Max menutupi wajahnya dengan tangannya. Tapi tiba tiba tangannya tidak sengaja menyenggol sesuatu. Max mulai membuka matanya secara perlahan lahan dan saat matanya terbuka dengan sempurna, betapa mengejutkan baginya ketika melihat seorang perempuan yang sudah tidak memakai sehelai benang apapun lagi dan sekarang dia tengah memeluknya. Max menyingkap selimutnya dan melihat bahwa keadaan dirinya pun sama. Ririn mengintip di sela sela tidur palsunya, dia tersenyum licik di dalam hatinya. Dia akan memanfaatkan ini sebagai awal dari keuntungan terbesarnya. Dengan segera Max langsung menendang tubuh Ririn daru atas kasur sehingga Ririn langsung terjerembab begitu saja. "Awshhhhhh"
"Dasar wanita iblis, apa yang kamu lakukan pada tubuhku hah?" Max biasanya tidak pernah kasar dengan wanita, tapi jika wanitanya itu adalah wanita iblis seperti dia. Maka Max bisa jadi apapun. Ririn langsung terbangun dari jatuhnya yang tidak elit, sekarang dia berdiri sehingga tubuh polosnya benar benar terlihat semuanya. Max langsung memalingkan mukanya. Tidak mau melihat pemandangan menjijikkan itu. Ririn kembali mendekat pada Max dan duduk di sampingnya. Dia mengambil tangan Max dan meletakkan di dadanya. Max akan melepaskannya tapi tangannya ditahan dengan kuat oleh Ririn. "Kamu tanya apa yang aku lakukan pada tubuhmu? Seharusnya aku yang bilang begitu. Apa yang kamu lakukan pada tubuhku. Lihat lah, ini adalah bekas bekasmu semalam"
Ririn menunjukkan bagian bagian yang terlihat seperti kissmark di dadanya. "Kemudian kamu juga memegang dadaku seperti ini dan diremas." Max langsung menghentakkan tangan Ririn dengan kasar. Dia menatap wajah Ririn dengan bengis. Kemudian tanpa diduga Max malah mencekik leher Ririn sehingga membuat Ririn kesulitan untuk bernafas. "Dasar wanita iblis, kamu pikir aku akan percaya dengan perkataan iblis sepertimu. Aku tau kamu sudah memanipulasiku, kamu memberikan obat tidur dalam kopi yang kamu buat kemudian kamu mulai melancarkan aksi konyolmu, begitu bukan?"
Siapa sangka meskipun Ririn masih dicekik dia bisa tertawa lepas. Tawanya sangat menggelegar di ruangan itu. Tapi Max tidak peduli dia malah semakin mempererat cekikannya. "Kalau kamu tidak percaya aku bisa memberikan bukti pada kamu bahwa semalam kamu melakukan itu padaku." Max melepaskan tangannya dari leher Ririn. "Kamu sudah berani mencari masalah denganku, lihat apa yang bisa kulakukan untukmu nanti, dasar wanita iblis" Max langsung mengambil pakaiannya dan memakainya kembali. Setelah itu dia langsung keluar dari ruangan itu meninggalkan Ririn dengan senyuman liciknya. "Lihatlah Max yang tersayang, kamu akan menyesal karena telah melakukan hal ini padaku"
Sedangkan di sisi lain, sesuai dengan rencana kemarin hari ini mereka akan pergi menemui seseorang. Dan orang itu adalah Genita. Shila menyamar menjadi cowok ganteng di instagram yang kemudian berpura pura juga untuk menyukainya. Dan dari situlah mereka sepakat untuk bertemu. "Sudah siap semuanya kan?" tanya Arini pada ketiga teman temannya. "Tenang aja semuanya udah siap." jawab Gabriel. "Ya udah, tunggu apa lagi. Ayo kita berangkat" jawab Arini. Kemudian mereka masuk ke dalam mobil Via, Via dan Arini duduk di depan sementara Gabriel dan Shila duduk di belakang. "Jalan guys"
.
.
"Biasa aja..." Saat itu telfon Shila langsung berbunyi.
Shila langsung menyuruh semua teman temannya untuk diam. Kemudian dia mengangkat telfon tersebut. Shila langsung memposisikan dirinya sebagai cowok karena yang baru saja menelfonnya adalah Genita. "Halo" ucap Shila dengan suara beratnya. "Iya halo Mas, kamu dimana? Aku sudah sampe di atas nih" Shila melirik ke arah teman temannya dan mereka mengangguk bersamaan. "Iya sebentar lagi aku nyampek" jawab Shila. "Baik mas, aku tunggu ya"
Setelah panggilannya terputus, mereka langsung menyoraki Shila. "Buruan sana ditunggu sama calon pacar lo tuh" ledek Gabriel. "Dih walaupun gue cowok, gue juga gak mau kali kalau dapet pasangan seperti dia"
Shila mengambil parfum dari dalam tas nya kemudian menyemprotkannya di seluruh tubuhnya. "Gue otw, kalian stand by di tempat"