Hot Daddy

Hot Daddy
Nikmat yang sesungguhnya



Makan malam di keluarga Arsen berlangsung dengan khidmat. Semuanya menikmati makanan hari ini. Termasuk Bi Mina yang notabenenya adalah pembantu di rumah itu. Mila dan Garda tidak protes malah dia senang Bi Mina mau makan bersama mereka. Disaat yang lainnya makan dengan sendiri Arini malah meminta disuapi oleh Arsen. Arsen sendiri tidak menolak malah dia senang karena Arini meminta disuapin olehnya. "Mas aku mau ayam nya tapi jangan pake sambel" ucap Arini pada Arsen. Arsen mengangguk lalu dengan patuh dia mengambil daging ayam dan menyuapkannya pada mulut Arini. Hal itu tidak luput dari perhatian Garda dan Max. Seketika istri mereka juga menginginkan hal yang sama. Mereka iri dengan keromantisan Arsen dan Arini. Arsen yang menyuapi Arini dengan tangan dan Arini yang selalu membuka mulut untuk Arsen. Bi Mina ingin tertawa dalam hatinya ketika melihat Via dan Mila saling memberi kode pada suaminya masing masing. Karena takut dia jadi nyamuk akhirnya Bi Mina memilih untuk menyelesaikan makannya. "Tuan, nyonya, saya sudah selesai makan. Kalau begitu saya mau lanjut ke dapur dulu" ucap Bi Mina.


"Emm iya udah Bi" jawab Mila mewakili semuanya. Bi Mina mengangguk lalu dia kembali ke dapur dan meninggalkan para majikannya bersama pasangannya. Tidak hanya sampai disitu Via malah dengan sengaja menyenggol tangan Max hingga makanan yang akan masuk ke dalam mulutnya terpaksa harus jatuh lagi ke piring. Max langsung menoleh ke arah Via. "Apa lagi?" tanya Max dengan gemasnya. "Pengen disuapin juga" jawab Via. Max melihat ke arah Garda, Garda mengangkat bahunya. "Ihh Mas ayo aku mau disuapin juga" Via mengambil piring makanannya kemudian memberikannya pada Max. Dengan setengah hati Max mengambilnya dan mengikuti apa kemauan Via. Sedangkan Garda dia berbisik di samping telinga Mila. "Ingat, kita sudah tua. Jangan mesra mesraan di depan anak dan mantu. Lebih baik kamu siap siap di kamar aja" ucap Garda dengan tersenyum penuh arti.


Mila mencubit perut Garda dengan keras hingga membuat Garda memekik kesakitan. "Kenapa pa?" tanya Arini ketika mendengar suara kesakitan dari ayah mertuanya.  Mila hanya menundukkan kepalanya dan bersikap seolah olah dia tidak tahu apa apa. Semuanya langsung melihat ke arah Garda. "Tidak ada apa apa kok, tadi hanya ada tikus  yang menggigit papa" ucap Garda sambil terkekeh. Mila hanya memasang wajah datar saja. "Tikus yang menggigit atau Mama yang mencubit?" dengan santainya Arsen melanjutkan menyuapi Arini setelah mengatakan hal itu. Max seketika tertawa dengan keras ketika menyadari hal itu. "Ternyata tikus besar yang menggigit papa" ledek Max dan semakin membuat wajah Mila memerah. "Sekali lagi godain mama, mama jewer telinga kamu Max" ucap Mila. Max masih terkikik geli. "Aaaaa ayo buka mulutnya" ucapnya pada Via.


Setelah semuanya selesai mereka semua kembali ke kamar masing masing. Via dengan Max, Mila dengan Garda dan juga Arsen dengan Arini. Arsen masuk ke dalam kamar kemudian mengunci pintu kamar sebelum tidur. Arini yang memang sudah mengantuk langsung membaringkan dirinya di atas kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Arsen membuka kaos nya kemudian ikut bergabung bersama Arini. Arsen langsung memeluk Arini dari belakang. Arini tersenyum ketika tangan Arsen melingkari tubuhnya. Tapi dia tiba tiba kaget saja ketika tangan Arsen menyusup ke dalam bajunya dan melepaskan *** yang ia pakai di dadanya. "Mas, mau ngapain?" tanya Arini sambil menoleh ke belakang. "Nikmati saja ya" Arsen langsung memasukkan lidahnya ke dalam mulut Arini dan menciuminya dengan penuh kelembutan dan gairah. Sudah lama dia menahan hasratnya karena Arini sedang hamil.


Arsen kembali melanjutkan kegiatannya bersama Arini. Mulutnya tidak lagi mencium bibir Arini melainkan turun ke dada Arini. Arini mencoba menahan rangsangan yang diberikan  Arsen padanya agar tidak sampai ke tahap selanjutnya. Tapi perempuan mana yang akan tahan jika Area sensitifnya dipermainkan oleh seorang pria. Arini larut dalam permainan Arsen hingga membawanya ke sebuah kenikmatan dunia