
Suara gemericik air terdengar dari dalam kamar mandi, seorang laki laki dengan bentuk tubuh yang atletis menyirami dirinya dengan air shower. Tubuh yang biasanya selalu terbalut jas mewah sekarang menunjukkan keindahannya. Perut yang Six pack dan lengan yang berotot. Rocky menggosok rambutnya dengan cairan sampo yang biasa ia gunakan. Dia selalu memakai sampo varian strawberry yang menurutnya sangat wangi dibandingkan sampo biasa. Rocky memejamkan matanya sambil meresapi air yang membasahi tubuhnya. Dia masih mengingat dengan jelas apa yang dikatakan Arsen tadi siang.
(Flasback)
Rocky duduk dengan tenang di dalam mobil sambil melihat ke luar jendela. Suasana di mobil sangat hening pada saat itu. Tidak ada yang bersuara satu pun hingga Arsen memulai obrolan dengannya. "Rocky, boleh saya bertanya sesuatu sama kamu?"
Rocky langsung menolehkan kepalanya menghadap Arsen lalu menjawabnya. "Apa yang ingin bapak tanyakan?" Arsen menghela nafasnya sejenak sambil melihat ke arah Rocky. "Kapan kamu akan menikah? Umurmu sudah tidak muda lagi. Sebentar lagi usia mu sudah 45 tahun. Sudah 17 tahun lebih kamu setia dengan saya. Kamu pasti butuh pendamping hidup" Rocky terdiam untuk beberapa saat, perkataan Arsen sangat membebani pikirannya. Arsen tidak tahu saja bahwa saat ini Rocky punya satu nama dalam pikirannya. Tapi Rocky masih khawatir dengan jarak umur mereka yang terpaut sangat jauh. Rocky tersenyum kemudian menjawab pertanyaan Arsen. "Sebenarnya saya sudah punya seseorang yang spesial di hati saya pak, hanya saja saya takut untuk mengungkapkannya. Umur saya terpaut sangat jauh dengan dia."
"Berapa umur orang yang kamu sukai itu?" tanya Arsen kemudian.
"17 tahun"
"Umur tidak jadi masalah, yang penting tanggung jawabnya"
"Menurut bapak saya orangnya seperti apa?" Rocky melihat ke arah Arsen sambil menunggu jawabannya. Arsen tertawa kemudian menepuk bahu Rocky dengan pelan. "Kamu orangnya terlalu kaku, tapi kamu selalu bertanggung jawab. Suatu saat saya akan mencarikan suami untuk Alea yang seperti kamu. Bertanggung jawab. Jujur saja saya menyukai kamu, seandainya saya punya anak gadis yang umurnya sudah agak dewasa mungkin saya akan menjodohkannya sama kamu"
"Bapak ingin tahu siapa nama orang yang saya suka?"
Arsen kembali ke dalam mode serius dan fokus memandang wajah Rocky. "Siapa?" tanya nya.
"Azalea Alaskara Stevano M, putri dari bapak sendiri"
Wajah Arsen tidak mengeluarkan reaksi sedikit pun, Rocky juga tidak melihat ekspresi terkejut dari Arsen. Malah Arsen hanya tersenyum sambil mengatakan. "Sudah saya duga" ucap Arsen.
(Flasback Off)
"ARRGGHHHH"
"Ahhhhhhhhhhh"
Rocky bernafas lega saat cairan cintanya keluar dengan sangat banyak, sudah lama dia tidak melakukan hal ini karena sibuk dengan pekerjaannya. Dan ini adalah pertama kalinya Rocky melakukan dengan membayangkan Alea. Rocky langsung membersihkan juniornya yang kini mengecil kembali. "Kalau pak Arsen tahu bisa digampar aku" batin Rocky dalam hati. Rocky langsung menyirami dirinya kembali dan segera menyelesaikan mandinya dengan cepat. Berlama lama di kamar mandi membuat pikirannya semakin kacau.
.
.
"Alea pulang"
Alea masuk ke dalam rumah dengan lesu, sementara Aiden dan Rei terus menatapnya tajam dari tadi. Alea bahkan sampai tidak berselera melihat mereka.
"Masuk kamar dan belajar" ucap Aiden dengan nada dinginnya.
"Hm" jawab Alea dengan malas.
Alea sudah pasrah dengan nasibnya sekarang, nanti malam Gevan pasti akan datang ke rumahnya. Dia tahu Gevan akan datang. Karena Gevan merasa tertantang. "Sebentar" ucap Rei.
Rei melangkah mendekati Alea dan mengangkat tangannya. "Sini ponselmu"
"Buat apa?" tanya Alea.
"Kamu tidak boleh memegang ponsel sebelum belajar. Nilaimu tadi sudah sangat hancur jadi kamu harus belajar"
Dengan kesal Alea langsung memberikan ponselnya dan langsung pergu begitu saja. Rei hanya menggelengkan kepalanya. "Ada ada tuh anak" gumamnya.