Hot Daddy

Hot Daddy
S.2. Eps 34 Motor mogok



Alea langsung melemparkan dirinya ke atas kasur tanpa harus berganti baju terlebih dahulu. Dia tahu sebentar lagi Aiden akan masuk ke kamar nya. Melihat Dari tatapan Aiden tadi seperti nya Aiden sangat marah. Alea tidak bisa menahan air matanya. Dia menungkupkan wajahnya di atas bantal kesayangannya. Sebelumnya Aiden tidak pernah semarah ini meskipun dia membuat kesalahan. Tapi kali ini seperti nya berbeda. Meskipun Alea belum menyadari akan kesalahan nya.


Selang beberapa menit kemudian Alea merasakan pintu kamar nya ada yang membuka. Alea semakin mengeratkan bantalnya ke wajahnya.


Aiden masuk ke kamar Alea, ia menarik nafas yang panjang. Berkali kali Alea membuat kesalahan tapi Aiden selalu memaafkannya.


"Abang mau bicara serius sama kamu"


Alea tidak menjawab. Dia terus saja menyembunyikan wajahnya di bantalnya. Aiden yang tidak suka diabaikan langsung saja menarik bantal tersebut sehingga membuat Alea langsung bertatapan dengan Aiden. "Abang tidak suka diabaikan Alea"


"Dan Alea juga tidak suka dipaksa. Alea ga merasa membuat kesalahan. Jadi sebaiknya abang keluar Dari kamar. Alea mau istirahat" Baru kali ini Alea membantah Aiden. Aiden mengepalkan tangannya. Gara Gara laki laki itu Alea bahkan sampai rela membantah nya seperti ini.


"Jadi seperti ini cara bicaramu sama Abang? Hanya Gara Gara Om Rocky kamu rela membantah Abang yang bertahun tahun bersamamu. Kamu bahkan dicium olehnya. Kamu pikir Abang gak tahu"


"Apa maksud abang? "


Aiden langsung menarik Alea sehingga Alea jatuh ke dalam pelukannya, dengan cepat Aiden langsung menyibakkan rambut Alea sehingga kissmark itu terlihat olehnya. "Masih mau mengelak sayang?"


Alea melepaskan dirinya Dari Aiden kemudian menutupi lehernya dengan rambut nya. "Ini hanya gigitan nyamuk, gak usah berpikiran yang enggak enggak" Elak Alea berusaha membuat Aiden mempercayainya. Alea langsung beranjak dari kasurnya, kemudian menarik tangan Aiden. Niatnya adalah untuk mengusir Aiden dari kamar nya. Alea benar benar tidak ingin Aiden mengetahuinya tentang hal itu. "Sekarang juga abang keluar Dari kamar Alea, Alea capek. Mau istirahat. Kalau abang Mau nuduh yang enggak enggak nanti aja"


Dengan badannya yang mungil, Alea berusaha mendorong Aiden Dan membuat nya keluar Dari kamar nya. Tapi sayang nya Aiden tidak membiarkan hal itu terjadi. Aiden langsung memeluk Alea dari belakang. Aiden tersenyum Smirk. "Kamu sudah tidak jujur lagi sama abang, jadi jangan salahkan abang jika sesuatu hal terjadi sama orang itu. Ingat Alea, Abang sudah dilatih oleh Daddy untuk hal seperti ini"


"Jujur"


.


.


.


"Ini motor kenapa pakek mogok sekarang sih Argghhh" Rei menendang motor nya dengan kesal. Dia buru buru untuk pulang ke rumah tapi motor nya malah mogok di tengah jalan. Rei memperhatikan jalanan di sekitarnya yang tengah sepi. Tidak ada satu pun kendaraan yang lewat. Bahkan ponselnya pun lowbat. "Kalau tau bakal mogok kek gini mending nebeng Daddy tadi" Dumelnya.


Tepat pada saat itu sebuah mobil berhenti di depannya. Rei tidak menghiraukannya karena dia hanya berpikir mobil itu mogok juga. Yang ia pikirkan saat ini adalah bagaimana caranya dia untuk pulang.


Seorang pria turun dari mobil sambil memperbaiki jas kantornya. Dia menutup pintu mobil nya sambil melepas kaca matanya. Kemudian ia menghampiri Rei yang duduk frustasi. "Ada apa dengan motormu? " Tanya pria itu.


Rei langsung mendongakkan kepalanya.


"Kamu?"


**SELAMAT MEMBACA**