Hot Daddy

Hot Daddy
Masker wajah



Setelah selesai sarapan Bi Mina langsung membereskan meja makanan sehingga membuat mereka bisa kembali melanjutkan aktivitasnya. Max yang sedang kenyang langsung bersendawa dengan keras. Padahal di sebelahnya ada Arini dan Sunshine Untungnya kedua wanita tersebut sibuk melakukan sesuatu di meja makan. "Bentar lagi siap kak tinggal di oleskan saja" ucap Sunshine pada Arini. Sesuai dengan permintaan Arini, Sunshine selesai membuat masker wajah. Sunshine memiliki banyak stok masker wajah  dan hari ini Sunshine sengaja meraciknya. Arini ingin memakaikannya pada  kedua pria yang dia inginkan.


"Nah ini kak" Sunshine menyerahkan semangkuk Krim wajah pada Arini dan  Arini langsung mengambilnya dengan cepat kemudian mengaduknya lagi. Kemudian Arini menatap ketiga pria tersebut, dia akan memilih orang yang akan ia oleskan masker pertama kali. Entah bagaimana bisa Arini tiba tiba mengidam melihat dua di antara lelaki tersebut menggunakan masker wajah. Dia hanya ingin melihat saja bagaimana wajah tampan jika diolesi oleh masker. Max pura pura bermain game, Nichole memilih bersiul sedangkan Arsen dia malah duduk tenang di tempatnya, dia tidak bergerak sama sekali.


"Uncle Max, kamu duluan" ucap Arini. Max langsung mengangkat kepalanya dan menunjuk dirinya sendiri dengan menggunakan tangannya. "Iya, Ayo cepat" akhirnya mau tidak mau Max mendekat pada Arini. Setelah duduk di hadapan Arini, Arini memakaikannya bando agar masker wajahnya tidak akan retak karena gangguan rambutnya. "Sun, kamu juga maskerin tuh cowok kamu, kayaknya dedek bayinya pengen liat wajah jelek jelek mereka" ucap Arini. Memang selama ini Arini sering mengidam hal yang aneh aneh, kadang dia menyuruh Arsen untuk mengajak bicara kecoa,   menggendong Bi Mina mengelilingi rumah bahkan menyuruh Arsen bertingkah seperti monyet.


"Oke kak, bentar dulu" Nichole paling anti dengan yang namanya benda benda cewek seperti masker itu, meskipun ada beberapa cowok yang juga pernah memakainya tapi Nichole sangat jijik. Dan hari ini pula dia harus melepaskan rasa jijiknya demi calon kakak iparnya itu. "Sayang sini coba" panggil Sunshine. Arsen mengisyaratkan Nichole agar cepat datang dan memenuhi panggilan pacarnya. Karena terlalu lama akhirnya Sunshine menarik Nichole dan membuatnya terduduk di samping Max. Sekarang Arini dan Sunshine sama sama fokus memberikan mereka masker. Beda hal nya dengan Arsen, tangannya akan mengambil rokok dari dalam sakunya tapi melihat disini masih ada Arini diam diam Arsen mengurungkan niatnya.


Arini terkikik geli ketika melihat wajah Nichole dan Max yang sudah terolesi dengan masker. Mereka seperti panda karena bagian mata mereka tidak Arini maskeri. "Bagus sih tapi ada yang kurang?" ucap Arini. Arini mundur sedikit kemudian dia mengamati penampilan mereka. "Wig, bagaimana jika mereka harus memakai Wig bukankah itu terlihat sangat indah kak" Sunshine dan Arini saling melempar senyum mereka. Max sudah tahu senyuman mereka adalah senyuman bahaya untuk mereka. Diam diam dia menyenggol Nichole "Lebih baik kita pergi saja daripada harus memakai Wig juga"


"Bagaimana kita akan kabur jika di sana saja ada orang yang mengawasi kita, coba kakak lihat" Max melihat ke depan dan menemukan Arsen yang bersedekap dada sambil menatap lurus ke arahnya. "Pawangnya sudah menatap tajam kita" Gumamnya. Sunshine langsung naik ke atas kamarnya untuk mengambil sesuatu, dia tersenyum jenaka pada kekasihnya dan Max sebelum pergi. "Tunggu sebentar ya"


"Jangan terlalu sibuk dengan mereka" Bisik Arsen di telinga Arini. Bulu kuduk Arini merinding karena jambang Arsen menggesek dengan lembut di lehernya. "Sebentar kok Mas" jawab Arini lagi. Tapi Arsen malah menekan tubuh Arini ke belakang hingga Arini merasakan benda keras yang sudah tegang di tubuh bagian belakangnya. Arini menoleh pada Arsen.


Arsen mengangguk dengan tatapan sayu nya. Tanpa aba aba lagi Arsen langsung membopong tubuh Arini dan membawanya ke dalam kamar. Arsen sudah tidak peduli jika Max dan Nichole melihat kejadian barusan. Yang penting sekarang ia harus menyelesaikan misinya terdahulu. "Kenapa sih kak?" tanya Nichole bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Max mengangkat bahunya acuh tidak acuh. "Mana aku tahu" jawabnya. Tepat setelah itu Sunshine turun dengan membawa dua buah Wig yang berwarna Cokelat dan Merah. "Kak, ini.....loh kakak kemana?" tanya Sunshine saat melihat Arini sudah tidak ada disana.


"Lagi di bawa ke kamar sama pawangnya" jawab Max dengan asal. Sunshine hanya bisa mengangguk. "Ya udah, kalian pake aja Wig nya"


Max dan Nichole menoleh bersamaan lalu menatap Sunshine dengan sengit. "OGAHHHHH" jawab mereka bersamaan lalu meluyur pergi entah kemana. "Lah salahku apa?" batin Sunshine.