
Aiden, Icang dan Rei berjalan melewati kelas Alea untuk menuju ke kantin. Mereka bertiga selalu tidak lepas dari pusat perhatian. Tapi mereka tidak mau ambil pusing, Mereka terus berjalan dan tidak mempedulikan bisikan bisikan yang terus mengagumi ketampanannya. Sepanjang perjalanan Icang terus bersiul sambil menyugar rambutnya ke belakang. Di antara mereka bertiga memang Icang lah yang paling percaya diri. Meskipun wajahnya tidak setampan Rei dan Aiden tapi wajah Icang mampu mengikat Mbak sri penjual jamu yang masih muda.
"Cang lo pesen makanan gih biar gue dan Bang Aiden yang nyari tempat" ucap Rei pada Icang.
Icang mengangguk dan segera pergi untuk memesan makanan mereka. Sementara Aiden dan Rei langsung mengambil tempat yang paling pojok. Itu Adalah ide Aiden karena Aiden tidak suka menjadi pusat perhatian. Aiden melihat ke sekelilingnya, Hari ini kantin tidak terlalu penuh sebab sebagian dari mereka lebih memilih nonton basket di lapangan ketimbang makan di kantin. Pada saat itu tatapannya jatuh pada sebuah meja yang tampak sangat familiar baginya. Tentu saja karena itu adalah meja yang selalu ditempati adiknya, Alea.
Wajah itu
Aiden melihat nya lagi, gadis yang bersama Alea itu terlihat sangat mirip dengan mendiang temannya. "Apakah itu dia? " batin Aiden. Aiden terus melihatnya sampai akhirnya Nana yang berada di meja Alea juga melihat ke arahnya. Mereka berdua saling menatap satu sama lain selama beberapa detik hingga akhirnya Nana memutuskan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Rei yang sedari tadi bermain ponsel dia juga menyadari ke mana arah tatapan itu, Aiden juga Sudah menceritakannya pada Rei sehinggal Rei tau apa yang ada dalam pikiran kembarannya itu.
"Kenapa gak disamperin aja sih Bang" ucapnya pada Aiden.
"Gue takut salah mengira, takutnya harapan gue gak sesuai Ekspetasi. Karena bagaimana pun Nana udah meninggal. Mustahil rasanya buat hidup kembali"
"Setidaknya lo bisa memastikan. Kalau emang dia Nana yang lo maksud berarti dia emang masih hidup"
Keduanya terdiam sambil merenung beberapa saat . Tapi suara Icang membawa mereka ke alam sadarnya.
"Nih makanan kita, Baru siap. Tadi ngantrinya lama banget sampe sesek gue" Icang meletakkan makanan Aiden Dan Rei di meja mereka.
"Thankz" ucap Aiden.
"Lo berdua pada ngomong apaan tadi? " Icang mengaduk Mie ayamnya sambil bertanya pada mereka.
"Gak Ada, hanya obrolan biasa"
Icang mengangguk tapi kemudian dia teringat sesuatu. Icang meletakkan kembali garpu nya kemudian menoleh ke meja Alea. "Den, lo tau gak? di kelas Alea ada anak baru. Katanya sih cewek kalau gak salah namanya Nana gitu yang gue denger tadi"
"Nana? Nama lengkapnya siapa? " Tanya Aiden dengan antusias. Dia khawatir salah orang lagi seperti kejadian tadi di parkiran.
"Ya mana gue tau, gue cuma denger Alea manggilnya Nana udah itu doang" Icang melihat Aiden dengan curiga, dia memicingkan matanya kemudian bersedekap dada.
"Eittss tunggu dulu, tapi sejak kapan Aiden beruang kutub ini peduli sama cewek? Apalagi anak baru. Ada apa ini? Apa ini Ada hubungannya sama pertanyaan lo tadi di kelas? " Ingin rasanya Aiden menampol wajah Icang, suaranya terdengar dengan keras hingga banyak orang mendengarnya.
"Aiden suka sama seseorang kek nya"
"Gak mungkin lah gue yakin dia gak suka cewek"
"Bodoamat yang penting Aiden bebeb gue"
"Aiden My Hunny Bunny"
Bisikan hangat mulai terjadi lagi. Icang meringis ketika dia mendapat tendangan maut di bawah meja dari kaki Aiden. "Pisss den ga sengaja"
"Tapi liat deh, cewek itu aneh. Masa pas denger nama Aiden dia langsung pergi" ucap Rei yang terus memperhatikan dari tadi.
BRAKKKK
Aiden berdiri dan langsung mengikuti kemana Nana pergi. Kursi yang is duduki tentu saja jatuh karena nya. Rei terkekeh melihat Aiden yang begitu semangat. "Aiden mau kemana? " bisik Icang pelan sekali sampai Rei hampir tidak mendengarnya.
"Lo ngapain bisik bisik segala sih" kesalnya.
"Tadi ngomong keras ditendang sekarang bisik bisik juga salah, mending gue.... "
Rei langsung menyumpal mulut Icang dengan Bakso Milik nya. "Syiaalhannn Lo Relll"
Rei tertawa sambil melanjutkan makannya.
**Hai Semua
Udah lama ya sejak aku terakhir kali Update.
Aku disini cuma Mau Minta Follow kalian biar semakin semangat
Dan satu lagi
Aku juga Mau merilis novel baru dalam beberapa hari ke depannya.
Novel yang ini tentu saja dilanjut kok sampai Tamat
Jadi kalian ga usah Khawatir
Mohon dukungannya ya
Salam Sayang
Author**