Hot Daddy

Hot Daddy
Pulang



Tiga hari sudah berlalu begitu cepat, hari ini adalah hari dimana Max dan Arsen akan kembali dari luar kota. Kedua wanita itu sudah bersiap siap untuk menyambut suaminya. Sedari tadi mereka tidak beranjak dari ruang tengah hanya untuk menunggu mereka. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang, Max bilang mereka akan tiba dalam waktu dua jam lagi itu artinya mereka akan tiba ketika jarum jam sudah menunjuk ke arah jam dua. "Ngantuk banget gue" ucap Via sambil menggeliatkan badannya.Arini juga menggerakkan tangannya ke arah samping, tubuhnya tidak bisa digerakkan karena terlalu lama duduk disana apalagi karena kandungannya juga yang semakin membesar. "Lo tiduran aja deh Rin, kasian gue liat lo. Bentar, gue ambil bantal dulu di kamar" ucap Via. Arini mengangguk sambil lalu dia mengajak ngobrol bayi yang masih ada di perutnya. "Kamu nendang mommy dari tadi gak sabar ya nungguin Daddy pulang? Sabar ya sayang bentar lagi Daddy pulang" bukannya berhenti Arini malah semakin merasakan tendangan mereka di dalam perut. Arini terkekeh sendiri kemudian dia mengelus perutnya sendiri.


Via kembali dari dalam kamar dengan membawa dua buah bantal. Kemudian dia membantu Arini untuk berbaring di atas sofa. Beruntung sofa itu sangat luas sehingga memungkinkan untuk Arini berbaring disana. "Kakinya luruskan" ucap Via pada Arini. Arini menurut dia meluruskan kakinya kemudian Via juga menambahkan bantal di bawah kepalanya. "Selesai deh" ucap Via. Arini mendongakkan kepalanya kemudian melihat ke arah Via. "Mereka masih lama mending kita tidur siang aja Vi daripada kita nunggu sambil ngantuk gini" ucapnya pada Via. "Boleh juga, yaudah lo tidur duluan gih. Gue juga mau ngambil selimut"


.


.


Max dan Arsen masih menempuh perjalanan, wajah mereka sudah dipenuhi dengan senyuman. Karena pekerjaan mereka sangat lancar dan malah juga mendapat keuntungan. Max mengambil ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Via. "Kenapa gak diangkat ?" gumam Max  ketika telfonnya tidak kunjung diangkat. Arsen menoleh sebentar kemudian dia fokus menyetir. "Mungkin ponselnya ada di kamarnya, bukannya kamu tahu kalau Via jarang memegang ponsel di luar kamar" Max berpikir sebentar berusaha mengingat sesuatu lalu dia menjetikkan jarinya dengan tiba tiba. "Kamu benar, Via jarang membawa ponselnya keluar kamar" Arsen menggelengkan kepalanya. "Suami macam apa kamu hal kecil seperti itu saja masih sering lupa" ucap Arsen. "Bukan lupa tapi efek karena bahagia hari ini"


"Alasan aja kamu" Max menatap Arsen dengan malas. Daripada dia mendengarkan kata kata Arsen lebih baik dia mendengarkan musik. Max  menghidupkan musik di mobil mereka. Max memilih lagu yang sekiranya dia tidak akan diomeli karena memilih lagu itu. Pernah waktu itu Max memilih lagu Dangdut yang berjudul oplosan dan seketika itu juga Arsen langsung mematikan musiknya dan beralih mengomeli Max. Max yang saat itu ingin mendengarkan musik malah mendengarkan omelan Arsen yang pedasnya mengalahkan cabe rawit. Kali ini Max memilih untuk menghidupkan lagu kpop kesukaannya. Max sangat menyukai black pink, diam diam dia adalah fanboy. Dan sampai sekarang Via juga belum mengetahui kalau dia adalah seorang Fanboy.


.


.


Bi Mina hanya tersenyum saja ketika melihat kedua istri majikannya tertidur lelap di sofa. Bi Mina mengambilkan selimut untuk Arini kemudian menyelimutinya. Sedangkan Via tubuhnya sudah dibungkus dengan selimut yang ia ambil tadi. Tidak lupa juga Boneka beruang yang menemaninya tidur. "Tidur aja masih cantik apalagi kalau buka mata" Bi Mina kemudian melenggang pergi dan kembali ke dapur.


Suara mobil mulai memasuki halaman rumah, Bi Mina langsung tergopoh gopoh pergi keluar hanya untuk membukakan pintu. Saat membuka pintu ternyata Arsen dan Max sudah tiba lebih duluan daripada dia. "Arini sama Via mana bi?" tanya Arsen langsung. Bi Mina langsung meminggirkan tubuhnya kemudian menunjuk ke arah ruang tengah dimana Arini dan Via tertidur dengan nyenyak. "Non Arini sama Non Via sudah nunggu disana selama lima jam. Dan sekarang mereka malah ketiduran" "Selama lima jam Bi?" tanya Max tak percaya. Bi Mina mengangguk. Kemudian dia membiarkan Max dan Arsen masuk ke dalam.


Arsen langsung mendekat ke sofa dimana Arini tertidur. Tidurnya tidak terusik sekalipun Arsen mengecup keningnya. Berbeda dengan Via, Via langsung membuka matanya ketika Max membelai wajahnya. "Terbangun eh?" tanya Max sambil tertawa geli. "Hmmm" jawab Via. Meskipun matanya sudah terbuka tapi dia masih tetap mengantuk. Via langsung memeluk Max dengan erat. "Ayo tidur di kamar, kelihatannya kamu ngantuk sekali" Max mengangkat tubuh Via dan menggendongnya dengan Bridal style dan langsung membawanya ke kamar. Arsen terus memandang wajah Arini. Dia tersenyum kecil sebelum menempelkan bibirnya kembali ke keningnya. Arsen meletakkan tas kantornya di sofa kemudian dia juga mengangkat tubuh Arini dan berniat memindahkannya ke kamar juga.