
Dua bulan kemudian
"Kandungan ibu Arini sangat bagus, tidak ada satu kekurangan pun. Janinnya sangat sehat di dalam sana. Apa bapak ingin melihatnya sendiri? " Tanya Dokter yang memeriksa Arini. Hari ini memang jadwal Arini untuk periksa kandungan oleh karena itu Arsen langsung membawa Arini ke dokter yang biasa mereka datangi. Arsen mengangguk dengan cepat. Setelah itu Arini melakukan USG agar janinnya yang ada di perutnya terlihat. Dokter memberikan gel di perut Arini setelah itu dia mulai melakukan tugasnya. Tiba tiba dokter merasakan, suatu keanehan di dalam perut Arini karena seperti ada sesuatu yang janggal. "Kenapa dok? " Tanya Arini yang penasaran.
Dokter tiba tiba tersenyum setelah dia mengetahui apa yang janggal itu. "Selamat ya, pak bu sepertinya kalian tidak akan mempunyai satu anak. Melainkan tiga. Janin yang ada di dalam tubuh ibu Arini ada tiga, mereka kembar" Arsen langsung terdiam kaku mendengar berita bahagia tersebut. "Ini seriusan dok? " Tanya Arini . "Ibu bisa melihatnya sendiri disini" dokter itu menunjukkan USG nya kepada Arini. "Dan ini adalah tiga janin ibu yang sekarang sedang dikandungan ibu. Mereka baik baik saja disana.
Pikiran Arsen benar benar tidak dapat ditebak sekarang, dia antara bahagia dengan khawatir. Dia khawatir dengan Arini, sanggupkah istrinya itu melahirkan kembar tiga sekaligus. Apalagi di umurnya yang masih muda. Karena Arsen banyak mendengar tentang ibu yang sudah meninggal karena melahirkan bayi kembar. "Mas kok diem aja? Gak senang ya kalau, kita punya bayi kembar tiga? " Tanya Arini ketika menyadari Arsen hanya diam saja dari tadi. Wajahnya yang tanpa ekspresi yang membuat Arini sulit untuk menebaknya.
"Senang kok, aku hanya tidak menyangka saja kalau kita bakal dikasih bayi kembar" Jawab Arsen sambil tersenyum. "Baiklah, pak bu mari kita ke meja saya. Saya akan memberikan resep untuk ibu." Arini menutupi perutnya, kembali, kemudian turun dari ranjang itu. "Pelan pelan" Arsen membantunya. Sekarang Arini sering kesulitan bangun karena kandungannya yang mulai membesar di usia ke tujuh bulan. Setelah Arini sudah siap baru mereka duduk di hadapan dokternya. "Jadi ini resep untuk ibu Arini yang bisa langsung ditebus di apotek. Dan saya sarankan, ibu harus banyak banyak istirahat dan jangan melakukan, aktivitas yang berat. Karena hamil kembar tiga itu tidak mudah. Karena juga bisa beresiko kematian"
"Berapa persen kemungkinan untuk istri saya bisa melahirkan dengan normal Dok?" Tanya Arsen kemudian. Dokter itu melihat ke arah Arini kemudian kembali fokus pada Arsen. "40 persen pak, sangat jarang sekali ibu hamil yang melahirkan dengan normal apalagi kembar tiga. Saya khawatir jika ibu Arini memaksa untuk normal. Saya sarankan lebih baik melakukan operasi saja ini demi keselamatan ibu dan anak yang ada di dalam, kandungan ibu Arini" Jelas Dokter tersebut dengan bijak.
Melihat perdebatan suami istri itu Dokter langsung mengambil jalan tengah. "Pak, jika mau melahirkan normal pun sebenarnya masih bisa juga. Di luar sana juga banyak yang melahirkan normal dengan tiga bayi kembar. Saya mengatakan hal seperti tadi bukan untuk menakut nakuti tapi lebih ke menyarankan. "
"Tuh kan Mas, Dokter bilang gak papa kan kalau aku ngelahirin secara normal" Arini memasang wajah yang sebal kepada Arsen tapi kemudian tersenyum pada dokter. "Tidak, saya tetap akan pilih operasi saja. Uang tidak akan jadi masalah yang penting istri dan anak saya selamat" Arsen menoleh ke arah Arini tapi Arini masih marah padanya. Dia langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan apapun. "Maafkan istri saya, ya dok, saya harus mengejarnya dulu. "
"Silahkan pak, tapi tolong jangan sampai buat ibu Arini stress karena itu bisa berpengaruh pada janinnya"
"Terima kasih Dok"