
"Jemputan lo gak akan datang, mendingan lo ikut gue sekarang. Gue anter sampe ke rumah lo. Daripada lo nungguin kek gini" Ucap Gevan pada Alea. Sedari tadi Gevan belum pulang karena dia masih menemani Alea. Sekolah Sudah sangat sepi jika Ia meninggalkan Alea sendirian, Gevan takut terjadi sesuatu yang buruk pada Alea. Alea melirik jam tangannya yang sudah hampir menunjuk ke arah jam tiga. "Bentar lagi pasti dateng kok. Lo kalau mau pulang duluan yaudah sana gue gak papa kok ditinggal sendiri"
Gevan menghela nafas lalu ia turun dari motornya Dan berdiri di samping tiang yang berada di sebelah Alea. Gevan memasukkan kedua tangannya dalam sakunya sambil memandang ke arah jalan yang dipenuhi dengan mobil yang melintas dengan cepat. Pada saat itu juga sebuah mobil berhenti di depan mereka. Alea tersenyum senang ketika jemputannya Sudah datang. "Thankz ya Van, gue pulang dulu"
Rocky turun dari mobil kemudian membukakan pintu untuk Alea. Gevan hanya memandangi Rocky dengan penasaran. "Apa itu supir Alea? Tapi masa supir seganteng itu" Batin Gevan.
Setelah memastikan Alea duduk dengan nyaman di mobil, Rocky juga memasangkan sabuk pengaman untuknya. Karena Alea dari kecil memang tidak pernah bisa memasang sabuk pengaman sendiri. Kalau Ada Aiden mungkin Aiden yang melakukannya. Wajah Rocky dan Alea hanya berjarak beberapa senti saja. Bahkan Alea bisa merasakan nafas Rocky di wajahnya. Saat Rocky akan menarik wajahnya tiba tiba saja dia mendapatkan sesuatu yang lembut di wajahnya. Bibir Alea tanpa sengaja menyentuh pipi Rocky karena saking dekatnya jarak mereka. Alea hanya diam mematung. Dia tak menyangka kalau dia baru saja mencium Rocky. "Maaf om, Alea gak sengaja" ucap Alea dengan raut wajah yang merasa bersalah. "Tidak apa apa, kalau gitu kita pulang sekarang" jawab Rocky dengan tenang. Gevan hanya bisa melihat dengan rasa penasarannya. Rocky kemudian menutup pintu mobil. Kemudian dia melirik Gevan. "Terima kasih sudah menjaga Alea, pulanglah. Alea akan aman bersamaku" ucap Rocky dengan senyuman tipisnya.
Gevan mengangguk lalu dia mulai menaiki motornya dan memakai helm nya. Sebelum Gevan pergi, Gevan masih menyempatkan diri untuk melihat ke arah Alea. Baru setelah itu dia pergi. Alea menghela nafasnya sekarang. Gevan sudah pergi dan hanya ada Rocky dan dirinya lah. Alea khawatir Rocky akan marah padanya karena kejadian tadi. Rocky berputar mengelilingi mobilnya kemudian dia membuka pintu dan duduk di kursi pengemudi. Setelah itu Rocky juga memasang sabuk pengaman untuknya. Hal itu tidak lepas dari perhatian Alea. "Apa segitu tampannya Om sampe kamu terus terusan melihatnya" ucap Rocky pada akhirnya. Rocky terkekeh kemudian menoleh ke arah Alea. Alea yang terciduk sedang melihat Rocky hanya bisa tersenyum canggung. "Cakep sih tapi umur udah dewasa kalau masih muda kan bisa Alea gebet, bisa juga jadi calon menantu Daddy" Alea tertawa berusaha menghilangkan rasa canggungnya bersama Rocky.
"Umur boleh dewasa tapi tenaga masih seperti anak muda"
Rocky mulai menjalankan mobilnya dia sambil menyetir dan berbincang dengan Alea. Suasana sudah mulai mencair bahkan Rocky sampai bercerita tentang masa kecil Alea yang ketika berada di kantor selalu membuatnya kelimpungan. Terlebih karena popok. Rocky seperti menjadi Baby sitter Alea ketika Arsen membawa Alea ke kantor. "Dulu waktu kamu masih Bayi, Daddy kamu selalu mewanti wanti om untuk memanggilmu princess. Ternyata Daddy kamu benar. Kamu memang princess karena kamu cantik"
"Om kemana aja? Baru sadar kalau Alea cantik"
Rocky menoleh dan memperhatikan wajah Alea dengan lebih teliti lagi. Mulai dari alis sampai ke dagu semuanya benar benar sempurna. Apalagi dengan warna bibir yang alami. Rocky yakin Alea tidak pernah memakai liptint atau apapun itu. Karena Rocky tahu Alea memiliki warna bibir pink cerah.
Beberapa menit kemudian, akhirnya tiba lah mobil Rocky di rumah Arsen. Lagi lagi Rocky membukakan sabuk pengaman Alea. Tapi kali ini Rocky melakukannya dengan pelan pelan. Dia sengaja agar bisa melihat wajah Alea secara lebih dekat lagi.
Tapi itu tidak berlangsung lama karena tiba tiba saja Arini muncul dari dalam rumah. Rocky segera membuka sabuk pengaman Alea dan kemudian turun dari mobil bersamaan dengan Alea. "Kamu baru pulang?" tanya Arini pada Alea.
Arini tersemyum sambil memandang Rocky. "Terima kasih karena kamu sudah mengantar Alea pulang"
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Ada hal yang harus aku kerjakan lagi di kantor" ucap Rocky sambil membalas senyuman Arini. "Alea, kalau begitu om pergi dulu"
"Iya om hati hati"
Rocky mengangkat tangannya dan mengelus rambut Alea meskipun Arini sedang melihatnya. Tapi Alea hanya bersikap biasa karena itu adalah hal biasa yang dilakukan orang dewasa pada anak anak. "Gak mau mampir dulu?" tawar Arini.
"Aku lagi buru buru"
Arini mengangguk. "Sekali lagi terima kasih"
"Iya sama sama"
Setelah itu Rocky masuk ke dalam mobil dan segera pergi meninggalkan halaman rumah Arsen. "Ya udah ayo masuk, Mommy udah masakin makanan kesukaan kamu"
"Yeeayy makasih Mom"