Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
99.Janda



Gelak tawa memenuhi ruang keluarga di rumah Anton dan Hilya, Dini gadis yang humoris dan cerdas dan kelebihan kosa kata saat berbicara bahasa halusnya cerewet...


Hilya seperti melihat sosok dirinya dalam jiwa Dini, tingkah clengekan dan urakan melekat di jiwa gadis di hadapannya itu.


Hanya bedanya dulu Hilya tidak memakai hijab, sedang dini memakai hijab nya yang besar membuat sifat usil dan jahilnya tertutup di balik penampilannya.


Kata Anton, dini bersifat seperti itu hanya dengan keluarganya atau sosok yang cukup dekat dengan nya.


"Bagaimana hubungan mu dengan om tua mu itu?? apa sudah putus??".


Dini mendesah. " dia beristri!!".


"Sudah kuduga!!" jawab Anton enteng.


Hilya berkedip- kedip tidak mengerti maksud pembicaraan Anton dan Dini.


"Dini punya hubungan dengan Om-om??" tanya Hilya tak percaya.


" Pacar kak!! tapi sayang dia sudah punya istri, meski dia bersedia untuk meninggalkan istrinya tetap aku minta putus, buat apa mempertahankan hubungan yang sudah salah dari awal, pria itu sudah beristri masih tergoda sama wanita lain, pria macam itu susah tobatnya, kejadian seperti itu bisa saja terulang jika suatu hari aku menikah dengannya dengan menjadi pelakor. Untuk apa bertahan dengan pria yang jelas-jelas tidak setia..."


"Kenapa pilih Om-om?? yang muda seumuran kamu kan banyak??"


Dini mengangkat bahunya.." Cinta tak bisa memilih siapa tempatnya berlabuh".


"Jadi kamu lagi galau nih putus sama ayang beb??".


Dini menunduk. "Kaka apa sebelum nikah sama AA Kaka sempat punya pacar?? atau TTN gitu...??"


" Apa TTN??" Tanya Hilya


"Teman tapi ngarep kak!! ish..gitu ajah gak tau !!".


Anton ngakak, tanganya nyoyor kepala Dini.." itu mah bahasa nyeleneh kamu sendiri mana kaka mu ngerti!!".


Dini manyun mendengar ucapan Kakanya.


Sedangkan Hilya menatap Dini dan Anton bergantian.


" Kamu gak tau status Kaka waktu nikah sama AA kamu??".


Dini mengelengkan kepalanya.


"Kaka nikah sama mas Anton itu status Kaka seorang janda.


Mata Dini terbelalak mendengar ucapan Kaka iparnya.


"Kak Hilya serius??".


"Hmm tanya Kaka kamu!!"


"Beneran A??". Tanya Dini


"Apa??". Anton juga bertanya.


" Kak Hilya janda??


"Tidak!! kak Hilya istri Aa bagaimana bisa janda.


Dini mendengus.


"Ish AA mah seriusan !!"


" AA serius, siapa yang lagi bercanda, kan kamu liat sendiri dulu akad nikah Aa sama kak Hilya."


Dini memutar bola matanya jengah.


"Maksudnya teh status kak Hilya dulu sebelum menikah dengan Aa...!!"


"Ooo...!!" hmmm....


"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un....!!" ucap Dini Dengan lantang..


"Kenapa ??".


"Tidak papa A..hanya turut belasungkawa saja, umur seseorang memang tidak ada yang tau, yang terpenting sekarang kak Hilya sudah menemukan kebahagiaan bersama AA.. kita doakan saja RAHIMAHULLAH"


Hilya dan Anton terbahak mendengar ucapan Dini.


" Din....!! suami kak Hilya masih hidup dan sehat." ucap Anton sambil meredakan tawanya..


"Serius??" astagfirullah.. pria macam apa yang rela menjanda kan istri secantik kak Hilya ??".


" Pria Sholeh, yang rela mengorbankan kebahagiaan dirinya sendiri demi bakti kepada kakeknya."


"Sholeh kok mau bercerai!!.Perceraian memang tidak dilarang dalam agama Islam, namun Allah membenci sebuah perceraian. ...berarti mantan kak Hilya itu Sholeh nya KW.. cecar Dini. seperti Dini ikut ngerasain ajah.


coba Dini kenal sudah Dini pitak kepalanya."


"Kamu kenal, kenal banget malah!!"


"Aku kenal A ??" siapa??"


Belum sempat Anton menjawab pertanyaan Dini.


Suara bel rumah berbunyi.