Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
55.Bertemu



Anton dirawat oleh perawat yang di pilih oleh Hilya, wanita cantik itu selalu memantau kondisi Anton. bahkan Anton sudah mulai tersenyum manis.


Kemarin hasil pemeriksaan Anton keluar, jadinya mengatakan bahwa keadaan Anton sudah cukup membaik, dan bila ingatanya mulai kembali Anton siap melakukan operasi mata.


Tapi Dokter menyarankan agar sedikit bersabar saat hendak melakukan operasi, karena dokter berpendapat bahwa mata Anton bisa sembuh tanpa adanya operasi namun itu jika saja darah yang berada di titik penglihatan Anton menghilang.


Hari ini Hilya sudah resmi bercerai dari Adnan.


Dua bulan yang lalu Hilya sendiri yang mengantarkan surat cerai kepada Adnan. Andan begitu terpukul melihat Hilya datang bersama pengacaranya untuk meminta tanda tangannya.


Tapi istri mudanya mendesak Adnan agar menandatangani surat perceraian nya . Hilya dapat melihat tubuh Adnan yang jauh lebih kurus., matanya sayu seperti kurang tidur berhari hari, bahkan wajahnya kuyu tak terawat, bulu-bulu halus menutupi sebagian wajah tampannya, membuatnya terlihat jauh lebih tua.


Tersiksa kah dia dengan perpisahan mereka??


tapi Hilya ingat betul saat Adnan dan Rena dengan semangatnya bercumbu di kamar pribadinya pada saat itu, membuat Hilya kukuh dengan pendiriannya.


Dua kali persidangan Adnan tak menghadirinya, namun tadi siang Adnan justru hadir bersama keluarga besarnya bahkan sang kakek.


Saat sidang akan segera dimulai, Adnan meminta hakim menundanya beberapa menit, Adnan langsung menarik Hilya ke ruang kosong samping ruang sidang.


" Sayang please, lihat aku! .. aku tersiksa tanpa mu Hil...ku mohooon kembali lah padaku..."


Air mata Adnan beranak sungai. kedua lututnya di tekuk di lantai tanganya mengengam erat tangan Hilya.


Hilya melihat penampilan pria yang sebentar lagi menjadi mantan suaminya itu dengan sayu.


Pria gagah yang dikenalnya dulu itu begitu berbeda, Adnan tampak lebih kurus, matanya terlihat dalam, meski sudah bercukur namun Adnan tidak semenawan dulu, tidak ada lagi binar kebahagiaan di wajahnya.


"Pilihannya tetap sama mas' pilih aku atau Rena, aku tidak bisa lagi membagi suamiku untuk wanita lain, maaf!!".


" Sayang aku mohooon! aku tidak bisa memilih diantara kalian, kalian berdua memiliki nilai istimewa di hati ku!!". ucap Adnan dengan suara serak menahan tangis.


" Mas, aku juga minta maaf!! aku tidak bisa menjadi istri mu lagi."


" Sayang aku....


" Tidak mas!! hanya itu pilihan nya aku atau Rena??".


Adnan terduduk meraup wajahnya, sedang Hilya kembali memasuki ruang sidang, Hilya rasa tak ada gunanya Adnan mengajak nya bicara toh sejak dulu Adnan memang tidak mampu memutuskan pilihan nya. hingga pada akhirnya suara ketukan palu melepaskannya secara resmi dan menyandang status sebagai janda.


Hilya tidak menangis, Hilya merasa ini jauh lebih baik. saat Hilya akan pulang bersama dengan pengacaranya, kakek Adnan mendekatinya, pria tua itu semakin terlihat tua.


Hilya terseyum melihat kakek Adnan mendekatinya. terlihat pria tua itu menitihkan air matanya. tangan nya merogoh kantong kemejanya mengeluarkan sebuah cincin kecil berwarna merah.


" Ini untuk mu, berikanlah ini untuk cucu kakek kelak!!" Hilya bergeming.


" Maaf kek, kenapa kakek kasih ke saya..?? lebih baik kakek kasihkan Rena yang saat ini telah mengandung cucu kakek."


" Kamu pasti akan memberi cucu pada kakek seandainya kakek bersabar, namun karena kekolotan kakek kalian akhirnya berpisah. cucuku maafkan lah pria tua ini... kakek menyesal nak. sungguh..kakek menyesal."


Pria tua itu menangis dengan bibir bergetar, Hilya tak juga segera menerima cincin yang di berikan kakek Adnan Hilya merasa tidak pantas menerimanya, bukan cuma merasa tidak pantas, tapi Hilya akan mencoba melupakan semua kenangan masa lalu nya bersama Adnan, jadi Hilya tidak mau ada satu benda pun yang mengingatkan dirinya akan Adnan.