
" Mas'!!" panggil Hilya
Tiba-tiba Adnan mengerjapkan matanya dan menemukan dirinya masih diposisi berdiri di depan pintu kamar, adegan kejar-kejaran itu nyatanya hanya khayalan Adnan belaka
Adnan yang menyadari itu tersenyum bodoh, mengapa sampai menghayal??, runtuknya dalam hati
Hilya kembali menemui Adnan
Hilya tadi meninggalkan Adnan bergegas masuk kamar karena ingin segera ke kamar mandi.
" Kenapa tidak masuk??, apa mas Adnan memang tidak mau kalo kita satu kamar??" tanya Hilya yang melihat Adnan seperti enggan untuk sekamar dengan nya
Padahal mah Hilya tak mengetahui hati Adnan yang benar-benar bahagia, sampai - sampai Adnan berkhayal yang bukan-bukan
" Bukan begitu dek', tadi mas bingung kenapa kamu tinggalkan mas tiba-tiba!!" ucap Adnan beralasan, tidak mungkin Adnan mengakui kalau dirinya tadi sibuk kejar-kejaran dengan Hilya di dunia khayalan
Hilya meringis
" Maaf tadi kebelet hehehe.. Hilya senyum Pepsodent
Adnan turut terseyum
Dan akhirnya mereka masuk bersama ke dalam kamar
Hilya mengambil alih koper Adnan, Hilya mulai memasukkan baju-baju Adnan di sebelah pakaiannya
" Dek'!!" panggil Adnan setelah beberapa lembar Hilya menggantung baju dan jas Adnan
Hilya tampak menoleh
" Kalau seandainya kita pindah kerumah mas, apa kamu setuju??" tanya Adnan mendekati Hilya
Hilya menyelesaikan menggantung pakaian Adnan yang terakhir dan segera menghadap suaminya yang kebetulan berdiri menghampirinya
" Mas ada rumah??"
" Masih rencana ingin beli, untuk kita tinggali nantinya dek'!!"
" Aku tidak keberatan mas, asalkan tidak terlalu jauh nantinya dari sekolah Khansa!!"
Tangan Adnan meraih tangan istrinya
" Dimana kira-kira yang bagus dek' mas kurang tau??"
Adnan menganguk, Adnan menatap wajah istrinya
Ingin rasanya Adnan mengecup bibir pink istrinya kembali merasakan manisnya bibir Hilya yang dulu pernah menjadi candu untuk nya.
Tangan kanan Adnan terulur untuk membuka hijab sang istri, tak ada larangan ataupun teguran dari Hilya, membuat Adnan merasa senang
Saat hijab itu tak lagi menutup rambut sang istri senyum Adnan mengembang maximal, Adnan mengagumi keindahan yang tersembunyi di balik hijab itu
Kalau waktu itu Adnan gugup saat Hilya menanggalkan hijabnya pertama kali, saat ini Adnan justru begitu terpesona.
Adnan menarik lembut tangan istri nya
Menariknya keatas pundaknya , meminta sang istri mengalungkan tangannya di belakang tengkuk nya
" Boleh mas mencium kening ??" tanya Adnan yang membuat Hilya tertawa
Adnan yang melihat sang istri tertawa merasa Bingung
" Kenapa harus bertanya mas??" tentu saja boleh. Hilya menjawab dengan wajah yang menahan senyum
" Mas gerogi, kenapa kamu malah tertawaan??"
" Mas Adnan nikah udah ketiga kali Lo ini!! masak mau cium ajah pake izin, aku rasa dulu- dulu enggak DECH, eh tapi memang dulu mas gak pernah cium aku duluan ya??" Hilya bertanya dan menjawab sendiri pertanyaannya
Memang seingat Hilya, selama menikah dengan Adnan dulu, Adnan tidak pernah mencium nya duluan, mungkin karena dulu Hilya yang terlalu agresif atau gimana hingga, Hilya selalu memulai duluan mendekati suaminya
Saat Hilya sedang flash back ke masa dimana perjalanan rumah tangganya dulu bersama Adnan
Tiba-tiba tubuhnya sudah melayang di dekapan sang suami
" Mas'!!" pekik Hilya kaget
Adnan tersenyum, mengangkat wajah istrinya lebih keatas, mempertemukan kedua kening mereka, menyatukan hidung mancung mereka dan menempelkan bibirnya di bibir manis Hilya
Hilya terhenyak mendapat perlakuan seperti itu dari Adnan
Adnan tak memberikan sebuah pertanyaan lagi saat tiba-tiba, bibirnya ******* lembut bibir Hilya
Tangan Adnan menyangga lebih kuat tengkuk istrinya, Hilya belum membalas perlakuan Adnan padanya, tapi Hilya mulai terkesan akan perlakuan Adnan padanya
.