
Hari ini Dokter Elsa datang untuk melihat kondisi sahabatnya, Elsa turut prihatin melihat kondisi Hilya, Elsa memberi dukungan moril kepada Anton.
" Semua sudah stabil, kita tinggal tunggu Hilya siuman, Ton kamu jangan gegabah biarkan Hilya mencerna apa yang tengah menimpanya, jangan sampai memberi tekanan padanya, jikalau andaikan Hilya amesia anggap saja Allah sedang membalik keadaan, ingat, dulu Hilya merawatmu juga dalam keadaan amesia bahkan mohon maaf kamu pun tidak dapat melihat, kita doakan segala kebaikan untuk Hilya". ucap Elsa pada Anton, wanita yang masih berprofesi sebagai Dokter itu mencoba menghibur Anton
Dan didalam masjid rumah sakit, ada seorang pemuda yang untuk pertama kalinya menegadahkan tangan nya berdo'a untuk kebaikan Hilya.
Zahfran begitu khusyuk berdo'a pria muda yang memiliki tindik di sebelah telinganya, di hidung dan lidahnya kini menjelma menjadi sosok yang tampak islamiah
Rambut pirang nya tertutup kopiah, kaki nya yang penuh tato tertutup celana panjang begitu juga lenganya yang tertutup oleh baju Koko
Wajah ramah tamahnya makin terpancar, Zahfran sebenarnya pemuda yang baik namun karena dirinya memiliki sakit yang cukup aneh membuat dirinya dijauhi teman-teman nya sewaktu kecil, Zahfran jika merasa takut berlebihan dirinya akan mengigit dirinya sendiri sampai berdarah, dan akan sembuh saat dirinya meminum darah itu seperti candu
Dan sayangnya Mariani tidak begitu memperhatikan anaknya, Mariani tidak tau apa yang menimpa putranya, hidupnya hanya dihabiskan nikah sana sini hingga semua putra putrinya memiliki sosok ayah yang berbeda, mereka satu ibu tapi semua beda ayah, karna itu antara mereka tidak begitu memiliki kemiripan.
Andai Zahfran dulu tertangani dengan cepat, pasti Zahfran bisa menjadi sosok yang lebih baik, tidak tergantung dengan obat-obatan yang membuat dirinya tetap tenang dan tidak terancam.
_________
Adnan datang 2 jam yang lalu, karena masih sibuk mengurus perawatan baby Akbar Adnan baru sempat menemui sahabatnya.
Rasa bersalah memenuhi dadanya saat Anton memperlihatkan kejadian yang membuat Hilya bisa sampai dirawat di rumah sakit.
Andai dirinya tidak menghubungi Hilya pasti semua tidak akan terjadi, di samping Anton ada Elsa yang juga menyaksikan tragedi mengerikan itu, Elsa spontan mengelus perutnya yang sedikit membuncit karena sedang hamil 4bulan.
Dokter keluar dari ruang Hilya, senyum ramah Dokter berikan kepada Anton dan Elsa begitu juga keluarga yang lain
"Maaf apakah disini ada yang bernama Adnan?? sodari Hilya ingin bertemu dengannya.."
DEG'
Anton terpaku ditempatnya air mukanya berubah pias, berbagai macam fikiran buruk memenuhi hatinya.
" Apa Hilya tidak mengingatnya dan justru mengingat masalalunya bersama Adnan??" berbagai fikiran berkecamuk di angan Anton
Adnan meminta izin pada Anton untuk menemui Hilya, dan di angguki oleh Anton tanda persetujuan
Umi dan mama mendekati Anton dan mengelus sayang lengan nya seolah memberi kekuatan, Anton menitihkan air matanya, lega sang istri telah melewati masa kritis.
Anton berjalan gontai menuju ruang dimana putri kecilnya berada, meski belum bisa menyentuh secara langsung tapi Anton begitu bersyukur dapat melihat putri kecilnya yang sedang terlelap
" Sayang!! doa kan Ayah agar mampu melalui ini semua, jikalau nanti mama melupakan kita setialah mendampingi Ayah untuk mendapat hati mama mu kembali".
Ucapan Anton begitu dirundung kesedihan