
Adnan menarik jemari Hilya yang berada di bawah matanya
" Istri mas khawatir?? suara nan berat itu terdengar dalam
Hilya menunduk
" Istri mana yang tidak khawatir suaminya kurang istirahat mas, terlebih mas Adnan baru saja terluka karena ketimpa bangunan, insiden kemarin!!"
Adnan tersenyum, tapi tak melanjutkan pertanyaannya, mendengar Hilya yang menyebutnya suami saja Adnan sangat senang
" Ya sudah, kita makan habis itu istirahat!!" putus Adnan setelah nya
Adnan menyuapi dirinya dan istri nya bergantian hingga nasi goreng dipiring tandas, begitupun teh hangat yang di gelas jubung itu Adnan dan Hilya meminumnya bagi dua.
" Alhamdulillah!!" Adnan mendesah syukur
Hilya membereskan meja makan sebentar, Adnan tak membiarkannya Bekerja sendiri, Hilya yang berberes, Adnan yang mencuci bekas makan mereka, sungguh Hilya merasa Adnan bukanlah suaminya yang dulu, Adnan yang dulu begitu cuek, berganti dengan Adnan yang lembut dan hangat, nyatanya waktu membuat semuanya berubah, tapi Hilya merasa lebih nyaman dengan sosok Adnan yang sekarang
Mereka selesai bersama, keduanya saling melempar senyum
Adnan membuka telapak tangannya, meminta Hilya meraihnya, Hilya melakukan nya membuat mereka berdua bergandengan tangan menaiki tangga
Keduanya memasuki kamar, Hilya disebelah kanan, Adnan disebelah kiri
" Kita tidak ibadah dulu??" tanya Adnan mengulum senyum
" Ibadah nya bisa kapan-kapan lagi, Sekarang mas Adnan perlu istirahat, mas sehat ibadahnya nanti jauh lebih nikmat.
Nyeeeeeeeesss hati Adnan berasa disiram air es, dingin tak terkira, Adnan kira Hilya akan marah menjawab ucapanya, nyatanya tidak, itu berarti Hilya mengizinkan dirinya untuk menyentuh istrinya lagi...ya Allah begitu bahagia nya Adnan.
Adnan mengikis jarak antara dirinya dan Hilya
" Mas boleh kan tidur memeluk istri mas??" tanya Adnan pada Hilya, nyatanya tanganya udah lebih dulu memeluk istrinya itu
Hilya mengangguk dalam keheningan
" Kaki mas sakit!!" jujur Adnan setelah sekian lama menahan nyeri kakinya yang semakin dirinya diam sakitnya makin terasa
Hilya bergegas bangun, membuat Adnan merasa menyesal telah jujur, lagi-lagi dirinya membuat Hilya khawatir
Hilya berjalan kearah laci di sudut ruangan, adnan beringsut menyandarkan punggungnya di kepala ranjang
Adnan melihat Hilya menghampirinya
Hilya mengambil air putih di nakas menyerahkan nya pada Adnan dengan sebutir obat anti nyeri di tangan nya
" Mas minum dulu!!" Hilya mengintruksi, Adnan langsung melaksanakan permintaan sang istri, Hilya berlalu dari kamar membuat Adnan lagi-lagi merasa bersalah
Beberapa saat Hilya masuk kekamar membawa baskom kecil berisi air
Hilya duduk di dekat kaki Adnan
" Permisi mas , sini biar aku kompres dengan air hangat kakinya!!" Hilya meraih kaki Adnan membawanya kepangkuanya, Adnan memandang nanar perilaku istrinya
ampuni aku ya Allah.... pernah menyakiti istriku dimasa lalu, saat ini ridoi niat ku untuk membahagiakan wanita yang begitu baik ini!!"
Mata Adnan mulai terpejam, merasakan pijitan kecil yang dilakukan Hilya, Hilya tersenyum mendengar dengkuran halus Adnan, Hilya menghentikan kegiatannya memijit kaki Adnan
Hilya membetulkan posisi tidur Suaminya, setelah Adnan dalam posisi yang nyaman Hilya tak langsung beranjak, Hilya memandang wajah suaminya dengan seksama.
Melihat Adnan yang terlelap damai Hati Hilya tenang.
Hilya menatap lekat Suami nya, semakin lama mengamati tubuh Hilya semakin condong kedepan, saat bibirnya hampir menempel di kening Adnan, Hilya seperti tersadar, Hilya gelagapan, seperti orang yang akan ketahuan mencuri, Hilya salting, pipinya blusing, Hilya bergegas membaringkan tubuhnya di samping Adnan, memilih membelakangi suaminya, entah mengapa Hilya jadi gerogi setelah hampir mencium kening Adnan. ada apa dengan Hilya???????....
Pembaca... author tepatin janji up panjang yaaaaa....
salam manis dari author......
semoga senantiasa kita diberi kesehatan dan kelancaran Rejeki..... aamiin