
" Sayang !!"
Mendengar suara dari arah luar membuat Hilya memejamkan matanya
Kenapa harus sayang??
Hilya melangkah segera keluar kamar
" Where do we have lunch?" Adnan meraih jemari sang istri dan mengengam lembut, menuntun segera menuruni tangga
" Dimana saja, aku udah lapar!!" Hilya mencoba bersikap biasa saja
" Oh baiklah Tuan Ratu, kita akan cari restoran ter dekat agar Ratu nya mas' segera menikmati makan siang!!"
Hilya hanya menanggapi ucapan Adnan dengan decakan kesal, namun tak terpungkiri berbeda dengan perasaannya yang sulit digambarkan
Tolong jangan bikin wanita dewasa ini kembali bertingkah seperti remaja baper Maas!! batin Hilya
Sampai di dekat mobil Adnan dengan sigap membukakan pintu untuk Hilya
Lagi-lagi Hilya merasa tersentuh dengan perhatian kecil dari Adnan, bahkan Adnan juga langsung memasangkan sabuk pengaman untuk istrinya
Setelah memastikan Hilya duduk dengan nyaman Adnan berjalan mengitari mobil dan segera duduk di kursi kemudi
Mobil melaju dengan kecepatan sedang.
" Dek' setelah makan apa kita bisa sekalian cari-cari rumah??"
" Terserah mas Adnan Saja!!"
" Sayang ada kegiatan lain tidak??, mas tidak mau mengganggu acara sayang nantinya!!"
Lagi-lagi pipi Hilya terasa panas mendengar Adnan yang memanggilnya sayang, meski ini bukan panggilan Sayang yang pertama kali, tapi tetap Hilya merasa salting dengan pangilan itu dari Adnan
" Aku kosong hari ini mas, malas saja karena gak ada Khansa dirumah." Hilya menarik nafasnya dalam dan perlahan menghembuskan nya
Adnan mengulurkan tangan kirinya meraih jemari Hilya, menggenggam nya lembut, Hilya membiarkan sang suami mengengam jemarinya, meski kadang melepas sebentar untuk mengendalikan Tuas transmisi
" Mas Adnan fokus mengemudi saja!!" Hilya mencoba mengingat kan
Adnan menoleh sebentar dan tersenyum
" Mas fokus Sayang!!"
" Fokus apanya kalo tangan mas dari tadi belibetan gitu bentar pegang tangan aku, bentar pegang tuas transmisi, kalo gak fokus ntar tangan aku dipake undur gigi!!" cecar Hilya pura-pura kesal, padahal hati mah nyeesss
Adnan tergelak kecil
Ihh rasanya Hilya meleleh
oh hatiku... tabahkanlah menghadapi pangilan manis dari mahluk Tuhan ini"
Hilya membuang nafasnya sekali hembusan , membuat Adnan menoleh
" Maaf ya sayang, gara-gara mas keasikan cium tadi akhirnya kita terlambat makan siang nya!!"
Mata Hilya kembali terbelalak.. kenapa jadi mengingatkannya pada ciuman sich??
" Mas menyesal, maaf!!"
" Apa ?? tanya Hilya cepat, apa maksudnya Adnan menyesal,??.. apa Adnan menyesal telah menciumnya??
" Mas menyesal sudah membuat bidadari mas kelaparan!!" ucap Adnan dengan netra yang benar-benar terlihat menggambar kan sebuah penyesalan
Hilya mengangkat tangannya dan mengibaskan tanda menenangkan
" Aku sudah biasa telat makan!!"
" Kenapa begitu??"
Hilya mengangkat bahunya
" Mulai hari ini mas akan pastikan bidadari mas akan makan selalu tepat waktu, kalau tidak....
" Kalau tidak apa??" potong Hilya cepat
" Mas yang akan suapi bidadari mas, kalo masih tidak mau, mas akan suapi dengan cara lain"
" Suapi dengan cara lain??" beo Hilya menyergit
" Mas akan suapi dari bibir mas!!"
Mata Hilya mendelik, seandainya Hilya sedang makan atau minum sudah di pastikan makanan atau minuman yang Hilya cerna akan tersembur keluar
" Mas jangan aneh-aneh DECH!! seru Hilya tak terima
Tapi dibalas Adnan menghendikkan bahunya acuh
" Tidak terlalu buruk, lagi pula kita belum pernah mempraktikkan nya Sayang!!"
Bahu Hilya melorot, badanya lemas seolah tak bertulang, kenapa posisinya jadi kebalik gini?? dulu di pernikahan pertama mereka, Hilya lah yang jail dan mesum tingkat Dewi untuk mengoda Adnan, tapi kini seolah posisi itu kebalik.
Berdekatan dengan Adnan kali ini membuat Hilya salting terus menerus