Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
95.Merasa kalah



Hari ini , dengan kebaikan hati Anton, Anton mengajak Hilya untuk melihat putra Adnan yang masih berada di ruang khusus untuk bayi yang terlahir prematur.


Tidak hanya itu, Anton membebaskan tuntutan hukum untuk mama Rena dan putranya.


Menurut Anton hukuman yang di dapatkan kedua orang tersebut dari Allah sudah setimpal dengan apa yang meraka lakukan, kehilangan seorang putri, kehilangan kedua kakinya dan kenyataan bahwa sang putra kehilangan kewarasan nya sudah menjadi hukuman yang begitu berat bagi Keyla mama Rena.


Pernyataan Anton memberi perasaan lega bagi keluarga Adnan, mereka begitu berterima kasih atas keperdulian Anton.


Sedangkan dari keluarga Hilya , sebenarnya mereka tidak setuju, namun karena ucapan Anton ada benarnya akhirnya mereka turut menyetujui.


Beribu-ribu kata maaf terucap dari keluarga Rana dan Adnan, begitu juga dengan Keyla. Ibu Rena itu kini tampak menyedihkan, lingkaran hitam di kedua matanya begitu kentara, entah karena penyesalan, ataupun karena kesedihan yang membuatnya kurang istirahat.


Dokter mengatakan, putra Adnan boleh di bawa pulang satu atau dua Minggu kedepan, melihat perkembangan bayi laki-laki tersebut.


Sedangkan Anton juga belum pulang kerumahnya, karena menunggu hasil CT scan terakhirnya keluar.


Meski luka di kepala Anton diketahui robek karena terkena plat mobil, tapi tetap saja, rangkaian tes dilakukan, mengingat ini bukan pertama kalinya Anton mengalami cidera pada kepala nya.


Bahkan yang dulu pernah mengalami kebutaan dan amesia sementara.


Hilya selalu menemani sang suami, Anton pun masih belum dapat berjalan, meski tidak lumpuh tetapi luka- luka di sekujur tubuhnya masih tampak memar dan belum kering luka goresan aspal nya.


Sepasang suami istri itu tak lepas dari pandangan Adnan, mantan suami Hilya itu begitu iri melihat wanita yang pernah begitu mencintainya kini telah berpaling mencintai pria lain.


Adnan tidak menyalahkan Hilya, Adnan tau dirinyalah yang membuat cinta Hilya luntur untuk nya..


Mengingat sayang dan perdulinya Hilya dulu padanya membuat dirinya pun pernah mengalami yang Anton alami.


Hilya berubah semenjak dirinya berencana menikahi Rena, dan yang akhirnya membuat Hilya menyerah mempertahankan cintanya untuk pria bodoh seperti dirinya.


Padahal kalo Adnan mengingat perjuangannya cintanya dulu pun tak semudah kisah orang lain.


Hilya tomboy berubah menjadi wanita muslimah.


penantian yang begitu lama, terluka, terpisah dan berjumpa namun tak lantas bahagia.


Keduanya berpisah kembali karena Hilya melanjutkan pendidikan untuk menjadi Dokter spesialis bedah.


Hingga akhirnya mereka bisa menikah, Namun pernikahan yang begitu lama dinantikan tak juga membuat mereka bisa berbahagia, ujian datang dari kakek Adnan, awal mula terkikisnya cinta sang istri.


Lantas apakah Hilya salah?? tentu saja tidak. Itu juga terjadi karena Adnan lah yang tidak berpendirian, terkesan plin plan dan egois.


Kini harapan kakek Adnan terwujud, cicit nya telah terlahir didunia. kebahagiaan sekaligus duka mendalam untuk keluarga Adnan.


Kini yang Adnan bisa lakukan adalah berusaha untuk menjadi papa yang baik untuk putra kecilnya.


Tetes air mata penyesalan tak lagi guna, sang mantan telah mendapatkan pria yang jauh lebih baik daripada dirinya.


.


.


.


Adnan menatap punggung wanita yang tengah mendorong suaminya menggunakan kursi roda.


Sehabis mendengar penjelasan tentang hasil CT scan, Hilya dan Anton berpamitan pulang kepada Adnan.


Hilya mendorong kursi roda suaminya meninggalkan ruang bayi dimana putra Adnan di rawat.


Senyum Dan air mata Adnan bersamaan muncul, kini Adnan harus benar-benar merelakan Hilya untuk sahabat nya yang begitu baik, rela menanggung luka demi orang yang dicintainya.