
" Bunda!!"
Hilya tersentak
" Ya Sayang??"
" Bunda mau kan Uncle jadi Ayah Khansa?? biar malam ini Uncle bisa tinggal sama kita!!"
" Sayang !! boleh bunda bicara lagi sama Uncle??
Khansa mengangguk, tetapi wajah bocah 10th itu tampak begitu murung
Setelah kepergian Khansa Hilya mengajak Adnan untuk kembali berbicara
" Mas, menikah itu kan butuh proses, meski Aku setuju, tapi persiapan untuk nikah membutuhkan waktu berhari-hari, tolong bantu aku untuk jelasin ini ke Khansa yaa!!"
" Hil, kamu bersedia menikah dengan ku??" tanya Adnan dengan binar mata bahagia
" Demi Khansa dan demi keinginan terakhir suami ku aku bersedia mas !! dan demi kedua orang tuamu mas!!" tambah Hilya dalam hati, Hilya tentu tak Setega itu dengan mantan mertuanya, bagaimana jika Adnan benar-benar tak menikah kalau bukan dia yang mau jadi istrinya, bagaimana Hilya tega membiarkan ke-dua orang tua Adnan menanggung kesepian di masa tuanya kelak, tanpa mendapatkan cucu dan penerus dari putra semata wayangnya
" Aku bisa tinggal bersama Khansa malam ini Hil, jika kamu sudah bersedia maka mudah untuk aku malam ini sah menjadi Ayah sambung Khansa!!"
" Maksud mas Adnan apa??" tanya Hilya menyergit bingung
" Kita nikah malam ini juga Hil!!" ucap Adnan serius
Hilya terbelalak
" Mas nikah tak semudah itu!!, anak presiden ajah nikah butuh persiapan, gak bisa sekilat itu!! Hilya kaget mendengar ucapan Adnan
" Kita bisa nikah siri dulu Hil!! , besok kita bisa langsung mengurus surat-surat resminya, untuk sekarang yang penting sah dan halal dulu!!"
" Mas gila!!" pekik Hilya
" Karena kamu!! jawab Adnan enteng
" Mas'!!"
" Ya??"
" Aku gak mau nikah siri!!"
" Sementara, agar cepat sah saja Hil!!"
" Aku udah gak sabar mengikat kamu dalam pernikahan Hil, meski kamu belum bisa terima aku, Aku akan terus berusaha bersabar, Hil tolong beri aku satu kali kesempatan!!" mohon Adnan
" Aku tetap tidak mau nikah siri!!"
" Hanya nikah siri yang bisa di urus dalam hitungan jam, saat pandemi ini Hil!!"
Hilya menghela nafasnya, nyatanya Hilya gerogi
" Aku janji besok akan segera mengurus berkas pernikahan kita, dan mendaftarkan nya" bujuk Adnan lagi
" Kenapa jadi begini??, bukankah kita baru bertemu setelah sekian lama mas, kenapa tiba-tiba ada kejadian begini??" keluh Hilya
" Allah maha mengetahui Hil, mas dan kamu hanya harus dan terus berprasangka baik kepada Allah!!" Kamu mau ya??" aku akan Segera hubungi Papa dan Mama, Bapak dan Ibu. desak Adnan
Hilya menatap tidak percaya pada mantan suaminya, kenapa Adnan bisa berubah se energik ini??, dan tutur bahasanya benar-benar luwes, tidak lagi seperti dulu yang banyak diam bahkan pemalu
" Bagaimana??" tanya Adnan lagi
" Aku masih terlalu capek!!" alasan Hilya
" Kamu bisa istirahat!! aku yang akan mengurus segalanya!!" tidurlah, nanti malam tau-tau beres!!"
Hilya mendengus kesal
" Mas' tidak harus nikah malam ini juga kali!!"
" Demi Khansa Hil!!"
" Itu bukan alasan!!" bantah Hilya
" Baiklah!! demi Khansa, demi kamu Dan demi ke sejahtera an hati ku Hil, aku melakukan ini semua demi hatiku Hil, demi ketenangan hidupku, menikah dengan mu adalah tujuan ku, mengikatmu agar tak dimiliki orang lain lagi, memberi kasih sayang untuk putri sahabatku dan putri seseorang yang aku cintai, sangat mudah menyayangi Khansa sepenuh hatiku, nyatanya dalam tubuh Khansa mengalir darah orang-orang yang begitu istimewa di hatiku, aku berjanji tak akan pernah memaksamu untuk melayaniku layaknya seorang suami, baik di pelayanan lahir maupun batin, kamu bisa tetap menjadi kamu yang biasa nya Hil, kamu tidak perlu sungkan melakukan kegiatan yang kamu sukai, cukup perlakuan aku layaknya suami di depan Khansa dan juga kedua orang tua kita!!"
" Mas Adnan .........
" Cukup kamu sah menjadi milikku aku sudah sangat bersyukur, izinkan aku menebus kesalahan ku dimasa lalu Hil!!" potong Adnan cepat
Hilya tertegun mendengar penuturan Adnan, nyatanya Hilya memang sudah tak lagi mencintai mantan suaminya itu, tapi apa salahnya mencoba memupuk kembali cinta yang telah lama terkubur, mengingat perkataan orang Jawa
" Witing tresno jalaran Soko kulino "