Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
126.Dendam 3



Disini Anton berada, duduk di depan dua orang yang memiliki hubungan khusus dengan Mariani, Zi dan juga Abahnya, Anton menunjukan perbuatan IBu dan ISTRI dari dua orang dihadapannya.


Zi menangis, memohon maaf atas Nama Ibunya, Zi turut bersedih dan menyayangkan perbuatan IBu nya. Zi rela jika sang Ibu dilaporkan ke polisi, kali ini Zi sudah muak dengan semua tindakan Ibu nya itu.


Tidak ada tolerir, ketika manusia sudah bersifat bejat layaknya binatang.


Sedangkan Abah Anton memandang prihatin putranya, penyesalan terdalam nya adalah karena dirinya keluarganya dulu hancur, kini kehancuran itu kembali terjadi saat dirinya kembali masuk di kehidupan putranya.


Melihat perbuatan Istrinya, Abah Anton, tidak yakin sang menantu baik-baik saja


Mendengar jeritan sang menantu memangil nama putranya menyayat hati pria paruh baya itu, Abah Anton menangis dalam diam


Jikalau terjadi sesuatu hal buruk pada cucu dan menantu nya, dirinya lah yang patut di salahkan, mata tua itu basah oleh air mata, tak memiliki keberanian untuk menatap wajah sang putra.


Sedangkan Anton sudah mengirim rekaman itu kepada Papa mertuanya, begitu rekaman itu di terima oleh Papa Hilya, tak lama ponsel Anton berbunyi.


Sang mertua langsung menghubungi nya, Papa Hilya juga mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mendeteksi keberadaan wanita biadab itu.


Tidak hanya Papa dan Mama mertua, Umi Anton, Dini dan Risqi calon suaminya langsung mendatangi villa Hilya


Satu persatu mereka datang dengan penuh kekhawatiran, begitu masuk ke villa semua mata tertuju pada Abah Anton, begitu pula Umi Anton dan Dini


Wajah khawatir Umi Anton berubah menjadi amarah, dengan langkah lebar Umi Anton menghampiri Abah Anton.


" Kenapa kalian tidak pernah puas menyakiti kami?? Apa tidak ada secuil pun rasa bersalah dihati kalian atas penderitaan kami dulu??"


Aku bersumpah atas nama menantu dan cucuku yang belum lahir, jika nyawa menantuku tiada karena ulah istri mu, aku bersumpah aku sendiri yang akan merenggut nyawanya dan nyawamu kamu dengar..!!"


Umi Anton mencengkram kerah leher mantan suami nya, menarik narik tubuh lemah itu, wanita yang selalu berbicara lemah lembut itu kini terlihat begitu murka, semua orang jelas mendengar ucapan Umi Anton barusan disetiap katanya tak sedikitpun adanya keraguan, suara lantang dan begitu tegas mengucapkan sumpahnya.


Mama Hilya menangis di dada bidang suaminya, Anton memejamkan matanya rapat mendengar ucapan uminya Anton berharap Hilya dan calon anaknya baik-baik saja


Begitu pula Abah Anton, pria yang sedang lemah itu hanya mampu menunduk, tidak berani menatap mantan istrinya yang pernah ia sia-sia kan


Dalam hatinya juga terus berdo'a untuk kebaikan menantu dan calon cucunya, Kepiluan mendera hatinya, semua bersumber dari dirinya , dari dulu sampai sekarang dia selalu dibutakan oleh cinta palsu Mariani, yang nyatanya Mariani adalah seorang J**"*g licik dan serakah.


______________


Disebuah gubuk tua , Hilya di ikat dengan tali hampir seluruh bagian tubuhnya penuh luka.


Mariani tak segan-segan memukul seluruh tubuh Hilya dengan cambuk


" Kapan wanita ini akan sadar??" tanya Mariani pada suami Zi


" Ku rasa luka di kepalanya cukup parah, aku takut wanita ini tak akan bangun kembali." ucap Suami Zi sedikit takut


" Apa dia akan tewas dengan begitu saja?? Aaaaaah.. ini tidak boleh terjadi, pangil anak buah mu, luciti pakaian wanita ini, setubuhi dia dan rekam dengan ponsel, bikin seolah-olah dia masih sadar, kirim rekamannya pada anak tiri sialan ku itu." ucapan Mariani membuat semua anak buahnya shock.


Tanpa disadari oleh Mariani putranya menatap wajah Hilya dengan penuh kekaguman, saat mendengar penuturan Ibunya kedua tanganya terkepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih.