
"Yang!! kamu??".
" Iyaa mas'...aku okee!! aku mengenalmu, setiap hari kita bersama, kamu... Dini... Umi... kalian orang yang luar biasa, berawal dari merasa terluka kalian selalu berusaha untuk tidak melukai orang lain, mas'!! aku percaya kamu setia."
Anton terseyum, memeluk erat tubuh Hilya dari belakang, menciumi tengkuk sang istri yang begitu ia kagumi.
" Aku mencintaimu Hilya .... sangat mencintaimu, kamu wanita yang tak pernah berburuk sangka, tindakanmu penuh pemikiran matang, aku bersyukur memiliki wanita istimewa, bidadari cinta ku" ucap Anton penuh ketulusan.
" Sudah lama aku tak mendengar pangilan itu".
"Apa Yang??".
" Nama ku!!".
" Aku lebih nyaman panggil kamu sayang!!".
" Terus barusan??"
" Hanya ingin". Anton memutar lembut tubuh Hilya, membuat keduanya berhadapan, tangan Hilya terulur membelai wajah suaminya....
Stttttthhhh....Desis Anton.
" Sini mas!! makanya dari tadi mau diobatin kamunya ngajakin debat mulu sih!!"
" Aku kan takut Yang!! kamu beneran bakal tinggalin aku....!!"
" Kita orang dewasa !!" bukan ABG lagi, meski aku marah aku gak bakal langsung pergi gitu ajah, didalam rumah tangga pasti adanya kesalahan fahaman itu wajar, kita hanya perlu mengklarifikasi sesuatu yang tidak atau kurang jelas."
" Terus kenapa kamu tidak tanya tentang foto itu padaku Yang??"
" Belum ditanya ajah kamunya udah salting, aku bisa apa??"
" He. he. hehehehe.....!!" Anton terseyum lebar sebelum meringis kembali karena sudut bibirnya yang berdarah.
" Aku padamu Yang!!" ucap Anton sambil mencuri cium di pipi Hilya.
Anton terbelalak mendengar ucapan istri nya.
" Yang!! kita mau liburan ke Aussie??"
" Hmmm!! udah lama aku gak keluar negeri , rindu musim dingin, bagaimana kalau kita sampai Juli disana ?? musim salju dan musim dingin kita habiskan disana??"
Anton menggaruk tengkuknya.. "Yaaaaaaaaang!! aku bukanya gak mau liburan ke luar negeri.. tapi aku gak enak sama Papa, masak baru mulai kerja aku udah cuti ajah , sebulan malah!! kan aku gak enak yang!!"
"Jadinya??".
" Gimana kalau ..emmm.. aku bawa kamu ke villa aku yang ada di Bogor, kita bisa ajak Dini daaaaan mungkin Adnan bisa sekalian ikut!!"
Hilya menatap suaminya tak percaya.
Anton yang ditatap begitu jadi salting, takut istri nya tersinggung dengan usulan nya.. hehehehe bagaimana gak kesel orang mintanya ke luar negeri eeeeehhh ditawarinya ke Bogor haha..
" Kamu punya villa di Bogor mas??"
" A ada..anu itupun kalau kamunya mau sich!!emmm...atau mungkin biar aku izin kepada Papa langsung ajah deh!! kita liburan ke Aussie...!"
" Aku gak masalah kok!! dimana ajah lah ...yang penting kita liburan, coba aku masih kerja kan aku gak merasa boring begini!"
" Demi kamu Dan putri kita Yaaaaaaaaang!!"
jadi beneran nih kamu mau ajah kita cuma ke Bogor hak jadi ke Aussie??"
" Iyya, mas kabarin Dini dan mas Adnan ya!!".
" Ahh...siap Bosque....!!" ucap Anton dengan tangan seolah sedang hormat bendera.
Sungguh Anton begitu bahagia memiliki seseorang yang begitu ia cintai dan selalu mengerti dirinya, terkadang kegagalan itu adalah awal keberhasilan, namun banyak pula kegagalan juga yang berakhir dengan kian terpuruk, Allah selalu menyayangi hambanya yang sabar, dalam hati Anton berdoa semoga kebahagiaan mereka tidak akan pernah terusik dengan orang ketiga.