Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
40.Kebaikan Hilya



Hilya membawa keluarganya di Bandung Supermall. mall yang cukup terkenal di kota Bandung. mall yang memiliki simbolis kupu-kupu itu menjadi pilihan Hilya. TSM memiliki desain interior yang menarik dengan konsep modern. Pengalaman berbelanja di mall lima lantai ini akan terasa begitu mewah dan membuat nyaman untuk berlama-lama.


Hilya berharap agar sang suami kakek dan Rena puas berbelanja hari ini.wanita berparas cantik itu belajar berdamai dengan hatinya.


Hilya berjalan berdampingan dengan Rena, mereka seperti sahabat yang sedang berbelanja.


Kakek, Adnan dan Arkab berjalan dibelakang 2wanita itu. ada senyum segaris yang timbul dari bibir pria tua itu. apa artinya hanya ia dan Tuhan yang tahu.


Hilya membawa Rena ke sebuah toko perhiasan.


mata Rena hijau menatap gemerlap mas dan berlian di hadapannya.


Namun demikian sang kakek menegurnya, membuat Rena cemberut dan sedikit kesal. harga perhiasan disini memang tinggi menjulang, karena perhiasan disini kwalitas terbaik , juga rata-rata produk terbaru , dibuat dengan desain unik dan terbatas.


Hilya terseyum kepada Rena.


"Pilih lah 2 yang kamu suka, anggap sebagai kado pernikahan untuk mu dan mas Adnan dari ku REN!!"


Seolah tak percaya Rena hanya menatap Hilya dengan diam. Hilya mengangguk sebagai jawaban dan untuk menyakinkan Rena.


Wanita yang tengah menjadi istri muda suaminya itu mengambil 1 cincin dan 1 buah kalung ukuran kecil namun sangat cantik. seolah tau diri Rena tidak mau mengambil perhiasan yang berlebihan.


Adnan maju ingin membayar perhiasan yang dibeli sang istri, Adnan sungkan sama Hilya , pria itu merasa tidak layak Hilya memberikan kado untuk pernikahan yang membuatnya sakit hati.


Namun langkah Adnan terhenti, saat mendengar SPG itu menjumlah total harga perhiasan yang diambil Rena.


"Scarlett GIA set Diamond pendant (p1610210023) harga promo 169.1006.000.00 ditambah candela Diamond ring (p1812030053)


harga promo 17.600.000.00 jadi totalnya


Rp xxxxxx.000.00. kak!"


Sedangkan sang kakek hanya diam berpangku tangan, di temani oleh sang perawat yang tampak cengo, mengetahui bahwa Rena adalah madu Hilya. senyum getir terbit dibibir pria muda itu.


Arkab sangat tau perjuangan Anton dulu meluluhkan hati Hilya, namun Hilya telah melabuhkan hatinya pada Adnan, dan melihat pemandangan seperti saat ini Arkab begitu prihatin.


Andai saja Anton tau, bagaimana reaksi Anton saat ini..??


sayang , Anton seolah hilang ditelan bumi, semenjak kabar pernikahannya waktu itu anton telah mengundurkan diri dari jabatannya.


Kembali kepada Hilya . dengan senyum Hilya menyerahkan satu kartu kredit, yang langsung diterima oleh penjaga toko.


Adnan menutup matanya rapat, seolah malu , bukan apa limit kartu kredit Adnan hanya sampai 100jt. Adnan hanya pengusaha restoran sederhana dan hanya bekerja sebagai guru di sebuah pondok pesantren. Adnan jarang membutuhkan uang dalam jumlah besar itu sebabnya Adnan tidak banyak memiliki kartu kredit.


Setelah semua bungkam dengan kado yang diberikan Hilya untuk Rena, Hilya membawa Rena dan yang lainya ke sebuah butik baju lengkap, Hilya meminta mereka untuk mengambil baju yang mereka sukai tidak membatasi jumlahnya dan itupun berlaku untuk Arkab.


Meski canggung, Arkab tidak mau menyia-nyiakan kesempatan langka seperti ini. matanya mulai menjelajah, dan seirama dengan iku kakinya pun melangkah meninggalkan kakek.


Hilya mengambil sepasang sendal yang terbuat dari kulit, dalamnya dilapisi sesuatu yang lembut bak kain bludru. warna coklat tua sangat cocok digunakan pria yang sudah berusia.


Hilya berjongkok didepan kursi roda kakek Adnan, membuat Pria tua itu kaget'.


"Kek ini sepertinya cocok untuk kakek." tanpa sadar Hilya menarik kaki sang kakek dengan lembut dan memakaikannya. "Pas" satu kalimat yang cocok untuk menggambarkan sendal itu yang begitu indah terpasang di kaki tua itu.


Kakek Adnan tertegun melihat perilaku Hilya pada nya. semua ketakutannya selama ini tidak terbukti. lihatlah wanita modern yang berpangkat lebih tinggi dari cucunya ini .


Cerdas, cantik jangan ditanya lagi, pandai mengurus suami, royal, tapi tidak boros untuk kebutuhannya sendiri. pria tua itu melihat peringai Hilya dari cara hidup bersama sang cucu.


Tidak ada sesuatu yang berlebihan dikediaman mereka, bahkan Hilya tak memakai pembantu untuk mengurus rumah mereka.


Tak terduga, tangan pria tua itu terulur mengelus puncak kepala cucu menantunya yang tertutup hijab.