
Jangan tanya bagaimana perasaan Anton saat mendengar cerita dari sodari tirinya, tangan Anton mengepal kuat hingga buku buku jarinya memutih, amarah begitu merasuk jiwanya
Bagaimana ada orang yang begitu kejam dan tamak seperti Mariani itu, sudah merebut segalanya masih belum puas juga dan masih mengusik kehidupan mereka
Anton mengingat bagaimana terpuruknya dirinya gara-gara terbangun dipagi hari bersama mantan asistennya dengan keadaan yang memalukan
Anton yang merasa kala itu tidak memiliki musuh, dan tidak ada bukti yang menunjukan apapun karena cctv hotel rusak merutuki dirinya sendiri
Anton malu dengan dirinya sendiri, 40 hari Anton berpuasa, tidak pernah tertinggal segala sholat Sunnah demi memohon Ampunan atas perbuatannya, Anton terpuruk dengan keadaan yang menyatakan bahwa dirinya adalah pria brengsek tak beriman
Belum lagi saat Anton jujur kepada Umi nya dan mengores luka dihati wanita yang begitu Ia cintai, saat itu rasanya hidup Anton hancur, saat melihat cinta pertamanya menangis pilu karena merasa tidak mampu mendidik putranya
Mengingat itu nafas Anton tersendal-sendal, bagaimana ada seorang wanita yang berhati iblis seperti itu.
Hilya yang melihat amarah di wajah Anton, segera menggenggam lembut tangan Anton yang terkepal kuat.
" Mas!!" bisik Hilya lembut
"istighfar mas, jangan biarkan hasutan setan menguasai hati kita, semua telah terlalui, mas Qodarullah itu tidak akan terjadi tanpa kehendak Nya, mungkin itu memang sudah garis takdir mas Anton untuk meraih pahala indah dari Allah."
Mendengar kalimat penyejuk hati itu, akhirnya Anton menoleh, Hilya terkejut saat melihat Anton menangis, dengan lembut jemari lentiknya menghapus jejak air mata suaminya
" Menangis lah, keluarkan amarah mu dengan air mata." ujar Hilya dengan menarik kepala Anton kedalam ceruk leher nya, detik itu juga tangis Anton langsung pecah
Hilya yang melihat itu turut bersedih, Anton ternyata juga begitu terluka baik hati dan fisiknya
Zizi turut merasa bersalah dengan semua yang menimpa keluarga Anton, kini wanita hamil itu sedikit lega bisa menceritakan segala yang selama ini terpendam dan membuat beban hatinya
Sedari dulu Zizi ingin berterus terang dan bercerita tentang Ibu nya pada Anton, namun baik adiknya, Ibunya bahkan Suaminya mengancamnya akan menyakitinya jika berani buka mulut, yang menyebabkan cerita itu tersimpan rapat hingga hari ini
Karena rasa bersalah itulah Zizi bertekad untuk merawat sang Ayah sambung demi menebus dosa Ibunya yang sudah sangat menggunung
Beberapa menit berlalu Anton sudah sedikit tenang, Zizi mengambilkan air putih untuk Anton agar sedikit lega, Anton menerimanya dan mengucapkan terimakasih
"Apa itu sebabnya kamu mau merawat Abah??karena turut merasa bersalah??" tanya Anton
" Terimakasih!!" ucap Anton yang membuat Zizi bingung
" Untuk apa??
" Untuk cerita mu , akhirnya aku bisa bernafas lega karena ternyata diriku tak pernah melakukan dosa zina itu, Allah..... aku begitu sakit saat kenyataan bahwa aku meniduri seorang wanita tanpa ikatan pernikahan, meski aku menikahinya tapi rasa dosaku tetap ku bawa hingga hari ini, dan mendengar kebenaran itu rasanya aku terbebas dari belenggu rasa penyesalan." ucap Anton dengan suara lirih
Benar adanya, Anton memang begitu terpuruk saat mengetahui perbuatan bejatnya yang nyatanya sebuah settingan belaka dan di sutradarai Ibu tirinya sendiri
" Itu sudah seharusnya, maaf aku terlambat mengatakan kebenaran itu!!" ucap Zizi bersalah
" Apa Ibu mu mengancam mu??".
Zizi hanya mampu mengangguk
" Lantas pergi kemana suamimu??"
Zizi Senyum pedih disertai mengalirnya lagi air matanya, seolah Zizi adalah seorang wanita dengan stok air mata yang tak terbatas
" Suamiku lebih memilih Ibuku dari pada Aku".
Anton dan Hilya mencerna ucapan Zizi, memilih yang bagaimanakah gerangan
" Apa suamimu pergi dengan Ibu mu??" tanya Anton sedikit pelan, hanya itu kesimpulannya bukan, memilih yang bagaimana mertua dan menantu
" Ibu ku juga tengah mengandung anak suamiku"
berakhirnya kalimat itu Zizi menangis pilu
DUARRR.... Kabar itu bagaikan Sambaran petir di siang hari
Mata Anton dan Hilya terbelalak maximal, wanita pilihan Abah nya begitu mengagumkan