
Disini mereka bertiga di tempat makan favorit Khansa yaitu KFC
Nyatanya setelah berziarah sama-sama dengan Adnan, Khansa masih ingin menghabiskan waktunya bersama Adnan, yang Khansa tau Adnan adalah sahabat Papa nya, Hilya yang mencoba membujuk Khansa kalau Adnan sedang sibuk nyatanya tidak mempan
Malahan putrinya Khansa terang-terangan menanyakan perihal kesibukan Adnan hari itu, Adnan yang pandai membaca sesuatu tentu saja bilang kalo hari ini dirinya tidak ada kesibukan, yang akhirnya membawa mereka bertiga berakhir di sini
" Hil!!" Adnan menyapa Hilya yang sedari tadi tampak tak bersemangat, meski Adnan tau dirinyalah penyebabnya
Hilya mengangkat wajahnya menghadap ke arah Adnan sekilas
" IYa ??"
" Maaf udah buat kamu tidak nyaman!!" ucap Adnan tulus
" Bukan begitu mas, tapi terasa ganjil saja jika Khansa bisa cepat akur sama kamu, nyatanya Khansa tipe orang yang pendiam dan tertutup". ucap Hilya dengan matanya menatap putri nya yang sedang memesan makanan untuk mereka bertiga, Khansa begitu antusias dan bersemangat untuk memesankan menu untuk Bunda nya dan juga teman Papa nya
Adnan terseyum, matanya ikut melihat Putri sahabat nya yang tengah memesan menu
" Berarti aku istimewa !!" ucap Adnan percaya diri
Hilya berdehem menghilangkan gugup, entah mengapa mendengar jawaban Adnan Hilya jadi gerogi
" Apa kamu sudah menikah?? tanya Adnan menatap lembut Hilya
" Belum mas, aku masih belum bisa melupakan masa lalu!!" lirih Hilya yang sempat Adnan dengar.
" Apa mas Sudah menikah?? tanya Hilya balik
Adnan terseyum lembut dan mengelengkan kepalanya
" Kenapa??" tanya Hilya lagi
Hilya berdecak CK'
" Mas copy jawaban aku !!"
" Memang benar Hil, itu kenyataannya!!" Jawab Adnan mengakui
Hilya membuang muka kearah lain, entah mengapa Hilya takut menatap Adnan, mungkin Hilya takut mengetahui bahwa ucapan Adnan suatu kebenaran , yang dapat tersirat oleh binar mata mantan suaminya
" Pulang ke indo sama Akbar mas'??" tanya Hilya merubah topik pembicaraan
Hilya menatap wajah mantan suaminya yang berubah mendung, Hilya merasa ada sesuatu yang tidak Ia ketahui
" Sama dengan Anton, Akbar pun sudah diambil oleh pemiliknya Hil!!"
Jawaban Adnan sukses membuat Hilya terkejut luar biasa
" Apa maksudnya diambil pemiliknya mas?? apa, apa....
" IYa Hil!! potong Adnan. "2th aku menetap di Inggris putraku Akbar berpulang.. dia keracunan makanan, Dokter mengatakan itu bukan racun yang mematikan dengan cara instan, tetapi racun yang sudah lama di berikan secara sengaja setiap harinya
" Maksudnya??" tanya Hilya tak mengerti
Adnan menghela nafas panjang, dan menghembuskan nafasnya berlahan
" Hari dimana aku pulang bersama Yuana, hari itu juga aku memecatnya menjadi sekretaris ku, tapi karena dia yang tak terima dia selalu mendatangi ku ke rumah, beralasan ingin menengok Akbar dan alasan lainnya yaitu karena dirinya yang masih belum mendapatkan pekerjaan baru, membuatnya rutin berkunjung ke rumah.
Tidak hanya saat ada aku Hil, nyatanya Yuana sering kerumah meskipun aku tak ada, memberikan makanan serial rutin untuk Akbar, aku yang sibuk tak mengetahui niat terselubung Yuana, hingga kejadian naas itu terjadi, aku baru mengetahui ternyata Yuana selama ini memberi putraku racun setiap harinya, yang membuat perlahan-lahan daya tubuhnya menurun dan beberapa organ dalamnya rusak secara bertahap dan akhirnya benar-benar tak berfungsi secara normal dan mengakibatkan Akbar dinyatakan meninggal dunia. ucap Adnan dengan mata berkaca-kaca yang seolah menerawang jauh, dimana kejadian itu baru terjadi
Hilya yang mendengar cerita Adnan menutup mulutnya tak percaya, Bahkan air matanya terjatuh sesekali