
Disini mereka sekarang
Anton membawa Keysa duduk di taman rumah sakit, setelah mereka berdebat karena sebuah ciuman dan infus yang tercabut
"Aku salah, maaf Ton!!"
Mata itu, mata yang masih seperti dulu, kilat mendamba yang masih sama di mata Keysa untuk Anton
" Sudahlah key, jangan diulangi".
Keysa tersenyum lembut , pangilan yang masih sama membuat hatinya berbunga-bunga.
" Aku ingin kembali padamu Ton, aku salah telah meninggalkan mu dulu, aku sudah mendapatkan hukuman atas itu, kamu pernah berkata padaku kapanpun aku ingin kembali padamu kamu akan menerima ku dengan tangan terbuka kan??"
Anton tersenyum manis.
" Yang kusebut kapan pun itu tidak berarti belasan tahun key!! Aku sudah menikah bahkan aku telah memiliki seorang anak."
" Bohong!! aku tau kamu telah bercerai dengan istrimu Ton!! aku tau banyak tentang kamu" dangkal Keysa percaya diri
Anton kembali tersenyum, kali ini senyuman itu sedikit lebih lebar, Anton berdiri memasukkan kedua tangannya di saku jasnya.
" Harusnya kalau memang kamu banyak tau tentang diriku, kamu tidak akan pernah mencari ku". ucap Anton dengan kilat geli Dimata nya
Keysa tersentak dengan ucapan Anton.
" Aku masih mencintaimu, sama seperti belasan tahun lalu Ton!!" ucap Keysa mengiba lirih.
Anton berbalik badan , perlahan dia berjongkok di hadapan Keysa yang duduk di kursi roda.
"Terimakasih, aku juga masih menyimpan namamu di hatiku yang terdalam key!!" ucap Anton jujur
" Nikahi aku Ton!!"
" Akan aku lakukan...... tapi jika itu kamu tanyakan sepuluh tahun yang lalu, saat aku masih sendiri". ucap Anton tenang.
" Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersama orang yang paling ku cintai yaitu kamu Ton!!"
Anton tersenyum kembali, senyum tipis yang masih mengetarkan hati wanita yang bernama Keysa itu
" Dulu aku melepaskan diri mu juga karena rasa cintaku yang begitu besar untuk mu key, aku rela sakit dan terluka karena merelakan mu pergi dariku, haruskah kini aku tersakiti karena menolong mu juga??"
"A apa maksud mu??" tanya Keysa terbata
" Jika aku menikahimu aku harus rela kehilangan istri dan anak ku, dan aku tidak bisa menyakiti mereka karena sakitnya mereka adalah luka ku".
" Jadikan aku istri kedua, kau tidak harus menceraikan istrimu Ton!!"
Anton terkekeh mendengar ucapan wanita yang pernah meRatui hatinya.
" Aku pernah bersumpah atas nama Umi dan adik ku, sepanjang hidupku tak kan aku membawa keluargaku masuk ke dunia poligami, jika aku ingin menjalin hubungan dengan wanita selain istriku aku akan membebaskan terlebih dahulu istriku dari ikatan pernikahan". ucap Anton menatap lekat Keysa.
"Jadi??" Keysa menuntut jawaban
" Jadi????-- apa aku harus kehilangan mereka demi wanita masa laluku?? jadi?? apa aku harus tersakiti oleh wanita yang sama untuk keduakalinya?? andai kau tercipta untuk ku maka sudah sejak lama kita bersama key!!"
Keysa menangis , Keysa memang masih benar-benar mencintai Anton, kebodohan masa lalunya membuatnya terkena penyakit mematikan itu
" Hidupku tak akan lama, aku ingin meninggal di dekapan orang yang paling ku cintai.. " Isak Keysa dengan derai air mata.
Anton menarik nafasnya dalam " siapapun yang hidup pasti akan mati key, bahkan siapa orang yang tau umur seseorang termasuk diriku, setiap harinya usia kita akan semakin berkurang, bukannya bertambah, siapapun yang hidup pasti menemui kematian, hanya saja kita tak pernah tau, bagaimana atau dimana kita akan tiada, untuk mu bersabarlah!!, lebih dekat kan diri sama Allah..... key!! kamu cantik saat memakai hijab."
Tutur kata dan pujian Anton membuat Keysa semakin terisak, hati Keysa hancur, tidak adakah harapan memiliki Anton lagi?? benarkah demikian bahwa Anton telah menikah??" pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi hati Keysa