Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
196.Fauzan



Seseorang menangis di posisinya duduk, di dampingi sosok Pria tampan ber profesi sebagai Dokter, Dia adalah Zizi


Fauzan terpaksa menceritakan semuanya pada Zizi karena bingung ingin mendekat seperti apa, jika saja orang yang ingin dirinya dekati tak mengenal nya sama sekali


" Aku tak menyangka, Anton sebegini perduli padaku meskipun aku hanya Kaka tirinya!!"


Fauzan menganguk kecil


" Anton memintaku mendekati mu, dengan tujuan melindungi layaknya seorang teman, Anton takut mantan suamimu mengusik mu nanti nya.


Zizi tersenyum dalam tangis


Di saat sakit dirinya justru ingin menyatukan banyak hati untuk bersatu, Anda pria yang baik, anda pasti tau tujuan Anton sebenarnya, Zizi tertawa kecil, lucunya Adik ku itu, meminta sahabatnya yang derajatnya tinggi mendekati janda rendahan seperti ku


Fauzan tidak senang dengan ucapan Zizi, bukan karena kata katanya yang meminta mendekati tetapi perbandingan derajat itu begitu berlebihan


" Setatus Anda tidak ada yang salah, kenapa harus berucap seperti itu??"


Zizi memberanikan diri menatap lawan bicaranya


" Tidak ada yang salah jika aku tau tepat, asal usul ku, tidak ada yang salah jika aku adalah wanita yang dilahirkan dalam keluarga yang utuh, selama hidupku aku hanya mengetahui nama ibu kandungku tanpa ada setatus pasti siapa bapak biologis ku, menjadi seorang wanita tanpa menyandang binti saat pernikahan itu begitu memalukan, bahkan Ibuku tak pernah mau mengatakan siapa nama Bapak ku hingga saat ijab suamiku yang kini menjadi suami Ibuku menyebut binti almarhum untuk ku!"


"Aku bukan wanita yang layak di dekati, apa lagi seseorang seperti Anda, berangan saja saya tidak berani memiliki sosok teman seseorang pria yang berkasta tinggi seperti anda, apalagi untuk menjalin hubungan pertemanan yang sebenarnya"


Fauzan terhenyak mendengar penuturan Zizi, apa sebegitu menyedihkan hidup wanita berparas ke ibuan itu hingga berangan memiliki teman sepertinya tidak berani.


Zi berujar lirih, sebelum ingin beranjak


" Tapi bagaimana jika saya pribadi yang ingin dekat dengan Anda!! "


Perkataan Fauzan membuat Zizi terdiam


" Nama saya "Fauzan Al-Najm", saya seorang Duda kehidupan saya tak seperti yang anda bayangkan, saya seorang yatim-piatu, menjadi Dokter bukan cita-cita saya, karena cita cita saya sederhana memiliki rumah kecil di desa, hidup rukun bersama istri dan anak memiliki ternak maupun tambak, tidak ada kemewahan hanya ada kesederhanaan dan juga ketenangan.


Zi hendak mengatakan sesuatu, tetapi tak jadi gara-gara Fauzan mendahului ucapan nya


" Kamu tidak perlu mengatakan apapun, karena Anton telah menceritakan semuanya, Zizi maukah kamu ta'aruf bersama saya?? sepertinya saya telah menemukan partner yang selama ini saya cari!!"


Ucapan Fauzan membuat Zi melongo


Sedangkan Fauzan tampak terhibur dengan ekspresi wajah Zizi


Dada Fauzan berdesir, sosok Zizi yang berwajah ke ibuan di tambah postur yang tinggi menjadi daya tarik tersendiri untuknya, ditambah cerita singkat Zi tentang kehidupannya yang menyedihkan seolah mengugah jiwa Fauzan untuk merengkuh tubuh wanita itu dalam perlindungan nya


Impian kehidupan sederhana itu memang bukan bualan belaka, Dan melihat sosok Zizi dan sepenggal cerita Anton mengenai Zizi membuat Fauzan ingin mengenal lebih sosok wanita yang tengah berdiri cengo di hadapannya


Ingatkan Fauzan agar besok saat datang kembali membawa oleh-oleh untuk Zahra, agar pertemuan mereka sedikit lebih berwarna, sejak hidup di pesantren Zahra begitu ceria, masa kekanakan nya telah kembali, zahra yang memang memiliki daya ingat yang kuat mampu menyelesaikan hafalan juz 30 dalam waktu satu bulan , membuat Anton begitu bangga begitupun yang lainnya