Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
150.EWajah sebenarnya



Jangan terlena karena wajah polos, terkadang di dalam wajah yang tenang ada jiwa yang membara.


*******************


Sore dimana Anton , Hilya, Adnan dan Zizi sedang berada di rumah sakit, keributan terjadi saat tiba-tiba Dini menangis dan berlari memeluk Anton, sedang dibelakangnya Zahfran berjalan mengikutinya


Melihat Dini yang menangis sesenggukan membuat mereka semua mengarahkan pandangannya pada Zahfran, yang tampak tenang bahkan terkesan cuek.


"CK, Zahfran berdecak, "bukan aku yang membuatnya menangis!!"


Anton menyerengit, melerai dekapan sang Adik.


"Din??" Anton ingin mencari tau, namun munculnya sosok dari jauh membuat urung niatnya


Melihat arah pandangan Anton, semua ikut melihatnya, semua terpaku melihat sosok pria dengan wajah penuh Lebam, kaki pincang dan baju yang robek sana sini, hanya Zahfran saja yang tak terlihat kaget, justru dengan tenangnya Zahfran melenggang duduk.


"RIS??" Anton menduga menangisinya Dini karena calon suaminya yang terluka, namun pemikiran itu terpatahkan saat Zahfran mengungkapkan sesuatu yang mengejutkan


" Masih berani muncul di sini? belum hilang muka ?? Andaikan wanita ini membiarkan aku meremukkan tulang mu, dengan senang hati aku melakukannya," Tunjuk Zahfran pada Dini


"Ada apa ini?? Din, Zah, RIS??" tanya Anton dengan suara tegas


"Bajingan tengik yang sok alim dan sok polos ini hampir saja menggagahi Dini di dalam mobil dekat gedung tua!!"


Ucapan Zahfran, membuat Dini kembali menangis


Ucapan Zahfran membuat bibir-bibir mereka ternganga


Risqi dengan wajah bonyok nya berlutut di hadapan Anton


"Kak, ana, ana khilaf kak, ana dalam pengaruh alkohol.. Afwan kak, Din!!" ucap Risqi dengan wajah penuh penyesalan


Dengan cepat Zahfran kembali menarik kerah Risqi yang sudah tak berbentuk.


"Brengsek!! apa kau bilang, pengaruh alkohol ha ha ha kau fikir aku bodoh?? tidak ada bau alkohol di dalam nafasmu yang ada kau itu sedang flay karena ****, mungkin kau bisa bodohi mereka tapi tidak dengan ku!! karena obat-obatan seperti itu adalah duniaku."


"Ayo kita selesaikan dirumah, ini rumah sakit, tempat umum." Anton segera menarik Zahfran, sedangkan Adnan menarik Risqi, Hilya memeluk Dini, sedangkan Zizi mengekor dibelakang mereka


_______


Sampai dirumah Anton dan Hilya


Anton segera meminta penjelasan mereka bertiga.


"Dini ini bukan lelucon dek, sebentar lagi kalian akan menikah, bahkan pengurusan semua sudah selesai, kalian tinggal melakukan akad saja!!" Anton menatap lekat wajah adeknya


"CK, batalin ajah DECH!! atau aku siap jadi pria penganti pria brengsek ini!!" Zahfran bicara dengan wajah penuh dengan kemarahan.


"Kau!!" Risqi berdiri hendak melakukan sesuatu namun segera di cegah oleh Adnan.


Sedangkan Zahfran tersenyum miring menatap Risqi


"Apa kau pikir kau pria baik-baik?? bahkan kau terang-terangan mengatakan dunia obat-obatan adalah duniamu!!" Risqi menatap nyalang Zahfran


Sedangkan Zahfran malah tersenyum pongah


"Setidaknya aku tidak bersembunyi di balik topeng, dari penampilanku memang sudah jelas memperlihatkan bahwa aku memang pria brengsek, bukankah pria baik-baik tidaklah mungkin memiliki tato hampir di seluruh tubuhnya?? CK lucu sekali ." ucap Zahfran tenang seolah tak tersinggung dengan ucapan Risqi, berbeda dengan Risqi yang seolah tersindir kembali ingin menyerang Zahfran, namun lagi-lagi Adnan mencegah nya.


" Aku yakin pria brengsek sepertimu pasti sudah sering kali tidurin banyak wanita!!" seru Risqi pada Zahfran yang mengagetkan mereka semua, selama ini Risqi sosok yang lembut kini seperti menghakimi seseorang, terlebih dengan tuduhan yang tidak pantas.


Diluar dugaan Zahfran justru tertawa.


"Ya.. kau benar! tapi aku meniduri wanita bayaran, atau wanita yang memang memiliki dunia gelap sepertiku, dan yang ingin sama-sama menyalurkan hasrat tapi...." ucapan Zahfran menggantung sebelum mata itu memicing membuat semua menahan nafas


"Aku masih bermoral, karena aku melakukanya di hotel maupun rumah sewa, tidak seperti mu yang tak bermodal dan bermoral, di mobil dan di tempat umum." ucap Zahfran penuh penekanan.


Tangan Anton terkepal kuat, kemarahan jelas di wajahnya, kebenaran akan sifat asli Risqi tak Ter elak kan, terlebih setelah Dini membenarkan ucapan Zahfran, lagi-lagi Zahfran bisa menolong para wanita kesayangannya tepat waktu, bangga, haru dan bersyukur itu yang memenuhi hati Anton