
Y"ang!!" ucap Anton parau, meski istrinya secara mental tidak mengalami gangguan, namun fisik Hilya tak membohongi betapa sakitnya badan Hilya
Tidak hanya memar, bahkan ada goresan yang cukup dalam dibagian dadanya, hanya saja luka itu tertutup baju longgar yang Hilya kenakan, hanya Anton dan para wanita yang tau.
Anton melerai dekapan nya, membingkai wajah Hilya dengan kedua telapak tangannya dengan lembut
" Yang... cinta kamu' .... banget malah".
Hilya terkekeh
" Kok ketawa??"
"Mas, kenapa mas Anton jadi lebai gini sich??inget lho kita udah punya Dede sekarang". ucap Hilya menatap wajah suaminya
"CK, Anton mendengus. "Yang balas dong ungkapan aku barusan".
Hilya mengangkat bahunya acuh.
"Yang??"
" Aku mau istirahat mas'!!"
Anton menarik nafasnya berat. " yasudah Sayang istirahat dulu gin!!".
" Temani!!" ucap Hilya sambil menarik lembut tangan Anton
"I also love you" mas' ... mas Anton memang bukan yang pertama untuk ku, tapiiii..... !!" Hilya melirik Anton yang begitu serius menatapnya senyum jahil Hilya terbit. "tapi akunya ngantuk mas".
" Yang..kamu.........!!" Anton memberengut membuat Hilya tertawa lepas, Anton terpana melihat Hilya yang begitu bahagia, Hilya tak menunjukan rasa sakitnya meskipun luka itu tampak hampir seluruh badan nya, Anton merengkuh lembut istrinya, istri yang begitu kuat, istri yang begitu pengertian dan istri yang begitu cantik luar dalam.
" Jangan tertawa dihadapan pria lain Yang!!senyum mu bisa membuat orang lain terpesona, tertawalah sepuasmu hanya di hadapan ku mengerti hmm??"
" Ehm', ehm.. sabar atau A, kak Hilya masih sakit lho itu". Dini masuk ke ruangan Hilya bersama Risqi dan Elsa
Anton terpaksa melepaskan pelukannya dari tubuh Hilya
Anton mendengus melihat adeknya
" Kenapa kalian masuk bersama??"
" Kami di izinkan A.. lagian Dokter kayaknya tau kalo kami ini anti virus". ucap Dini melewati sang Kaka begitu saja
Anton mendengus, kemudian matanya menatap Risqi
" Risqi Loe pikir masak-masak DECH kalau mau nikahin wanita model gituan, takutnya Loe nyesel ntar deh beneran!!"
Hilya, Risqi dan Elsa tertawa, mendengar ledekan Anton pada adenya
"Is paan sich A.... " ucap Dini sambil menghentakkan kakinya.
" Tu tu lihat tu mau kamu Ris?? merajuk saja gak tau tempat, kayak anak kecil!!"
Risqi hanya tersenyum melihat Dini yang memberengut, di hampirinya calon istrinya dan di elus lembut puncak kepalanya
" Saya mencintai Dini tidak serta-merta karena kelebihan nya mas!! saya ingin menjadikan Dini sebagai penutup kekurangan saya dan saya berharap kehadiran saya untuk Dini sebagai penyempurna kelebihannya". ucap Risqi lembut
"Aku ngak nyangka cowok sependiam kamu bisa juga merangkai kata-kata mutiara RIS.. Waw ... " Elsa berkomentar
"El, Loe Tek dung lagi??" tanya Hilya saat tak sengaja mata nya menatap perut Elsa yang sedikit membuncit
" CK, Loe gak seru banget sich Hil, bahasa Hil!!" masak Tek dung?? ini anugerah cinta loo Hil!!" ucap Elsa sok dramatis.
" Anugerah terindah yang.... aku miliki...
kamulah satu-satunya
yang paling teristimewa
kamulah satu-satunya bidadari cinta" .. Anton menyanyikan sepenggal lagu "anugerah cinta"
Yang membuat mereka semua tertawa, bukan karena suaranya jelek, bukan juga karena adanya salah lirik, namun karena tingkah konyol Anton yang bersimpuh sok dramatis di depan istri nya
" ckckck.. udah DECH Ton!! Loe ngatain adek loe aneh Loe sendiri lebih aneh tau gak??" protes Elsa sambil meredakan tawanya
Sedangkan Risqi dan Dini sibuk menyeka air mata di pelupuk matanya karena tingkah Anton mereka sampai menitihkan air matanya.
Hilya terseyum lembut tanganya mengapai seutas tisu yang dijadikan Anton sebagai gantinya bunga.
"yes I want to be your wife" ucap Hilya yang membuat mereka semua kembali tertawa. tingkah suami istri itu begitu serasi Anton yang humoris dipersatukan dengan Hilya yang jail membuat kehidupan mereka sehari-hari penuh canda tawa