
" Ahhhhh!! Umiiii!! sakiiit!!" rintihan Zizi membuat Anton mengalihkan pandangannya dari Zahfran
" Apa terasa sakit nak??" tanya Umi Anton begitu khawatir pasalnya darah yang mengalir bertambah banyak membersamai rintihan Zi
" Mba atur nafas yaa!! jangan tegang, tarik nafas perlahan, hembuskan!! tariklagi, rileks sebentar ya mba!!! kita akan segera sampai rumah sakit." Anton mencoba menenangkan Kaka tirinya, Zi yang awalnya masih mampu beberapa kali mengatur nafasnya mulai kehilangan kesadaran
Mata Zi kian tak mampu tetap terbuka, secara perlahan mata itu mulai redup dan tertutup rapat
" Oh Tidak!!" Anton panik, diraihnya alat pemeriksa detak jantung dan denyut nadi
Hilya sendiri sudah mencoba secepat mungkin melajukan kendaraannya, tapi mau bagaimana lagi, jalanan begitu ramai
" Sayang!! denyut nadinya semakin lemah, aduuh sangat disayangkan kita tidak memiliki alat untuk memeriksa detak jantung janin, Yang aku khawatir!!" Anton berbicara kepada Hilya
Hilya bungkam, entah apa yang di fikirkan wanita cantik itu, tangannya fokus mengemudi, matanya awas sesekali melihat keadaan Zi dari spionnya
Sedangkan Umi Anton membekap mulutnya menahan Isak
25menit terasa sangat menegangkan, sesampainya di rumah sakit, Zizi segera mendapat penanganan tim Dokter spesialis kandungan
Hilya yang menunggu di luar ruang operasi bersama Umi dan Anton disapa seseorang yang begitu cantik, awalnya Hilya tak mengenali nya tetapi setelah wanita cantik itu menyebutkan namanya membuat Hilya dan Anton langsung mengenali wanita cantik tersebut, bahkan Hilya langsung memeluk wanita cantik yang menyapanya
" Siapa??" tanya Umi Anton pada menantunya, setelah wanita cantik itu berlalu bersama pria jangkung yang membersamainya
Hilya terseyum lembut" wanita beruntung Umi!!Teman saya dan mas Anton rekan sesama Dokter rela mengorbankan ginjalnya demi wanita tadi!!"
" Oh ya?? teman Anton?? apa Umi mengenal nya??" tanya Umi Anton penasaran
" Nama nya Dokter Soe Drajad Umi, seorang dokter spesialis ginjal memang, cinta itu memang ada ya Umi?? Dokter Soe jatuh cinta pada istri pasiennya sendiri, dan mendonorkan ginjal nya pada wanita tadi"
" Oh yaa??"
" Umi, Kak, Mas'?? bagaimana keadaan mba Zi??"
Anton yang duduk dekat Zahfran berdiri ikut berdiri
" Kamu dari mana saja?? Zahfran apa kamu tau kabar mengenai Ibu kamu?? Zahfran aku tanya apa kamu terlibat penusukan itu??"
Anton memberi pertanyaan berturut-turut, sebenarnya Anton bukanya tak percaya pada Zahfran, tapi juga khawatir, apa lagi keadaan Zahfran saat ini yang memang layak di curigai
Zahfran agak bingung dengan sikap semua orang hari ini, tadi saat sampai di rumah calon istri nya yang taklain adalah Dini juga bertanya beruntun, di tambah pujaan hatinya itu menangis histeris, sebelum akhirnya memberitahukan bahwa Zi dilarikan kerumah sakit karena pendarahan, awalnya Zahfran mengira Dini menangis karena itu, akan tetapi pertanyaan Anton pun juga ahhh Zahfran begitu bingung
Zahfran: saya dari kantor polisi mas, dan saya belum mendengar kabar tentang Ibu, dan lagi penusukan?? apa maksudnya saya terlibat penusukan mas??"
Anton mencerna jawaban Zahfran, dirinya sendiri juga bingung dengan kondisi ini
" Zahfran !! ada beberapa saksi yang melihat pelaku penusukan itu dan ciri-ciri yang disampaikan mereka sangat mirip penampilan mu saat ini!! dan jikalau kamu tak melakukan penusukan itu kenapa kamu babak belur begini??"
" Saksi apa mas?? penusukan apa?? kenapa tidak Dini tidak mas Anton menanyakan hal yang serupa, dan sebenarnya ada apa dengan kabar Ibu, apa Ibu kabur?? kalau sebab saya babak belur begini karena di keroyok orang!!"
Anton menatap lekat wajah Zahfran
" Tadi kamu bilang dari kantor polisi?? trus barusan kamu bilang habis di keroyok orang!! Zahfran sebenarnya ada apa??"
Zahfran menyunggar rambutnya
" Sebenarnya saya yang harusnya tanya mas ada apa??"
" Zahfran Ibu Mariani ditusuk orang, dan saksi mengatakan ciri-ciri pelaku sama seperti tampilan mu sekarang, Ibu mu merenggang nyawa karena penusukan itu, itu yang sebenarnya kami ingin ketahui, apakah kamu terlibat??" Hilya menengahi ,memberi keterangan dan penjelasan yang mungkin bisa Zahfran pahami dan juga menanyakan kebenaran apakah Zahfran terlibat, informasi, penerangan, dan pertanyaan, kombinasi lengkap yang di ambil Hilya yang pastinya mudah di pahami oleh Zahfran