
Pagi yang masih berembun, bagi sebagian wanita masih senantiasa menikmati kehangatan di dalam selimut bertahtakan kenyamanan menyelami dunia mimpi, terapi tidak bagi seorang wanita cantik yang bersetatus kan istri Aa Anton tersebut
Hilya sudah menyiapkan sarapan mulai jam tiga dinihari, bahkan sebagian pakaian Baby Khansa sudah terjemur rapi setelah proses pencucian
Begitu pula jas-jas mahal Suaminya, biarpun Hilya sibuk dengan studi pendidikan nya dahulu tapi untuk persoalan pakaian Hilya anti memakai jasa laundry, wanita cantik yang urakan di masalalunya itu memiliki banyak nilai plus di dunia rumah tangga, pintar memasak, jenius, periang, pandai bergaul dan pastinya cantik yang menjadi daya tarik para pria di luar sana
" Yaaaang!!" Hilya menolehkan kepalanya
" Ya' mas'? apa Khansa bangun??"
"CK, Anton berdecak. " ini masih tarlalu pagi untuk berada disini Yang!! subuh saja belum!!" Anton membawa dagunya menempel di pundak sang istri . " Khansa masih bobo nyenyak Yang!!"
" Mas,aku hanya menyiapkan sarapan, sebelum kita semua pergi kerumah duka kakek!!"
" Kan tunggu Dini sama Umi bisa Yang!!"
" Mas' kalau cuma bikin sarapan istri mu ini masih mampu!!" Hilya mematikan kompor dan memutar menghadap Suaminya
Anton memeluk sayang Hilya
" Aku hanya tidak mau kamu terlalu capek Yang!!"
" Aku gak papa mas!!"
"khem' khem'!!' cie cieee AA ini kayak gak ada tempat lain ajah biar di dapur tetap nempel kayak tokek!!"Dini menyindir kakaknya sambil menaruh gelas kosong di wastafel
" Biarin!! udah halal yaa!! emangnya kayak kamu dek' belum halal sudah mai.......
" Kenapa dengan adek mu Ton!!" Umi Anton tiba-tiba mengecup kepala putrinya sesaat setelah memasuki dapur
Belum sempat Anton menjawab Zahfran tiba-tiba juga memasuki dapur
" Lhoh mas' Kak, Umi, Dini kok pada ngumpul disini semua??" Zahfran menatap semua yang berkumpul didapur, percayalah meski kini didapur satu persatu orang bertambah tetapi Anton tetap memeluk posesif Hilya
" Ckckck kalian semua ngeganggu banget orang lagi pacaran!!" Anton mengecup puncak kepala Hilya yang tertutup hijab sebelum melenggang santai menuju letak mesin cuci di belakang dapur
Umi Anton hanya mengelengkan kepalanya, Hilya dan Dini hanya tampak saling tersenyum
" Umi!! kita sarapan sebelum berangkat, aku udah selesai masak untuk kita semua, InsyaAllah hari Kamis kita bisa besuk zahra ke pesantren Umi, kemarin pas video call Zahra begitu antusias belajar disana!!"
" Kak Hilya!! makasih banget Kaka dan mas Anton , Umi, Dini kalian begitu Baik dengan keluarga ku , zahra dan mba Zi bahkan aku hanya bisa merepotkan kalian saja!!
" Kamu' ngomong apa sich nak? tidak ada yang merepotkan dan di repotkan, jangan kamu fikirkan itu semua, percayalah semua sudah di atur oleh Allah!!" umi Anton menasehati
" Benar itu fran!!" Anton muncul dari arah belakang. "harusnya kamu fokus hapalin ijab qobul untuk nanti malam, takut ajah kamu Deg-degan sampai salah sebut nama mempelai wanitanya"
Wajah Zahfran merona, begitupun wajah Dini, nyatanya ucapan Anton begitu tepat, karena sesungguhnya baik Zahfran maupun Dini semalam suntuk gelisah dan juga gerogi karena mau menikah
" Benar mas!! sampai tadi malam saya sulit tidur karena gerogi, gimana ya mas caranya biar gak gugup gini??"
Dini menunduk, tapi dalam hatinya ikut menunggu tips dari sang kakak
" Jangan kan kamu fran!! aku ajah yang dulu pernah menikah sebelumnya dan di hadapkan dengan ijab qobul kembali rasa-rasanya jantung gak mau di ajak kompromi, bawaanya Deg-degan, makan tak enak, tidur tak nyenyak pokoknya galau jiwa ragaku, padahal waktu itu kamu tau sendiri kondisiku belum normal, apa lagi kalo normal kayak kamu!!"
Pengakuan Anton membuat pagi mereka semua diawali dengan gelak tawa , nyatanya ucapan Anton memanglah kebenaran, kini kegelisahan yang pernah dirasakan Anton berbuah manis, kebutaan membuat dirinya mendapatkan cinta nya yang dulu sempat bertepuk sebelah tangan akhirnya tersambut