
Satu bulan berlalu, semenjak kejadian Dini kecewa terhadap Adnan.
Adnan semakin sering berkunjung ke rumah Anton, acara aqiqah gagal di laksanakan karena putranya kembali mendapatkan penanganan khusus setelah beberapa waktu mengalami sesak nafas.
Tepatnya seminggu yang lalu, putra Adnan yang diberi nama Akbar itu sudah diperbolehkan pulang, tetapi Adnan justru membawa putranya kerumah Hilya dan Anton.
Anton yang pada dasarnya menyukai anak-anak begitu antusias, bahkan dokter tampan itu begitu piawai dalam mengurus baby Akbar.
Adnan dan Hilya takjub saat melihat Anton begitu pandai mengurus baby, tidak hanya mengendong, bahkan Anton sendiri yang memandikan dan memakaikan baju baby Akbar, tak lupa membedongya begitu rapi.
Sejak saat itu baby Akbar seperti memiliki ikatan batin dengan Anton, hampir setiap malam sebelum terlelap, Adnan menyempatkan untuk menelpon Anton supaya berbicara dengan Baby Akbar.
Rutinitas itu berlangsung hingga saat ini, satu Minggu sekali Adnan selalu berkunjung ke rumah Anton, Anton tidak lagi merasa cemburu dengan seringnya Adnan datang ke rumahnya.
Anton sudah yakin hanya ada namanya di hati sang istri, istri cantiknya yang sedang mengandung buah cinta mereka.
Sudah dua Minggu terakhir Anton resmi resign dari rumah sakit', sejak pulih dari sakitnya Anton langsung mulai bekerja di perusahaan milik papa mertuanya.
Keputusan Anton meninggalkan dunia kedokteran dan masuk kedalam dunia bisnis, disambut kebahagiaan kedua orang tua Hilya yang sudah menganggap nya seperti putranya sendiri.
Dengan rasa bangganya papa Hilya memperkenalkan Anton sebagai pewaris dan penerusnya. Calon bos besar yang orang masa kini menyebutnya dengan CEO.
Kedatangan Anton di kantor Papa Hilya dan status nya yang menyandang gelar pewaris tunggal membuatnya menjadi pusat perhatian para staf kantor, terlebih kaum hawa yang berbondong-bondong mencari perhatian pria tampan yang begitu murah senyum.
Anton tak mengambil pusing, fokusnya adalah belajar dan terus belajar, di dampingi oleh sang papa mertua yang begitu menyayangi nya, Anton sudah terlihat memiliki bakat yang cukup mengejutkan.
Pengetahuan yang luas, ide yang cemerlang, pandai berbahasa asing dan pandai bernegosiasi membuat dua perusahaan besar dalam waktu dua Minggu yakin bekerjasama dengan perusahaan .Royal Crown.
Namun kesibukan Anton tak membuat sedikit pun perhatian nya pada sang istri berkurang, setiap hari nya tidak pernah sekalipun Anton absen mengingat kan sang istri minum vitamin, susu makan siang dan lain-lain.
Perlakuan Anton membuat papa Hilya begitu tersentuh. Rasa bangga akan sang menantu begitu kentara.
Sedangkan sang adek Dini, belum ingin melanjutkan kuliahnya, hari-harinya di habiskan untuk menulis cerita fiksi remaja dan juga roman.
gadis itu begitu antusias membuat karya seni tulis yang biasa disebut dengan novel.
Baik Hilya maupun Anton tidak melarangnya, Anton mendukung apapun keinginan sang adik asal dalam hal yang baik Anton tidak mempermasalahkannya.
Toh sayang juga kalau sang adik yang memiliki daya khayal tinggi tidak disalurkan, lebih baik di salurkan melalui karya yang bisa menghasilkan dari pada cuma terpendam dan bikin halu.
Dini jarang menemui Adnan, rasa kecewanya membuat dirinya Engan bertemu dengan Adnan, meski sangat terlihat bahwa sebenarnya Adnan sering mencari perhatian gadis yang menyandang status penulis itu.
Dini akan ikut mengurus baby Akbar jika Adnan sudah pergi, namun tanpa sepengetahuan Dini, Adnan selalu memperhatikan intraksi dini dan putranya, dini begitu menyayangi baby Akbar, terlihat jelas bagaimana dini menciumi baby Akbar begitu gemas, tawa dini begitu berarti di hati Adnan, pria yang berstatus DUDA itu ingin bertekad untuk meluluhkan hati wanita yang sebulan ini meRatui hatinya.