Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
8.Baik hati



"Baiklah, gue masuk duluan"


Loe lanjut saja makan malam loe" Hilary bicara tanpa menatap Adnan, Hilary bergegas masuk kedalam asrama putri. Entahlah merasa kalah tapi tidak tau kalah karena apa? merasa sesak tapi tidak tau sesak karena apa? ingin Hilary teriak dengan bebas melepas sesak di dadanya. "gue harus segera pergi, mungkin jam segini taman kota sepi gue ingin lepas beban gue dengan teriak sekenceng kencengnya," gumam Hilary dan berjalan untuk mengganti pakaiannya..


Tiba di samping mobilnya, Hilary menemukan banyak sekali goresan goresan di body mobil nya, sebenarnya tidak masalah bagi Hilary dia tetap hendak memasuki mobilnya.


Tapi tiba-tiba beberapa anak santri mendekat kepada Hilary mereka menunduk takut.


" Maaf Mba tadi pas Bapak hendak masuk makan saya melihat anak-anak ini mengores ngoreskan batu ke mobil mba." kata penjaga pesantren.


Mendengar keributan diluar Adnan dan Ibu Nurmi dan beberapa orang ikut keluar.


" Ada apa Pak"?


"Eh ini ustadz Adnan, anak anak mengores ngoreskan batu ke mobil mbak ini." jawab Pak Ucup sambil menunjuk Hilary.


Adnan melihat body mobil Hilary, dan benar saja hampir seluruh pintu mobil dan beberapa bagian nampak goresan goresan abstrak dan di tempat tempat tertentu goresanya cukup dalam.


Adnan melihat ke arah Hilary guna ingin meminta maaf atas perbuatan anak-anak santri. Adnan cukup kaget dengan tampilan Hilary yang kembali seperti pertama kali bertemu .Celana pendek setengah paha baju yang berlengan sebelah rambutnya yang kecoklatan dia biarkan begitu saja Dan yang pasti serba terbuka.


namun belum sempat Adnan berbicara Hilary sudah ngomong duluan.


"Tidak papa, jangan di marahi kasian mereka, lagian mereka tidak tau kalo perbuatan mereka itu salah, yaaa kan..??" Hilary melihat ke 3 anak yang sudah mengores mobilnya. "lain kali jangan di ulangi yaaa!! kalo kalian mau menggambar jangan di mobil orang, kalo orang nya galak kalian bisa dimarahi lho... " tutur Hilary


ketiganya hanya mengangguk.


"Maaf Kaka " ucap mereka bersama.


"Dimaafkan" ucap Hilary sambil tersenyum


"Nak Hila mau kemana?? " tanya Ibu Nurmi


"Saya ada urusan Bu, maaf saya tidak mau menganggu makanya saya tidak pamit, dan bajunya saya bawa pulang dulu Bu, nanti setelah bersih saya antar kembali ."


" Eh gak papa bajunya buat nak Hila saja. kenapa dilepas??"


"Maaf Bu tadi rencananya saya akan segera pulang setelah selesai urusan saya"


"Hila..!! mobil kamu cukup parah goresanya.apa tidak sebaiknya dibawa ke bengkel, untuk biaya kami akan membantu sebagai tanda maaf kami." ucap Adnan memotong perbincangan Ibu Nurmi dan Hilary.


Melihat Adnan dan Hilary yang cukup canggung Ibu Nurmi pamit kedalam


" Tidak masalah ustadz, Tidak papa, biar nanti saya sendiri yang urus.(sangking melownya hati Hilary sampai-sampai dia tidak menyadari bahwa bicaranya kali ini sangat sopan)


"Maaf saya buru-buru ada urusan." tanpa melihat ke arah Adnan Hilary masuk ke dalam mobil.


Adnan mengetuk kaca mobil Hilary, dengan malas Hilary membuka kaca mobilnya


"Hila ini sudah malam apa tidak sebaiknya kamu bermalam di asrama?"


"Tidak" spontan Hilary menjawab.


Sungguh sebenarnya Adnan sendiri tidak tau mengapa dia seolah tidak mau Hilary pergi sendirian dan lagi pula ini sudah cukup malam dan tawaran menginap di asrama Adnan pula sepontan mengatakannya.


"Kalau begitu gantilah bajumu dengan pakaian yang beberapa waktu lalu kau kenakan. ini sudah malam, jangan mengundang seseorang melakukan kejahatan"


Hilary hendak menutup jendela mobilnya, Namun tangan Adnan dengan cepat menahannya,


"Gantilah bajumu maka kamu boleh pergi." tegas Adnan.


" Jika kamu tidak bersedia Menganti pakaian mu. saya tidak mengizinkan mobil mu melewati gerbang keluar."


Hilary sangat bingung dengan sikap Adnan kenapa dia jadi sok perduli? dan lagian memancing kejahatan apa coba dengan memakai bajunya. aneh.


namun demikian dia tetap turun dari mobil dan mengganti pakaiannya di dalam asrama.


Di luar Adnan masih menunggu Hilary,bsesekali dia melihat kembali goresan di body mobil Hilary.


" Dia benar-benar baik hati." gunam Adnan


Entahlah jika mobil yang digores anak santrinya milik orang lain, entah apa yang akan terjadi. Adnan bukan orang yang bodoh dia sangat tau jenis mobil Hilary bukanlah mobil sembarangan.


abrikan Italia hanya memroduksi LaFerrari dalam jumlah yang sangat terbatas, yakni 499 unit. Harganya mencapai USD 1.700.000 atau Rp 23 miliaran. Ini adalah model pertama Ferrari yang menggunakan powertrain hybrid.



"Sudah" suara Hilary membubarkan lamunan adnan.


" Kamu yakin akan pulang??"


Hilary tidak menjawab dan langsung masuk kedalam mobilnya..