Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
137.Cobaan itu pasti ada



Anton adalah sosok Kaka terbaik bagi Dini, Anton mengantikan peran Abahnya dalam menjaga Dini dan Umi nya, berusaha keras untuk mendapat gelar dokter demi memantaskan diri, dulu Anton hanyalah anak pondhok yang dianggap remeh


Banyak keluarga Abah Anton yang meremehkan nya, namun semenjak Anton muncul sebagai seorang Anton dengan gelar dokter bedah beberapa tahun lalu, membuat mereka yang pernah mengunjing menjadi bungkam.


Namun sesungguhnya keluarga Abah Anton pun tak mengetahui bagaimana susahnya mereka sesaat setelah perceraian Abah Anton dan Umi nya, yang mereka tau Anton bisa kuliah kedokteran dari uang Gono gini keluarga nya.


Jelas baik Dini maupun Anton dulunya terbiasa hidup susah dan mandiri


Dini berlari memeluk sang kakak, bohong jika Dini tidak menyayangi Anton, Dini sangat menyayangi kakaknya, selama ini Dini tidak tutup mata atas pengorbanan sang kakak.


"A A ngomong apaan sih?? kyak aku mau kemana ajh!! biar aku udah nikah sama A Risqi tetap Aa adalah cinta pertama aku".


" Abah, baru A A Din!!". tegur Anton.


" No !! You are my first love. you, you, and you.. Hanya Aa"


" CK lebay!!".


" Biarin!!".


Anton memeluk sayang adenya.


" Ingat, setelah menikah ada hati yang harus kamu jaga!! jangan langkahkan kaki nakalmu keluar rumah tanpa izin Risqi, apapun urusanmu utamakan kebutuhan suamimu, patuhi suamimu dalam hal yang baik!!".


"Rasulullah bersabda Ketaatan seorang istri pada suaminya disebut setara nilainya dengan jihad kaum lelaki. jadi dek' ketika kaum pria mati jihad dijamin masuk surga begitu juga saat istri meninggal dengan kepatuhan terhadap peraturan suaminya".


Dini kali ini tidak begitu bawel kayak byasanya Dini hanya mengangguk patuh sambil terisak di dada bidang kakaknya


Anton melerai pelukanya." CK cantik-cantik kok ingusan, liat tuh muka gak ada memang jaim-jaim nya untung Ade kalo bukan melirikmu Sajah aku segan". gurau Anton yang langsung mendapat pukulan bertubi-tubi dari Dini.


"Aa Rese!!"


" Emang"


" Ih!!"


" Apa??".


"A Risqi!!"


" Cih minta bantuan , Cemen !!".


" Biarin wleee..!!. Dini berlari kearah Risqi, ,memeluk tubuh calon suaminya.


Sedangkan Risqi terkejut dengan pelukan Dini yang tiba-tiba, untuk pertama kalinya Risqi berpelukan dengan seorang wanita.


" Belum halal!" seru Anton.


" Bentar juga dihalalin. Aa Rese DECH!!"


"Ya kan A Risqi.. "Marry me Ustadz??"


Di sebelah mereka, Hilya terpaku mendengar ucapan Dini, dulu, ungkapan dan kata-kata Itu pernah dirinya ajukan kepada masa lalu, Hilya seperti melihat kilasan masa lalunya


Bedanya dulu Adnan memang tak pernah mengungkapkan bahwa dia mencintai Hilya, sedangkan Risqi memang sudah melamar dan mengungkapkan perasaannya pada Dini.


Kilasan masalalu yang terkadang membuat Hilya kembali merasa terluka, berjuang demi cinta sendirian itu tidaklah mudah


Belum lagi adanya tekanan dan ikut campur pihak lain yang mengharuskan dirinya menyerah.


Hilya tersadar saat Anton tiba-tiba mengecup pipinya.


"Lamunin apa sich?? sampai aku nanya gak dijawab, sayang okee?? atau ada yang sakit??"


Hilya yang sadar langsung menatap wajah suami nya, menangkup kedua pipi Anton dengan kedua telapak tangannya.


" I love you more!!" ucap Hilya menatap lekat wajah suaminya.


Anton tersenyum dengan pipi yang ditangkup sang Istri.


"I also love you very much Yang tumben banget mau ngomong cinta duluan sama aku, jangan bikin aku takut ya Yang, ntar Sayang tiba-tiba kerjain aku lagi." ucap Anton dengan mata memicing penuh penilaian.


Hilya terseyum " Sayang aku laper!!"


" Apa??"


" Laper!!"


" Bukan itu, tadi kamu pangil aku apa Yang??.


" Mas??"


" Bukan, Yanggg, yang barusan itu loo!!


" Aku laper!!"


" Ish," dengeus Anton. "gak seru".


" Emangnya apa yang mas dengar tadi??".


"Tadi kamu' panggil aku sayang!!"


" Nah kan udah denger, kenapa suruh ngulang lagi??" jahil Hilya yang membuat muka Anton lecek kayak baju yang tak di setrika.


Hilya tersenyum, menarik lembut tangan Suaminya. " Maaf !! aku sayang banget sama mas Anton, hanya aku sedikit malu kalo harus di ungkapkan dengan panggilan!!".


***************


Mohon maaf hari ini lambat update karena jaringan memprihatinkan, terimakasih bagi semua pembaca yang setia menanti saya update, salam sayang dari author