
Dini: jadi teh mas Adnan beneran udah punya anak??, mana atu istri mas Adnan kok gak dibawa kesini??" waktu mas Adnan nikah teh dulu aku lagi ujian !!"
Anton: istri Adnan baru saja berpulang!!".
Dini: "Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un....!!" maaf mas Adnan." ucap dini lirih merasa menanyakan hal yang salah.
Adnan terseyum. "seandainya kamu tau apa yang dilakukan oleh istriku pasti kamu tidak akan meminta maaf."
Dini: memangnya apa yang dilakukannya mas??" tanya Dini polos.
Anton: bukan apa-apa! sudah biarkan Rena tenang di alam sana, kita sudah memaafkan Nan, tidak harus diungkit kembali." ucap Anton berwibawa.
Adnan terseyum mendengar ucapan sahabatnya, benar kata Anton tidak baik membicarakan aib orang yang sudah tiada.
ponsel Dini berdering. membuat semua mata tertuju pada gadis memakai serudung putih gading itu.
Dini merogoh ponselnya sebelum mengerutu.." Ais ngapain sih ini laki orang, udah dibilang putus masih ajah ngebet, pria brengsek udah punya bini kok mata masih jelalatan, amit amit punya suami yang gak punya pendirian, istri satu aja belum tentu bisa ngebahagiain malah ada niat poligami, pria tak setia begininih musti dibasmi." ucap dini penuh amarah dengan memandang kesal layar ponselnya.
Gerutuan dan makian Dini membuat tangan Adnan panas dingin, baru saja mengagumi sosok wanita cantik itu kini nyalinya sudah menciut.
Anton: tinggal di blokir ini kok repot !!.
Dini: ahhh...yaaa... gak kepikiran A he..he...
Anton hanya mengelengkan kepalanya.
Hilya: berapa sich usia pacar kamu dek, kok mas Anton pangil Om??".
Dini: 42th kak!!" Jawab Dini dengan senyum Pepsodent.
Ingin sekali Adnan menanyakan kenapa Anton membebaskan Dini berpacaran, bahkan dengan pria Om-om.. tapi dia cukup sadar diri tidak ada hak Adnan untuk ikut campur urusan mereka.
Hilya: dek' bahkan usianya lebih setelah dari usiamu!!"
Dini: aku sich, gak pilih usia kak, kalo jodoh ya sama umur berapa saja Ok he. he.he....
mau tua kek, muda, kaya, miskin, putih, hitam, pendek, tinggi, jelek, tampan dini sich Ok ajah, asal bukan laki-laki yang suka berpoligami."
"Aku gak bisa ngebayangin gimana rasanya jadi Umi saat Abah meninggalkan kami demi istri muda , aku gak mau kejadian itu terulang kak...
seadil-adilnya tetap perasaannya terus curiga, cinta setengah, sayang setengah, rindu setengah aku mah ogah'!!"
"Aku ingin menikah satu kali dalam hidup kak, aku ingin menikah dengan pria yang mencintaiku tanpa ukuran, tanpa timbangan, tanpa takaran, tanpa hitungan dan tanpa perbandingan. menjadikan diriku yang pertama dan yang terakhir." ucap dini panjang lebar.
Tanpa ada yang tau, seorang sedang mendengarkan dini secara khusyuk, hatinya begitu bahagia saat Dini mengatakan tidak memilah usia, kasta dan fisiknya tapi ungkapan Dini yang menginginkan seorang pria yang menjadikan dirinya sebagai yang pertama dan yang terakhir membuat perasaan Adnan yang sudah begitu mengembang , turun drastis , menciut, keriput dan pupus harapan."
Dini memekik tertahan.
Dini: eh kak Hilya.. mas Adnan lagi berstatus hot Dedy dan duren..siapa tau kak Hilya ingin tukar tambah dengan Aa ha. ha. ha...
mas Adnan juga Abang aku lho ka..coba mas Adnan jadi duda bersama an dengan kak Hilya jadi janda, trus kalian ketemu an srettt.." Dini membentuk kedua tanganya menjadi hati yang utuh karena dipersatukan, pasti kalian cocok.
"Kaka Hilya cantik mas Adnan juga ganteng."
Candaan dini membuat ketiga orang disekitar nya jadi kikuk.
Begitu juga dengan Adnan wajah Adnan pucat pasi, berakhir sudah impian cinta tinggallah serpihan tak berbentuk, cinta Adnan mati sebelum berbunga..