Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
241.Bingung



Mobil Adnan berhenti di depan Sanggraloka atau resort 


" Kita ngapain ke sini mas??" Hilya bertanya dengan Bingung


" Ahh... kata orang di resort ini ada makanan khas Jepang yang istimewa, trus setelah makan kita bisa sekalian liburan tipis-tipis Sayang!!"


Hilya mendesah


" Apa gak makan ditempat lain dulu mas?? setelah nya kita bisa liburan kemana aja, aku gak kenyang makan Bento atau apalah makanan khas Jepang , perut aku ini lebih Nerima makanan lokal!!" muka Hilya memelas lucu


Adnan tersenyum maklum, memang dari dulu makan diluar bagi Hilya sangat jarang, Hilya lebih senang memasak makanan sendiri jadi sesuai selera dan di jamin kwalitasnya


" Oke.. jadi kita mau makan apa??" tanya Adnan dengan senyum manis


Ahh semoga Hilya gak terkena diabetes gara-gara terlalu sering melihat senyum manis ala Adnan itu


" Apa ajah lah mas!!"


" KFC??"


Hilya mengeleng


" Pingin yang berkuah!!"


" Hadi mau makan apa??"


" Ya terserah asal berkuah!!"


" Bagaimana kalo bakso??"


Hilya mengeleng


" Jadi ??"


"Terserah mas Adnan ajah"


Adnan membasahi bibirnya sambil berpikir


Inilah susahnya jadi Pria harus selalu mengerti wanita, wanita mah selalu benar dan susah di tebak, katanya terserah, tapi disebutin juga gak mau, Adnan takut usulan ketiganya pun bakal di tolak


" Bagaimana kalo makan kamu??"


" Ya terser....... tak menyelesaikan kalimatnya Hilya segera menoleh kearah Adnan yang tengah tersenyum geli melihat dirinya yang terkejut


" Mas bercanda sayang!! lagian di rumah lebih nyaman kenapa musti dijalan begini!"


Hilya mendelik galak menatap Adnan, bisa-bisanya Adnan bicara se ngelantur ini


Deretan gigi rapinya terlihat putih dan terawat, Adnan jauh lebih memperhatikan penampilannya sekarang di banding dulu


" Rasanya aku ingin kerja Saja!!" desah Hilya


Tawa Adnan seketika berhenti, wajah cerianya berubah menjadi mendung


" Sayang mas bercanda!! Adek jangan marah ya!!"


" Mas aku lapar, kapan kenyangnya kalo mas gak jalankan mobilnya??"


Adnan menatap sendu istrinya


" Boleh gak sih mas cium bibir ranum yang lagi manyun itu disini??"


" Apa??


" Ah gak, lupakan!!"


Adnan menurunkan rem tangan, saat matanya menatap kembali bibir istrinya saat itu juga tangannya tangkas menarik kembali handbrake, Adnan melepas sabuk pengamannya dan langsung meraup bibir istrinya


Hilya membeku, apa ini???.... apa Adnan kesurupan penjaga resort?? sejak kapan Adnan SE agresif ini?? dan lagi ini di mobil, bahkan di tempat umum


Adnan begitu bersemangat melakukan kegiatannya hingga membuat Hilya mulai terlena, tapi untuk kedua kalinya sesaat setelah Hilya membalas ciumannya Adnan memilih mendekap erat tubuh istrinya


" Akhirnya kenyang!!" Adnan mendesah penuh kelegaan


Verbanding terbalik dengan Hilya, selain bingung dengan sikap Adnan yang berubah agresif, Hilya juga bingung mengapa Adnan selalu melepas ciumanya saat Hilya membalasnya, bukankah sebuah ciuman akan lebih berkesan saat ada perlawanan, balasan agar saling menikmati??


Adnan menatap istrinya yang terdiam, Adnan mengengam lembut tangan Hilya


" Apa mas menyakitimu??" tanya Adnan menatap netra sang istri menelisik


Hilya menganguk kemudian mengeleng


" Sebenarnya apa yang mas inginkan??"


" Maksud istri mas apa??" lembut sekali tutur kata Adnan menanyai Hilya


" Mengapa??... ah lupakan aku lapar mas."


Sebenarnya Hilya ingin tau alasan Adnan mengapa dirinya selalu menghentikan ciumannya ketika Hilya membalasnya, namun Hilya urungkan karena tak tepat menurutnya untuk menuntut jawaban


Adnan yang merasa sang istri hendak menanyakan sesuatu namun tidak jadi hanya mampu mendesah pelan kemudian memilih melajukan mobilnya.