Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
244.Pesanan Khansa



Seperti yang sebelumnya author sampaikan bahwa untuk waktu update itu tergantung lamanya proses review, terkadang prosesnya begitu lama hingga membuat episode yang author tulis pagi baru lulus malam hari dan begitu sebaliknya, author selalu sempatkan update setiap hari , sebelum nya author ucapkan banyak terimakasih atas dukungan like , komen dan vote dari pembaca.......


salam manis dari author...


***************


" Mas!!"


" IYa??" Adnan melepas rengkuhannya


" Nanti ajah lagi makanya, aku tiba-tiba merasa kenyang!!"


" Begitu??"


Hilya mengangguk


Adnan tersenyum


" Kalau begitu adek kembali saja ke kamar, ini biar mas yang beres kan!!"


Hilya manyun


Bibir Adnan kembali melengkung hingga matanya menyipit


" Kenapa, malas jalan sendiri, mau mas gendong lagi??" canda Adnan menatap Hilya


" iIsh" Hilya mendengus, tanganya sigap membantu Adnan merapikan meja makan


" Biar mas saja!!"


" Kita kerjakan sama- sama!!"


Adnan tak melarang, membiarkan Hilya turut serta merapikan meja makan.


Ponsel Adnan berdering, Adnan berjalan menuju dapur untuk melihatnya


Saat ponsel telah di genggaman nya Adnan buru-buru mendekati Hilya


" Sayang, princess kita video call!!" seru Adnan


Hilya menoleh dan langsung bergabung dengan Adnan yang hendak mengeser panggilan video dari Khansa


Saat Adnan menerima panggilan video dari putri mendiang Anton itu, melengking suara memenuhi pendengaran mereka


[ " Bunda, Ayah!! apa adek Khansa sudah jadi??"] seru Khansa dengan wajah cerianya


Hilya dan Adnan hanya saling pandang sebelum tersenyum salah tingkah


[" jadi sudah jadi atau belum??"] tuntut Khansa


[" apa proses buatnya lama Bunda??"] tanya Khansa dengan tatapan serius


Hilya melirik Adnan, seolah minta bantuan. Adnan yang mengerti mengarahkan ponselnya kehadapan dirinya sendiri.


[" Khansa maunya Ade cewe apa cowok??"] tanya Adnan menanggapi permintaan putri nya


[" apa bisa dua-duanya Yah??"]


Adnan menggigit bibirnya


[" Khansa mau cewek dan cowok??"] tanya Adnan dengan suara berat


Anggukan polos Khansa membuat Adnan melirik Hilya, Hilya yang mendengar permintaan putrinya hanya menyengir polos


kembar nak?? satupun belum bisa jadi jika hubungan Ayah dan Bunda masih seperti ini!!


[" Ayah pesan yang pipi nya merah kayak Dede Tante Zi!!"] riques Khansa yang terlihat berlari menuju kamar Zizi


" Uncle, Ayah dan Bunda mau lihat Dede!! kalimat Khansa yang berbicara dengan seseorang yang sepertinya suami Zizi


Terdengar suara krasak krusuk di sebrang sana, sebelum layar ponsel menampakkan wajah sahabat mendiang Anton


[" Assalamualaikum... Hilya, Adnan!!"] sapa Fauzan terseyum


Adnan dan Hilya menjawab salam Fauzan dari sebrang sana


[" kalian gak kesini ?? tanya Fauzan basa-basi. ngerti aja lagi sibuk progam bikin Dede buat Khansa ya??"] goda Fauzan yang di balas senyum salah tingkah dari pasangan Hilya dan Adnan


[" ini putra kedua kami!!"] seru Fauzan menyorot wajah putranya yang masih begitu kecil, dengan pipi yang memerah, seperti ucapan Khansa


Terlihat Zizi melambaikan tangannya menyapa Adnan dan Hilya.


Adnan dan Hilya membalas lambaian tangan Zizi dengan senyum manis


[" aku doakan progam nya berhasil!!" ]seru Zizi dengan suara yang kurang jelas karena mulutnya mengunyah makanan


Hilya dan Adnan hanya mampu mengaminkan doa mereka semua di dalam hati, hingga akhirnya panggilan terputus yang di akhiri Khansa yang Riques kembali tentang sepasang Dede ber pipi merah.


Adnan meletakkan kembali ponsel nya, saat layarnya telah mengelap


Usai berteleponan dengan Khansa Hilya dan Adnan, jadi canggung


" Aku ke kamar mas!!" pamit Hilya, setelah beberapa saat Hening diantara keduanya


Adnan menganguk mengizinkan, membuat Hilya langsung melangkah lebar meninggalkan Adnan dan menuju ke kamarnya