
" Segera minta aku secara resmi pada Umi kalo kamu menang serius!! untuk apa kamu bercerita banyak hal namun tidak ada kejelasan pasti hubungan antara kita!"
" Apa itu artinya kamu mau menerima diriku apa adanya?? bahkan meski aku dulunya burung bebas??"
Dini berdecih mendengar ucapan Zahfran, lagi-lagi Zahfran selalu membahas sesuatu yang tak lagi bersegel, tak taukah Zahfran Dini tidak hanya malu tapi jadi kepikiran yang iya-iya cieeeeee.
" Aku harus apa jikalau memang kamulah jodohku?? untuk masalah aku bukanlah yang ... Dini sedikit memelankan ucapan nya sebelum kembali meneruskan perkataannya
" Untuk masalah aku bukanlah wanita yang pertama kau gauli nantinya itu bisa kau anggap bonus untuk mu, tapi Zahfran!! saat nanti kita memang di takdir kan bersama, jangan pernah kau membandingkan diriku dengan siapapun wanita yang pernah kau jimak, dan jangan pernah kau melakukan hubungan **** dengan siapapun selain diriku, jika kesalahan itu terulang maka wassalam mualaikum.. innalilahi aku mundur " ucap Dini serius.
Zahfran terseyum, senyuman yang mampu membuat banyak wanita diabetes, begitu juga Dini, melihat senyum bahagia Zahfran sebagian hatinya turut bahagia
" Aku tak akan berjanji dengan ucapan, tapi semampuku aku akan membuktikannya, tidak setiap orang yang menyukai se* bebas itu ketergantungan, karna baik diriku maupun teman ku itu melakukannya di saat kami sedang nge-fly karena pengaruh obat dan di dukung situasi dan karena adanya pelampiasan, tapi saat aku sadar begini aku tidak juga terlalu memikirkan hal mesum, bahkan aku nyatanya bisa hidup tanpa **** selama aku berhubungan dengan kalian, bahkan aku hampir lupa jika aku pernah terjerumus di dunia mengerikan itu"
"Din kamu pernah dengar tidak?? playboy kawakan itu saat mencintai seseorang satu seumur hidup, semoga aku begitu yaaa... semoga cintaku satu untuk kamu"
" Tunggu aku sebulan lagi ya... aku masih usahain yang terbaik buat kamu, kamu gak malu apa punya suami narik ojek online gini??"
" Makan malu gak kenyang!! apapun pekerjaan kita yang penting halal, kamu kan bisa buka bengkel seperti saran A Anton!! Bukan apa Zahfran, makin lama aku nunggu makin goyah hati karena di balik kamu banyak cowok yang ngantri mereka melakukan banyak cara untuk deketin aku."
Ucap Dini ber Bohong, Dini pingin tau reaksi Zahfran saat dirinya ngaku di deketin cowok, dan itu berhasil, terlihat wajah putih Zahfran memerah , terlihat jelas Zahfran terpancing amarah
" Aku gak mau ya sampai kamu kasih kesempatan cowok lain untuk lebih Deket lagi sama kamu!! katakan!! jadi apa mau mu sekarang juga aku harus minta kamu pada Umi??.. begitu?? ayo kalo itu memang kemauan kamu aku akan datang ke Umi sekarang juga..!!"
Tanpa menunggu lama Zahfran segera menaruh uang di meja 20rb dan bergegas menarik tangan Dini keluar cafe dengan jemari yang menggenggam erat tangan Dini, Dini tak sempat mengatakan apa-apa
Bahkan sampai dimotor Zahfran langsung memakaikan Dini helm dan meminta Dini naik keatas motor
Dini merasa sangat lucu saat tiba-tiba Zahfran jadi mendiaminya seperti ini, bahkan Zahfran tak membiarkan tangan Dini lepas dari pinggang nya, tanpa Zahfran tau Dini yang memeluk pinggang Zahfran itu jantungnya berdebar-debar, belum lagi aroma keringat Zahfran yang bercampur dengan parfumnya, wangi yang justru menenangkan hati dan fikiran Dini.