
Mata Dini mengerjap, saat tangan Zahfran melambai-lambai di hadapannya
"CK, sempat-sempatnya kamu melamun saat sedang mengobrol." keluh Zahfran
Dini berdehem mengalihkan pandangan
"Aku hanya sedang memikirkan sesuatu!!" kilah Dini
Zahfran hanya berdecak, dan hendak beranjak
" Zahfran!! aku merasa bukan aku yang ragu melangkah bersama mu, tapi dirimu sendirilah yang ragu melangkah bersamaku!!"
Ucapan Dini membuat Zahfran tidak jadi beranjak
"Apa maksudmu??"
Dini menghela nafasnya
" Nyatanya hingga kini kamu belum mengkhitbah diriku pada Umi!!"
Zahfran terdiam sejenak menatap wajah Dini, sebelum kembali duduk di samping Dini.
"Aku masih belajar dan mencoba memantaskan diri, ku harap kamu bersabar!!" ungkap Zahfran dengan menatap Dini serius.
"Ma maksud nya??" tanya Dini terbata
Zahfran memberikan senyuman yang kembali mengetarkan hati Dini, lengan penuh tatonya terangkat hingga jemarinya mengusap lembut kepala dini yang tertutup hijab, prilaku Zahfran yang tiba-tiba membuat Dini salah tingkah
"Aku ini siapa?? sehingga aku dengan instant bisa masuk kedalam hidup kalian, aku masih harus membenahi diriku Din!!" kata-kata Zahfran dengan aura penuh tekad, saat seperti ini Zahfran jauh terlihat lebih dewasa
"Seorang pria adalah imam keluarga, jika diri ini saja belum mampu membimbing diri sendiri tentu belum pantas aku memintamu jadi makmum, Aku sedang belajar menyesuaikan diri dengan kehidupan kalian"
Hati Dini mengembang bak adonan roti, ucapan Zahfran yang sedang berjuang untuknya seperti guyuran hujan di hatinya yang tandus, belum lagi saat Zahfran memberinya senyuman langka dan elusan dikepalanya itu seperti obat penawar parah hati, tiba-tiba Dini begitu bahagia meski tanpa alasan yang jelas. apa Dini kembali jatuh cinta dengan begitu mudahnya??, sedang kan belum genap 3 hari dirinya patah hati?? entahlah hanya author lah yang tahu.
Perubahan pola fikir Zahfran, terjadi karena ucapan Anton dua hari yang lalu, Anton mengajak Zahfran untuk duduk berdua, dan untuk pertama kalinya saat itu Zahfran begitu menyesali perjelanan hidupnya yang pernah lalu
Zahfran tak menyembunyikan penyesalan nya, dihadapan Anton Zahfran menangis tersedu-sedu . dia mengagumi Anton secara bersamaan, Anton menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh kepaitan
flashback On
"Aku menganggap Dini sebagian jiwaku." Anton pertama kali buka suara, sedang Zahfran duduk santai disampingnya
" Aku tidak mau kecolongan untuk kedua kalinya, hampir saja Dini jatuh ke tanggan imam yang salah aku berterimakasih kepada mu untuk kedua kalinya atas pertolongan untuk para wanitaku."
" Zahfran!! aku ingin sedikit bercerita, dulu aku masih mondhok saat Abah menikah dengan ibu mu, saat itu kamu tau sendirikan aku lah yang akhirnya mengantikan peran Abah, masa remajaku tak seindah orang lain, cari uang untuk biaya sekolah Dini, demi pendidikan sendiri demi sesuap nasi dan menjadi sandaran seorang janda yaitu umi ku"
"Tangan ini," Anton mengangkat tangan nya
"tangan ini menjadi saksi bagaimana susahnya perjuangan hidupku dari nol, tangan ini tau betapa susahnya mengais receh demi memberikan hidup layak Dini, hampir saja tangan ini salah memilih tangan lain untuk mengambil alih tugas ku membuat adik ku selalu bahagia, andai keburukan Risqi tertutup hingga pernikahan, akulah orang pertama yang merasakan gagal mencarikan sosok imam adik ku!!" keluh Anton yang menyentil hati Zahfran.
" Apa aku tidak layak untuk Dini??" tiba-tiba Zahfran bertanya dengan tatapan penuh selidik
Anton terseyum
" Siapapun layak, Yang terpenting niat mu tulus, Zahfran kita seorang Pria, sudah menjadi tugas kita memastikan kebahagiaan wanita di sekitar kita, maksudnya, Ibu, adik dan kaka perempuan itu harus kita perjuangkan kebahagiaan mereka meskipun kebahagiaan kita sendiri taruhan nya." berakhirnya kalimat Anton luluh tak terbendung air mata Zahfran, ingatan akan masa lalu yang penuh dosa dan hura-hura bayangan kehancuran Kakanya Zizi, putusnya pendidikan si kecil Zahra menari-nari dalam bayangannya, sesal mendalam Zahfran rasakan, kisah dirinya dan Anton jauh berbeda
Anton yang berjuang penuh kesakitan di masa remajanya berbanding terbalik dengan dirinya yang sibuk menghamburkan uang bahkan terjerumus dunia kelam, melalaikan tanggung jawab wanita disekitarnya
Dan sesaat menumpahkan penyesalannya akhirnya Zahfran bicara hati ke hati dengan Anton, yang membuat hubungan keduanya bertambah akrab tanpa sepengetahuan Dini
flashback off