
Anton ragu kehadiran Zizi dan Zahra akan membuat Mariani keluar dari persembunyiannya, Anton takut jikalau kehadiran mereka justru akan memancing amarah Mariani memuncak dan akan melukai mereka
Sibuk dengan menyusun rencana, ponsel Anton berbunyi, salah satu teman seprofesi nya dulu menghubungi nya
Anton segera mengangkat panggilan tersebut, sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi.
" Teman ku yang bekerja dirumah sakit mengatakan , Hilya sedang berada di salah satu rumah sakit, ada seorang pria muda yang membawanya kesana, kata teman ku Hilya harus melakukan Operasi Cesar karena denyut nadi bayi kami melemah, dan keadaan Hilya yang tidak memungkinkan untuk mempertahankan kandungan nya." ucap Anton memberi tahukan apa yang baru saja di dengarnya.
Bibir Anton bergetar, Umi langsung merengkuh tubuh anaknya.. " kita kesana sekarang , menantu dan cucu Umi pasti kuat"
Anton Hanya mampu mengangguk di dalam pelukan Umi nya.
kepolisian langsung bertindak, begitu juga Papa Hilya, posisi Hilya sudah diketahui kini fokus mereka adalah keberadaan dalang dari semuanya
" Kalian segera ke rumah sakit kabarkan keadaan putriku nanti, aku akan melakukan tindakan untuk wanita dan pria berhati iblis itu, Ton Papa titip Hilya, Mas Risqi tolong dampingi menantu saya." ucap Papa Hilya tegas, untuk istri nya, untuk menantunya dan untuk calon suami Dini.
Risqi bergegas mengambil alih kunci mobil calon Kaka iparnya, sedangkan para wanita mengikuti saja, Abah Anton dan Zizi diminta tetap tinggal di villa demi kebaikan mereka, begitu juga Zahra
Saat mobil meninggalkan pekarangan villa, Abah Anton menangis terisak, nafasnya tersengal-sengal, sedangkan Zi hanya mampu menenangkan lewat kata kata nya, Zi sendiri merasa malu dengan perilaku sang Ibu, andai bisa memilih, Zi tidak akan pernah mau terlahir dari wanita ambisius seperti Mariani.
__________
Di rumah sakit , Zahfran sama sekali tidak mengetahui bahwa keluarga Hilya akan pergi kerumah sakit, pria muda itu justru menghawatirkan keadaan Hilya, saat mendengar bahwa Hilya harus segera di operasi satu yang terlintas dalam benak Zahfran yaitu Uang
Zahfran tidak mungkin meminta uang pada Ibunya, pria muda itu terlihat gelisah, hingga beberapa saat kemudian dirinya menghubungi temanya.
{" Hallo.. Aku butuh pekerjaan saat ini, apapun, yang terpenting aku bisa mendapatkan uang banyak dan cepat."}
* :...................
Zahfran menghampiri tubuh lemah dan tak berdaya Hilya, mengelus pipi Hilya yang penuh luka memar akibat perbuatan ibunya.
" Aku harus meninggalkan mu sebentar, kamu harus segera mendapatkan penanganan, sebelum itu aku harus segera mendapatkan uang yang akan melunasi pembayaran persetujuan operasi mu, ku harap kau bersabar, aku janji tak kan lama." setelah mengucapkan kalimat itu, Zahfran segera menarik jaketnya yang ia taruh di sandaran kursi, saat beberapa langkah kakinya berjalan Zahfran kembali menoleh kearah Hilya, Zahfran kembali menghampiri tubuh Hilya dan
" Cup"
Satu kecupan mendarat di kening Hilya " aku akan segera kembali."
Akhirnya Zahfran benar-benar meninggalkan Hilya, untuk melakukan pekerjaan yang dalam waktu singkat dapat menghasilkan uang yang banyak, dan pekerjaan itu hanya Zahfran yang tau.
_____________
Anton dan semuanya telah tiba di Rumah sakit
Anton bergegas menemui temanya yang tadi menghubungi nya.
" Mana istri ku??" tanya Anton gusar.
" Hilya di ruang observasi, tadi aku meninggalkan nya karena ada seorang pemuda yang terus berada di sisinya.' jawab Dokter pada Anton
"Apa aku bisa melihatnya??"
" Boleh, namun sebelum itu, aku akan menjelaskan sedikit tentang kondisi Hilya"
"Jadi begini....................."