
Air Mata Dini mengalir, membuat Zahfran menghentikan kegiatannya
Zahfran mencium lembut bibir istri nya
" tahan sebentar ya!! kalau harus mulai dari awal nanti tambah sakit." bisik Zahfran
Dini mengangguk
Akhirnya pengantin baru itu benar-benar menyempurnakan pernikahan mereka
Zahfran ambruk di samping tubuh Dini
" Maaf sudah membuat tuan putri menangis!!" bisik Zahfran mesra, Dini yang masih mengatur nafasnya hanya tersenyum kecil
Zahfran mengelus sayang pipi Dini
" Terimakasih, sudah menjaganya untuk ku!! pria brengsek sepertiku begitu beruntung mendapatkan wanita mulia seperti mu!!"
" Mas' manusia mulia hanya Baginda Rasulullah dan para istrinya, aku hanya manusia yang penuh kekurangan, tolong jangan katakan seperti itu, kini mas Zahfran adalah suamiku , mari kita tutup kenangan lama dan kita buka lembaran baru, jadikan masa lalu pelajaran, kita Songsong masa depan lebih memperbaiki diri dan akhlak kita!!" Dini mencium tangan Zahfran
Zahfran tersenyum, meraih sang istri kedalam dekapannya
" Aku pernah mendengar, pria yang baik untuk wanita yang baik, pria buruk untuk wanita yang buruk pula, intinya jodoh kita adalah cerminan diri kita sendiri!! tapi kenapa Allah memberiku jodoh wanita baik-baik sedangkan diriku bukanlah pria yang baik??"
" Mas Zahfran pria yang baik, hanya saja lingkungan dan pergaulan mas Zahfran salah sedari awal, sudah-sudah jangan dibahas aku ngantuk!!" Dini merengek manja membuat Zahfran terkekeh
" Selalu begini ya!!! bermanjalah seperti ini selalu agar aku merasa menjadi pria yang di butuhkan!!"
" Aku memang membutuhkan mas Zahfran saat ini!!"
" Untuk??"
" Membantuku pergi ke kamar mandi!!" Dini menunduk, Zahfran tergelak
Zahfran segera merengkuh istri nya , Dini melayang dalam gendongan Zahfran, pengantin baru itu sama-sama terseyum bahagia
____________________
Satu tahun telah berlalu kehidupan rumah tangga Zahfran dan Dini semakin hari semakin mesra, kini Zahfran telah membuka bengkel motor, bahkan kini bengkelnya sudah memiliki dua cabang, sedangkan Dini semakin sukses dengan bisnis novel nya
"Mas??" Dini terlihat bingung saat tiba-tiba Zahfran masuk kedalam kamar dan menciumnya
" Ayo kita kerumah sakit!!" Zahfran mengelus pipi Dini
" Siapa yang sakit mas'??"
" Gak tau Sayang, tapi tadi mas Anton meminta kita segera ke rumah Sakit !!"
" Aa??"
Zahfran hanya mengangguk" bersiap ya' kita pergi kesana
Dini mengangguk dan bergegas bersiap
_______________________
Di rumah sakit
" Sudah saatnya kamu jujur Ton, sampai kapan kamu terus kucing-kucingan begini?? Hilya berhak tau keadaan mu sebenarnya!! untuk saat ini aku tak mengizinkan mu pulang lagi, ini bukan permainan Ton!!"
"Zan!! kamu tau sendiri saat ini Istri ku sedang sibuk-sibuknya mengurus putriku yang sedang aktif aktif nya berjalan, aku tidak ingin menambah beban fikiranya dengan keadaan ku saat ini!!" Anton kekeh dengan keputusan nya
Sedangkan pria yang disebut Zan itu Dokter sekaligus teman seprofesi Anton Dokter Fauzan
" Tapi aku tak mengizinkan mu pulang Ton!! tidak untuk kali ini!!" Fauzan pun kekeh dengan keputusan nya
" Ini terakhir kalinya.. aku janji!!" Anton mengiba
" Tetap tidak ku izinkan, kamu harus mulai fokus dengan perawatan mu Ton!! siapkan diri untuk segera kemo terapi, jangan membiarkan sel itu semakin membuatmu tak berdaya, semakin cepat tertangani semakin cepat kita mengetahui hasilnya Ton!!
" Dan itu juga akan membuatku cepat menuju kematian!!" tambah Anton dengan senyum pedih
" Optimis Ton!! itu sebabnya kamu membutuhkan dukungan orang-orang terdekat mu termasuk Hilya!!"
" Izinkan aku pulang Zan!! aku janji tidak akan berakhir disini lagi, aku akan rajin mengonsumsi obat!!"
" Kamu seorang Dokter, begitu juga Hilya Ton!! kamu tau kan obat tidak akan membuatmu tetap berdiri tegap mau tidak mau hari itu tetap akan datang, saat hari itu datang kemo pun bukan jalan terbaik untuk mu!!
"Apa??"
Anton dan Fauzan menoleh kearah suara, Anton terkejut begitu juga Fauzan
Kini berdiri seorang wanita di ambang pintu ruangan di mana Anton terbaring