Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
122.Satu rasa



Hilya mengangkat panggilan dari Adnan, sedang Anton kembali meneruskan belanjaan nya bersama Zahra


Anton memang tidak percaya dengan sahabatnya Adnan, tapi Anton begitu percaya dengan sang istri, Anton yakin istrinya wanita Sholehah yang setia kepadanya


Jujur perasaan Anton sedikit kurang nyaman saat sang sahabat menghubungi istri nya, Anton tau Adnan memang menyukai Dini namun terkadang apa yang kita lihat belum tentu sesuai kenyataan


Terlebih, Dini telah memilih Risqi sebagai calon suaminya


Sebenarnya, setelah acara khitbah waktu itu, setelah kepulangan keluarga Risqi dan juga Adnan, Anton dan Hilya menceritakan tentang perasaan Adnan pada Dini


Nyatanya Dini mengetahui perasaan Adnan padanya, Dini sudah bermunajat dan melakukan sholat istikharah namun Selama itu hanya keraguan yang dini rasa, seolah Adnan bukanlah jawaban dari doa nya


Hingga saat Risqi datang meng khitbah nya, seseorang yang berani mengutarakan perasaannya sejak tahun


Baik Anton maupun Hilya sedikit terkejut saat mengetahui bahwa Dini mengetahui perasaan Adnan padanya


Faktanya Dini mengungkapkan, Adnan tertarik kepadanya karena terpaku pada masalalu, yaitu karena kemiripan dirinya dan Hilya, bahkan Dini mengatakan pada Kakanya agar berhati-hati karena sepertinya Adnan itu sebenarnya mulai terobsesi dengan Hilya


Dini bercerita Sering sekali melihat Adnan sedang memerhatikan Hilya dan dirinya secara bersamaan kemudian terseyum, itu sebabnya Dini abai dengan perasaan Adnan padanya karena Dini merasa Adnan bukan tulus menyukainya namun Adnan menyukainya karena dirinya sosok yang memiliki karakter yang serupa dengan masalalu Adnan yaitu Hilya


Sejak pengakuan Dini itu hingga saat ini, baru kali ini Adnan menghubungi mereka, hanya saja Anton merasa janggal karena bukan dirinya yang dihubungi tapi justru Hilya, namun Anton berusaha berfikir positif, berusaha melihat dari sudut pandang yang terbaik.


Hilya datang dengan raut wajah khawatir


"Ada apa??" Anton sigap bertanya


" Baby boy dirawat di rumah sakit, keadaan nya mengkhawatirkan karena kejang-kejang dan belum sadarkan diri. ucap Hilya menjelaskan


"لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ"


Lā ba'sa thahūrun insyā'allāhu.


" Mas??"


"Hmmm??"


" Dimana baby Akbar dirawat Yang??"


" Adnan akan mengirim share lokasi!!"


" Yang??"


" Ya??"


" Boleh aku pinjam ponsel kamu?? biar aku yang ngomong sama Adnan, kamu jangan terlalu banyak fikiran Yang, kasian putri kita lho!!"


"CK, tiap hari juga ponsel aku selalu disita kamu!! gitu kok pake nanya!!"


Mendengar gerutuan Hilya Anton hanya tersenyum Pepsodent


" Aku gak suka kamu terlalu asik didunia maya Yang!! nanti kamu Keikut wanita-wanita akhir jaman yang suka menebar foto ini itu, begini begitu, takutnya nanti kena penyakit ain loo!!"


Hilya hanya memutar matanya malas, coba saja tidak ingat mereka sedang di supermarket udah adu debat pasti


" Sini!!" Anton membuka telapak tangannya


Hilya segera memberikan ponselnya kepada Anton


"Harusnya kalau ada apa-apa Adnan hubungi aku, ngapain coba hubungi kamu". gerutu Anton yang masih dapat didengar oleh telinga Hilya


Hilya hanya mengelengkan kepalanya sambil tersenyum, Anton selalu menghujaninya dengan banyak cinta, posesif dan perhatian.


Hilya merasa beruntung dapat menjadi pasangan halal untuk Anton, dapat merasakan rasanya di istimewa kan, bersama Anton Hilya tau artinya dicemburui, bersama Anton Hilya tau rasanya di cintai sepenuh hati, tidak ingin membandingkan


Namun jika Hilya menoleh kemasa lalu kehidupannya kebalikannya dari sekarang, bersama masa lalu Hilya di haruskan selalu mengalah, bersama masa lalu Hilya tak pernah dicemburui, bersama masa lalu Hilya tidak pernah merasa diistimewakan yang ada selalu dipaksa selalu memahami dan bersama masa lalu Hilya hanya dicintai separuh hati, mengingat masalalunya membuatnya merasa sangat bersyukur dapat melaluinya dengan baik, sekarang fokus Hilya adalah keluarga kecilnya


Meski masih ada tanggung jawab yang diamatkan untuk dirinya dan Anton untuk membuat Abah dan Umi Anton berdamai, namun setidaknya semua akan lebih mudah saat mereka mencari jalan keluar bersama, Hilya berdoa semoga semua akan segera membaik