Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
78.Adnan datang lagi



Hilya mengelus kepala suaminya yang terbenam kedalam perutnya, entah mengapa Hilya begitu nyaman, perutnya tak lagi berkejolak.


Sepertinya sentuhan Anton menjadi obat mujarab mual muntahnya, lihatlah sekarang, Hilya hanya mual sebentar dan tak kambuh lagi.


" Mas Anton baju aku udah basah Lo ini..."


" Gak papa nanti aku yang cuci, banyak deterjen di saku bajuku.."


Hilya tertawa mendengar jawaban konyol suaminya. Meski benar adanya jel kecil itu tak pernah absen dari kantong suaminya tapi tetep ajah Hilya merasa lucu, Dokter se tampan dan se gaul Anton kemana-mana membawa sabun cuci baju.


Hilya menunduk mencium pipi suaminya yang membuat Anton mengubah posisi wajah nya menjadi hadap keatas.


Saat Hilya ingin mencium Anton kembali bel rumah berbunyi, membuat Anton mau tidak mau harus melihat siapa tamu yang datang.


" Sayang aku turun dulu!!" ucap Anton dan di angguki oleh Hilya.


Anton segera membukakan pintu untuk tamunya.


Anton terpaku melihat kedatangan kedua orang yang begitu mengejutkan.


"Assalamualaikum.. Bro!!"


Wajah Adnan berubah keruh melihat siapa yang membukakan pintu untuk dia dan Rena.


Sedangkan Anton hanya melirik sekilas istri baru sahabat nya itu.


"Kamu ngapain dirumah istriku??."


"Your wife ??." Tanya Anton


Terlihat Adnan salah tingkah, "Maksud ku kenapa kamu selalu bersama Hilya, bukankah seharusnya kamu tidak boleh terlalu dekat dengan wanita selain istri mu??".


"Aaah sayangnya aku bukan kamu, aku gak pilih teman mau pria kek wanita kek, yang penting aku tau batasan. Oh ya ada apa nih??".


"Aku mau ketemu sama Mba Hilya.. Aku sakit hati kenapa sih mba Hilya itu masih ngejar mas Adnan, aku lagi hamil loh!!."


Anton menyerengit menatap wanita yang bernama Rena ini, apa maksudnya??


"REN!!" tegur Adnan pada istri nya.


"Apa Hilya ada ton aku ingin bicara sebentar, kemarin dulu aku datang kesini tapi karena kamu tiba-tiba datang dan masuk kamar Hilya suruh aku pulang."


Dalam fikiran Adnan, Anton adalah Dokter yang menangani suami Hilya, karena setelah Adnan cari tau memang Hilya menikah dengan pria yang buta dan duduk di kursi roda yang dulu tinggal di perumahan dekat pasar tradisional. Karena memang baik Hilya maupun Adnan sudah putus kontak dengan Anton sejak lama.


Jadi mereka jelas tak saling tau kabar masing-masing, sedang pertemuan Adnan dan Anton saat di KFC dan terkena musibah pemukulan itu tak ada pernyataan bahwa Anton pernah buta, karena pas dia dan Anton mengobrol di rumah sakit Anton sudah dalam keadaan normal.


Anton terseyum menepuk pundak sahabatnya


" Aku baik, Ayuk masuk!!".


Jali ini tidak hanya diteras Anton membawa masuk Adnan dan istrinya kedalam rumah.


"Aku panggilkan Hilya dulu!!"


.


.


.


Saat Anton membuka pintu kamar, istrinya sedang tidak ada di atas ranjang , Anton samar-samar mendengar suara gemericik air dari kamar mandi.


" Mas!!"


" Sayang??".


" Ada tamu??".


" IYa, cari kamu!'


" Siapa??"


" Adnan dan istrinya".


" O"


" O??" Anton membeo


Hilya tersenyum , mengulurkan hijab ditangannya pada Anton. "Mas pakein ya"


Anton terseyum, sifat manja Hilya membuatnya bahagia. Anton melihat wajah istrinya yang jauh lebih segar dari sebelumnya.


" Mau turun temuin Adnan??"


" IYa mas, biar semua jelas, aku tidak mau memberi harapan untuk nya."


Anton terseyum dan mengandeng tangan istri nya turun.